
Velina dan Jinwo saat ini berhasil kabur dari rumah Velina. Namun mereka bingung akan pergi kemana karena tidak ada tujuan.
“Kita mau kemana?” Tanya Jinwo.
“Aku tidak tau.” Kata Velina.
“Apalagi aku yang bukan orang sini, apa kita kembali saja ke Korea?” Tanya Jinwo.
“Aku tidak punya paspor, pasporku disita oleh papaku.” Kata Velina.
“Kalau begitu kita pergi ke tempat yang aman dulu saja, atau bagaimana kalau aku mengantarmu ke rumah saudaramu saja lalu aku akan kembali ke Korea, sepertinya kehadiranku membawa masalah untukmu.” Kata Jinwo.
“Kenapa kamu tidak bertanya kepadaku alasan kenapa aku bisa dikurung oleh papaku?” Tanya Velina.
“Karena aku menunggumu untuk cerita sendiri tanpa harus bertanya, saat ini kondisimu sedang tidak stabil mana mungkin aku bertanya masalah itu.” Kata Jinwo.
“Tuh kan kata-katamu membuatku tersentuh.” Kata Velina terharu.
“Apakah aku bisa memilikimu? Aku tidak ingin hubungan ini menjadi seperti ini, aku seperti seorang tawanan saja sampai dikurung dan dihalangi untuk bertemu denganmu. Seandainya Jinwo tau bahwa sebenarnya aku bukan sembarang orang disini pasti akan membuatnya sedih dan kecewa, haruskah aku mengikuti keinginan papaku untuk menikah dengan Raka untuk menghentikan masalah yang terjadi saat ini? Tapi aku tidak mencintainya, aku hanya mencintai Jinwo, hanya dia yang aku butuhkan dan hanya dia yang membuatku tetap tenang, aman dan tentunya bahagia. Tuhan apa yang harus aku lakukan saat ini?” Tanya Velina dalam hati.
“Kita jadinya kemana? Apa kita menginap di hotel saja?” Tanya Jinwo.
“Jangan, aku saja tidak membawa dompet, aku hanya membawa ponsel saja. Dompetku beserta isinya diambil sama mamaku, mereka hanya memberiku ponsel saja.” Kata Velina.
“Stop, jangan bicara.” Bisik Jinwo.
__ADS_1
“Ada apa?” Tanya Velina.
“Berikan ponselmu kepadaku.” Bisik Jinwo.
“Memangnya kenapa?” Bisik Velina.
“Bisa saja orang tuamu menyadap ponselmu sehingga mereka tau apa saja yang kamu lakukan dan kamu pergi kemana saja pasti mereka akan mengetahuinya.” Kata Jinwo sambil mengecek ponsel Velina, dan ternyata benar bahwa ponsel Velina telah disadap, Velina sangat kaget.
“Astaga kenapa orang tuaku tega melakukan hal ini kepadaku?” Kata Velina sambil menangis.
“Sudah aku hapus penyadapnya, lebih baik kamu ganti nomor saja jika tidak ingin dihubungi oleh mereka tapi apa tindakanmu ini benar?” Tanya Jinwo.
“Tentu saja tidak benar, mereka mengurungku hanya karena satu foto saja yang tidak benar.” Kata Velina.
Karena Jinwo khawatir dengan kondisi Velina, akhirnya Jinwo membawa Velina ke sebuah hotel.
“Aku pesan dua kamar, istirahatlah.” Kata Jinwo kemudian Jinwo menutup pintu kamar Velina namun Velina menarik tangan Jinwo.
“Kenapa? Aku dikamar sebelah kok.” Kata Jinwo.
“Ini fotonya, gara-gara foto ini papaku mengurungku dan tidak memperbolehkanku kembali ke Korea.” Kata Velina.
“Memangnya ini kamu? Ini foto editan dan ini bukan kamu, bahkan aku yang mengenalmu tidak sedari kecil juga tau kalau wanita difoto ini bukan kamu. Ini foto editan.” Kata Jinwo.
“Ada lagi foto ini, saat itu aku memang pergi ke bar dan aku menabrak laki-laki itu tapi papaku menuduhku aku bekerja di bar dan melayani para lelaki. Kalau yang foto editan tadi memang bukan aku tapi kalau foto di bar memang aku, aku sudah menjelaskan semuanya kepada papaku tapi mereka tidak mempercayaiku.” Kata Velina.
__ADS_1
Foto editan yang dimaksud oleh Velina adalah foto seorang wanita dan laki-laki yang bermesraan didepan hotel yang sedang masuk kedalam hotel, memang pakaiannya sama dengan pakaian Velina namun itu bukanlah Velina.
“Lalu apa rencana papamu? Apa dampak foto itu sangat bahaya?” Tanya Jinwo.
“Papaku tidak ingin aku kembali ke Korea, foto itu sudah menyebar di sosial media dan berpengaruh terhadap keluargaku.” Kata Velina.
“Foto itu akan berpengaruh terhadap pemilihan ya?” Tanya Jinwo yang membuat Velina sangat kaget.
“Dari mana kamu mengetahuinya?” Tanya Velina kaget.
“Aku dari dulu mengetahuinya karena saat aku ingin berkenalan denganmu aku sudah mencari tau latar belakangmu.” Kata Jinwo.
“Tapi tidak banyak orang yang mengetahui identitasku bahkan keluargaku sangatlah tertutup, apa jangan-jangan Raka yang memberitahumu?” Tanya Velina.
“Aku mencari tau sendiri.” Kata Jinwo.
“Bagaimana caranya?” Tanya Velina.
“Ayahku bekerja di sebuah agen rahasia tentu saja dengan mudah menemukan identitasmu.” Bisik Jinwo.
“Apa? Oh My God.” Kata Velina.
“Ayahku dan ayahmu saling mengenal satu sama lain.” Kata Jinwo.
“Bagaimana mungkin ayahku bisa mengenal ayahku?” Tanya Velina.
__ADS_1
“Aku tidak bisa memberitahumu, cepat istirahatlah.” Kata Jinwo.