Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 12


__ADS_3

Velina ternyata kembali ke rumahnya, dia berlari ke halte untuk mengendarai bus. Ketika Velina akan menaiki bus, Raka menarik tangan Velina.


“Raka, lepaskan tanganku.” Kata Velina.


“Aku mohon, turunlah.” Kata Raka.


“Aku ingin menyendiri jadi tolong jangan seperti ini.” Kata Velina. Akhirnya Raka ikut naik bus untuk menemani Velina.


“Kenapa kamu ikut naik bus? Cepat turunlah.” Kata Velina.


“Papa kamu ingin aku menjagamu, kamu ingat kan pesan papa kamu saat kita akan berangkat ke Korea saat itu?” Tanya Raka.


“Hmmmm memangnya aku anak kecil.” Gerutu Velina.


“Cepat duduklah, aku berdiri saja.” Kata Raka.


“Kamu yakin mau berdiri? Rumahku saja masih jauh dari sini.” Kata Velina.


“Jangan khawatir.” Kata Raka.


“Lupakan ucapan papaku tadi ya, maaf jika papaku seperti itu kepadamu.” Kata Velina.

__ADS_1


“Tidak apa-apa kok.” Kata Raka.


“Kamu tidak menganggap ucapan papa serius kan? Jangan pikirkan ucapan papaku, aku benar-benar tidak paham lagi dengan keinginan papaku kali ini.” Kata Velina.


“Sejauh apa memangnya hubunganmu dengan Jinwo? Kamu dan dia kan berbeda dan papa mama kamu menentangnya. Apa rencanamu setelah ini?” Tanya Jinwo.


“Kamu pernah tidak merasa seakan hidupmu seperti berada di titik rendah dan kamu tidak tau harus melakukan apa-apa lagi, kamu tidak punya siapa-siapa kemudian datanglah seseorang yang menolongmu, memberimu solusi dan dia melakukannya dengan tulus tanpa maksud tertentu? Seseorang itu adalah Jinwo, memang hubunganku dengannya tidak seperti pasangan lainnya yang terlihat romantis dan indah dilihat, aku dan dia memiliki selera humor yang tinggi bahkan aku dengannya saling menghibur, ya bisa dibilang dia selalu bisa mengimbangi aku. Meskipun dia seorang laki-laki pada umumnya, tapi dia memperlakukanku layaknya seorang wanita ya meskipun ujung-ujungnya membuatku tertawa dengan tingkahnya, dan dia juga tidak pernah melewati batas.” Kata Velina.


“Tapi sampai seberapa lama dia bisa menahan dengan batasan itu? Semua laki-laki sama.” Kata Raka.


“Berarti kamu pun juga sama.” Kata Velina.


Raka hanya terdiam.


“Tunggu.” Kata Raka menarik tangan Velina.


“Velina.” Panggil Jinwo, ternyata Jinwo berada didepan gedung apartemen Velina.


“Kamu? Kenapa kamu bisa ada disini?” Tanya Velina.


“Aku kebetulan lewat.” Kata Jinwo.

__ADS_1


“Kebetulan? Memangnya kamu mau kemana?” Tanya Velina lalu melepaskan tangan Raka.


“Aku aku dari ah iya aku dari jalan-jalan sekalian berolahraga.” Kata Jinwo.


“Sejak kapan kamu berolahraga mengenakan kemeja dan jeans seperti itu?” Tanya Velina.


“Aku sedang mengikuti gaya ala miss universe.” Kata Jinwo asal menjawab.


“Astaga dasar g*bl*k bikin malu aja kalau mencari alasan. Pulang sana, aku mau masuk dulu kedalam.” Kata Velina sambil menahan tawa lalu dia langsung masuk kedalam gedung apartemennya.


“Astaga Jinwo Jinwo, bilang saja mau menghampiri Velina kan?” Tanya Raka.


“Kenapa kamu bisa pulang bareng pacarku yang sangat cantik paripurna menawan indah?” Tanya Jinwo.


“Ternyata benar apa kata Velina ya, kamu itu orangnya memiliki selera humor yang sangat receh.” Kata Raka sambil menahan tawa.


“Hmmmm ya begitulah, bagi dia aku itu seperti badut karena paling mudah membuat dia tertawa. Aku mau balik dulu.” Kata Jinwo.


“Mau minum kopi tidak? Aku traktir kopi.” Ajak Raka.


“Kamu mengajakku minum kopi? Kamu ingin menggodaku ya? Maaf tapi aku tidak semudah itu untuk tergoda dengan rayuanmu.” Kata Jinwo yang membuat Raka jijik dan tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


“Astaga Jinwo Jinwo, aku tunggu di kafe seberang.” Kata Raka.


“Ok.” Jawab Jinwo.


__ADS_2