Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 13


__ADS_3

Di kafe.


“Tadi aku ke tempat penginapan orang tuanya Velina.” Kata Raka.


“Terus?” Kata Jinwo sambil menyeruput kopinya.


“Ya aku hanya memberi tahu saja kepadamu agar tidak ada kesalahpahaman.” Kata Raka.


“Lalu kamu mengantar Velina pulang naik bis? Katanya kamu kaya kenapa mengantar cewek naik bis? Oh sudah bangkrut ya sekarang? Maaf loh ya.” Kata Jinwo.


“Astaga, bukan begitu. Tadi Velina bertengkar dengan ayahnya lalu dia pergi, lalu aku mengejarnya dan ternyata dia akan menaiki bus lalu aku mencegahnya ternyata dia tetap ingin pulang akhirnya aku naik bus bersama dia sekaligus mengantarnya pulang. Mobilku ada di penginapan orang tua Velina.” Jelas Raka.


“Pasti karena aku, Velina orangnya kan sedikit keras kepala ditambah lagi ayahnya yang selalu menuntut Velina harus seperti ini dan itu.” Kata Jinwo.


“Pasti sulit di posisi Velina, dulu saja saat SMA dia selalu saja dituntut untuk mendapat peringkat 5 besar, jika gagal maka ayahnya akan menghukumnya dengan cara tidak memberinya uang saku padahal ya tau sendiri kalau keluarga Velina cukup berada.” Kata Raka.


“Setiap keluarga memiliki kekurangan dan kelebihan, apakah kamu cukup dekat dengan kakaknya? Siapa ya namanya Lisa tapi bukan member belekping.” Kata Jinwo.


“Hahahaha namanya kak Melisa. Aku tidak terlalu dekat dengannya, kenapa memangnya?” Tanya Raka.


“Tidak apa-apa, aku sering mendengar Velina dan kakaknya bicara di telfon.” Kata Jinwo.


Tiba-tiba Velina menelfon Jinwo.


“Aduh pujaan hatiku menelfonku, pasti dia tidak bisa istirahat karena merindukanku. Tunggu sebentar ya, aku mau menerima panggilan dari pacarku? Kamu tidak punya pacar kan? Hmmmm pasti kesepian, cepat cari pacar sana.” Kata Jinwo.

__ADS_1


“Hahahaha astaga Jinwo Jinwo, aku pergi dulu kalau begitu.” Kata Raka.


“Iya terima kasih kopinya, seleramu lumayan juga, tau saja kopi yang enak dimana.” Kata Jinwo.


**


Jinwo ke apartemen Velina.


“Mana makanan pesananku?” Tanya Velina dibalik pintu.


“Aku butuh makanan atau aku sih sebenarnya?” Tanya Jinwo.


“Makanan, aku lapar sekali soalnya.” Kata Velina, kemudian Jinwo masuk.


“Astaga tega banget ya, kamu tau tidak tadi aku berkeliling kesana kemari hanya demi pesananmu.” Kata Jinwo.


“Dasar cewek paling bisa kalau bicara ya, di tempat yang biasa kita kesana itu sedang tutup, lalu aku ke tempat lain tapi kamu bilang harus di tempat itu akhirnya aku cari di cabang lain hmmmmm, melelahkan juga ya punya pacar sepertimu, aku kesana kemari kelelahan loh dan setibanya disini kamu hanya butuh makanan hmmmmm, untung ya aku ini sabar, baik hati, tampan dan tak ada duanya.” Kata Jinwo yang membuat Velina tertawa.


“Hehehehe maaf sayang.” Kata Velina lalu memeluk Jinwo sambil tersipu malu karena Jinwo memperhatikan Velina.



“Peluk saja ya kurang lah.” Goda Jinwo.


“Nikahi aku dulu kalau mau semuanya. Tunggu dulu, aku kalau menikah nanti suamiku harus sunat karena memang seperti itu keyakinanku dan dalam medis juga sangat dianjurkan, kamu sudah sunat belum jerapah?” Tanya Velina.

__ADS_1


“Sunat? Maksud kamu pemotongan itu ya? Aku sudah sunat belum ya? Coba kamu cek, sudah atau belum?” Tanya Jinwo.


“Cepat buka celanamu kalau begitu. Kalau belum sunat, aku punya pisau khusus daging.” Kata Velina.


“Dasar g*bl*k, tentu saja sudah. Laki-laki di Korea juga banyak yang sunat karena memang dalam medis juga dianjurkan. Kamu mau memotongnya lagi? Bisa-bisa buntung dong, hilang sudah aset berhargaku, kalau hilang aset berhargaku lebih baik aku debut saja jadi idol Korea.” Kata Jinwo yang membuat tertawa terbahak-bahak.


“Astaga hahaha idol? Mana ada agensi yang mau mendebutkan laki-laki g*bl*k sepertimu, nyanyi aja tidak bisa apalagi menari hmmmmm lupakan jadi idol.” Kata Velina.


“Loh jangan salah, kalau aku pakai riasan dan pakaian wanita dijamin deh.” Kata Jinwo.


“Dijamin apa coba?” Tanya Velina.


“Dijamin jadi banci lah hahahaha.” Kata Jinwo.


“Pacarku yang halu, g*bl*k dan ga kaya-kaya banget tapi aku sayang sama dia, hmmm panjang umur ya kamu terus cari uang yang banyak buat aku, kamu yang cari uang lalu aku yang menghabiskan uangnya haha.” Kata Velina.


“Kalau aku kaya banget, mana mau aku pacaran sama kamu yang pendek, suka baper, manja dan menyebalkan lagi, rugi banyak aku.” Kata Jinwo.


“Stop jangan banyak bicara, buka mulutmu.” Kata Velina.


“Kamu benar-benar ya menyeramkan, bahaya banget coba, tadi suruh buka celana sekarang buka mulut.” Kata Jinwo.


“Aku mau potong-potong tubuh kamu, kayaknya enak kalau dibikin steak.” Kata Velina.


“Awwwww jangan, aku takut.” Kata Jinwo sambil menutupi dadanya yang membuat Velina tak bisa berhenti tertawa.

__ADS_1


“Sudah ya, kita makan saja.” Kata Velina.


__ADS_2