Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 27


__ADS_3

Jinwo tiba di Jakarta dengan selamat. Namun dia sempat kebingungan karena baru pertama kalinya ke Indonesia, beruntung dia sedikit paham dengan bahasa Indonesia karena dia pernah belajar dari Velina. Dia pun menelfon Velina.


“Hai, aku di Jakarta sekarang. Kamu dimana? Aku sengaja mengikutimu.” Kata Jinwo.


“Aku dikurung oleh papa mamaku, tolong bantu keluarkan aku dari sini. Papaku melarangku kembali ke Korea.” Kata Velina.


“Kirimkan alamat rumahmu sekarang.” Kata Jinwo.


Setelah Velina mengirim alamat ke Jinwo, Jinwo segera pergi ke rumah Velina namun setibanya disana ternyata dijaga ketat oleh satpam akhirnya dia bersembunyi dan melihatnya dari kejauhan. Kemudian dia menelfon Velina.


“Hallo aku didepan rumahmu, tapi sedang dijaga ketat oleh satpam dan banyak orang didepan rumahmu. Kamarmu di sebelah mana?” Tanya Jinwo.


“Kamu lewat samping rumahku, disana ada bangku kayu. Kamu panjat pagar rumahku ya setelah itu disana ada sebuah ruangan kecil berisi ya pokoknya tentang listrik-listrik gitu, aku juga tidak paham. Nanti kamu matikan listriknya saja, lalu kamu berjalan ke arah kolam renang sampai menemukan jendela kamar, nah itu kamarku. Tapi tunggu malam hari dulu ya agra tidak ketahuan.” Kata Velina.


“Baiklah, tapi bagaimana dengan orang tuamu?” Tanya Jinwo.


“Itu urusanku.” Kata Velina.


“Ok, aku tunggu di samping rumahmu ya, rumahmu besar sekali ternyata.” Kata Jinwo.


“Percuma punya rumah besar kalau didalamnya tidak harmonis.” Kata Velina lalu menutup telfonnya.


**


Malam hari.

__ADS_1


Jinwo pun melakukan aksinya. Dia memanjat dinding rumah Velina lalu masuk kedalam ruangan yang dimaksud Velina dan langsung mematikan listrik rumah Velina sehingga rumah Velina seketika gelap. Saat itu dia langsung berjalan cepat dan tibalah dia di jendela kamar Velina. Kemudian dia mengetuk jendela kamar Velina.


Tok tok tok


Velina pun segera membuka jendela kamarnya.


“Ayo cepat keluar.” Kata Jinwo.


“Sayang aku merindukanmu.” Kata Velina lalu langsung memeluk Jinwo.


“Tidak ada waktu untuk berpelukan, sekarang ayo cepat keluar.” Kata Jinwo.


Akhirnya Jinwo membantu Velina keluar kamar melalui jendela kamarnya, mereka langsung melewati kolam renang namun mereka melihat Santika dari kejauhan.


“Kenapa?” Tanya Jinwo.


“Ada mamaku disana.” Kata Velina.


“Bagaimana nanti jika mereka tau kalau kamu kabur?” Tanya Jinwo.


“Jangan khawatirkan aku, aku akan menyelesaikan semuanya kok. Yang penting saat ini adalah aku bisa kabur dari rumah. Aduh lampunya nyala lagi.” Kata Velina.


“Kenapa kita tidak memanjat dinding di sebelah sini saja?” Tanya Jinwo.


“Tapi disini tinggi sekali, kalau di sebelah sana kan kursi untuk memanjat.” Kata Velina.

__ADS_1


“Ayo cepat naik punggungku.” Kata Jinwo.


“Jangan sayang nanti sakit.” Kata Velina.


“Lebih sakit lagi kalau kamu pergi meninggalkanku tanpa kabar, ayo cepat naik.” Bisik Jinwo.


“Baiklah, tahan ya aku agak berat karena berat badanku naik 2 kg.” Bisik Velina.


“Kenapa bisa naik 2kg? Kamu hamil?” Tanya Jinwo.


“Astaga heiiii mulutmu, memangnya kamu pernah meniduriku?” Tanya Velina.


“Belum sih, setelah ini yuk kita check in hotel terus bikin anak?” Kata Jinwo. Velina pun menendang Jinwo lalu Jinwo merintih kesakitan.


“Aduh aduh sakit.” Kata Jinwo.


“Jangan berisik dong.” Bisik Velina.


“Kamu sih kencang sekali menendangnya.” Kata Jinwo.


“Stop jangan banyak bicara, aku naik punggungmu sekarang ya.” Kata Velina.


“Iya.” Kata Jinwo.


Mereka pun akhirnya berhasil keluar rumah Velina dengan aman.

__ADS_1


__ADS_2