Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 41


__ADS_3

Jinwo tiba didepan apartemen Velina lalu mengetuk pintu apartemen Velina. Velina melihat di kamera untuk mengamati siapa yang datang ternyata ada seseorang yang membawa sebuah paket, akhirnya Velina menyuruh orang tersebut menaruh paketnya didepan pintu. Tidak lama kemudian, Velina membuka pintunya untuk mengambil paket, dan betapa kagetnya ternyata didepan kamar ada Jinwo, Velina pun segera berpaling dan menutupi wajahnya yang memar akibat bekas tamparan.


“Untuk apa kamu datang kemari? Tolong jangan pernah menghampiriku lagi dan lupakan aku untuk selamanya.” Kata Velina langsung masuk namun Jinwo menahan tangan Velina lalu memeluknya. Velina pun menjadi menangis pilu.


“Ada aku disampingmu, menangislah sepuasmu.” Kata Jinwo.


“Bagaimana kamu tau kalau aku sedang terpuruk seperti ini? Aku sangat malu saat ini.” Kata Velina.


“Kita masuk dulu yuk kedalam, aku akan obati lukamu.” Kata Jinwo.


Velina mengangguk.


Didalam apartemen Velina.


Jinwo menyuruh Velina duduk di atas sofa, lalu Jinwo mengambilkan air minum untuk Velina dan setelah itu Jinwo mengobati luka memar di wajah Velina.


“Tahan ya, aku akan memberikan salep. Rasanya sedikit pedih jadi tahanlah.” Kata Jinwo.


“Auuuu.” Teriak Velina.


“Tunggu sebentar, tahan dulu ya.” Kata Jinwo.


“Auuuu sakit.” Kata Velina.

__ADS_1


“Kalau kamu selalu bersamaku pasti kamu tidak akan seperti ini.” Kata Jinwo, namun Velina hanya terdiam.


Setelah selesai mengobati luka Velina, Jinwo memasak makanan untuk Velina.


“Kamu pasti lapar kan? Aku buatkan makanan dulu.” Kata Jinwo.


“Terima kasih.” Kata Velina.


**


Keesokan harinya.


Raka menelfon Velina.


“Mau kemana? Aku tidak enak badan, aku harus istirahat.” Kata Velina.


“Cepat buka pintumu kalau begitu.” Kata Raka.


Raka langsung naik ke atas menuju ke kamar apartemen Velina dan menekan bel. Velina ketakutan dan kebingungan harus membuka pintu untuk Raka atau tidak. Akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka pintu.


“Ada apa?” Tanya Velina.


“Sakit apa kamu? Oh gara-gara aku memukulmu kemarin? Itu hanya pelajaran kecil untukmu jika kamu berani melawanku. Ingat ya, keluargamu telah menjualmu kepada keluargaku. Karena papaku telah memberikan sejumlah uang yang sangat banyak untuk membantu papa kamu bangkit kembali setelah kekalahan kemarin, dan kamu adalah jaminannya. Jadi jika kamu berani menolak dan melawanku, tidak hanya kamu yang mendapat pelajaran melainkan juga orang tuamu. Sekarang cepat ganti pakaianmu, kita akan pergi.” Kata Raka.

__ADS_1


“Mau pergi kemana memangnya?” Tanya Velina.


“Mau makan siang bersama.” Kata Raka.


“Tunggu saja dibawah, aku akan segera turun.” Kata Velina.


“Aku tidak percaya, bisa saja kamu pergi kabur menemui si Jinwo kan? Cepat ganti pakaianmu.” Kata Raka sambil menyeret Velina masuk kedalam kamar.


“Cepat ganti pakaianmu atau aku yang akan menggantikan pakaianmu.” Kata Raka.


“Jangan masuk dan tunggulah diluar.” Kata Velina langsung menutup pintu dan menguncinya.


Beberapa menit kemudian, Velina keluar dari kamarnya.


“Meskipun wajahmu memar tapi aura kecantikanmu tetap terpancar sayang.” Kata Raka.


“Lepaskan tanganku, aku bisa jalan sendiri.” Kata Velina.


“Hari ini kita ke restoran Jepang.” Kata Raka.


Sebenarnya Velina ketakutan namun dia telah berjaga-jaga dengan membawa alat setrum untuk melindungi dirinya dari Raka.


“Lihat saja nanti jika kamu macam-macam denganku, aku akan membuatmu lemas karena setrum ini, aku sudah menyimpannya didalam tas.” Kata Velina dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2