Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 29


__ADS_3

Keesokan harinya.


Jinwo mengetuk pintu kamar Velina.


“Selamat pagi cantik, makan yuk.” Kata Jinwo.


“Aku makan didalam kamar saja, aku harus segera keluar dari sini, aku tidak punya uang untuk membayar sewa hotelnya sayang.” Kata Velina.


“Aku yang bayarin.” Kata Jinwo.


“Aku baru saja liat berita, ternyata dengan mudahnya berita tentang aku sudah redup tapi ada masalah baru lagi sayang.” Kata Velina.


“Ada apa lagi memangnya?” Tanya Jinwo.


“Kemarin keluargaku mengklarifikasi bahwa foto itu adalah aku dan Raka dan mereka juga bilang bahwa aku dan Raka akan segera menikah agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang meresahkan masyarakat, bagaimana ini sayang? Kenapa masalah semakin rumit sih.” Kata Velina sangat gelisah.


“Sabar, kan ada aku. Aku pasti akan membantumu menyelesaikan masalah ini.” Kata Jinwo.


“Apa yang akan kamu lakukan memangnya?” Tanya Velina.


“Serahkan saja padaku.” Kata Jinwo.


“Hanya kamu yang peduli padaku sayang, tunggu sebentar kakakku ingin bertemu denganku.” Kata Velina.


“Dia ingin bertemu denganmu? Untuk apa? Apakah dia ingin meminta bantuanmu lagi?” Tanya Jinwo.


“Aku tidak tau, aku harus menemuinya sendiri karena jika denganmu bisa jadi masalah, aku tidak ingin menyeret namamu kedalam masalahku.” Kata Velina.


“Kamu yakin akan menemui kakakmu sendiri?” Tanya Jinwo.


“Dia kan kakakku mana mungkin dia akan membahayakanku.” Kata Velina.


“Tetap saja aku khawatir denganmu.” Kata Jinwo.


“Tenang saja, aku jago bela diri kok.” Kata Velina.


“Jago bela diri tapi gampang nangis, gampang baper lagi.” Gerutu Jinwo.


“Kan kamu yang membuatku baper.” Kata Velina malu-malu.


“Baru aku goda saja sudah baper apalagi aku nikahi.” Goda Jinwo.


“Memangnya kamu mau menikahiku? Hmmmm.” Kata Velina.


“Lalu tujuan hubungan kita ini apa? Kita dipertemukan kan pasti untuk dimiliki bukannya malah dipertemukan tapi tidak untuk dimiliki.” Kata Jinwo.


“Kamu pasti habis nonton drama atau film romantis ya?” Tanya Velina.

__ADS_1


“Iya tapi sayangnya tidak bisa aku praktekkan.” Kata Jinwo.


“Praktek apa maksudnya?” Tanya Velina tampak polos.


“Kamu mau tau?” Tanya Jinwo.


“Iya, memangnya apa?” Tanya Velina.


Kemudian Jinwo mendekat ke wajah Velina dan membisikkan “Menciummu lalu tidur denganmu.”.


Tentu saja Velina sangat kaget dan spontan mendorong Jinwo hingga Jinwo terpental.


“Aaaaah aduhhh sakit kepalaku.” Kata Jinwo merintih kesakitan karena kepalanya terbentur dinding.


“Makanya jangan macam-macam kamu.” Kata Velina.


“Makanya jangan polos-polos.” Kata Jinwo kesal.


“Ya maaf sayang aku kan memang tidak mengerti.” Gerutu Velina.


“Tuh kan bagaimana aku bisa marah kalau melihatmu cemberut seperti itu.” Kata Jinwo sambil mengelus rambut Velina.


**


Jinwo menelfon ayahnya.


“Hallo, appa sekarang masih di Indonesia ya? Tepatnya dimana?” Tanya Jinwo. (appa adalah panggilan ayah dalam bahasa Korea)


“Apakah appa sedang satu ruangan dengan Bpk Trisna?” Tanya Jinwo.


“Iya benar, ada apa memangnya?” Tanya ayah Jinwo.


“Bisakah appa membantuku? Aku akan menuruti semua perkataan appa sebagai gantinya.” Kata Jinwo.


“Kembalilah ke Korea secepatnya setelah urusanmu beres, appa memang tidak berhak melarangmu dalam hubunganmu kali ini tapi appa hanya titip satu hal, jangan pernah kecewakan anak orang dan sebisa mungkin lindungi wanita yang kamu cintai, jangan seperti appa yang gagal melindungi ibumu. Apa yang bisa appa lakukan untukmu?” Tanya ayah Jinwo


“Bisakah appa memberikanku sesuatu yang membuat bpk Trisna takluk kepada putrinya?” Tanya Jinwo.


“Baiklah appa akan membantumu.” Kata ayah Jinwo.


**


Velina pergi menemui kakaknya di sebuah kafe.


“Kak Melisa.” Panggil Velina lalu langsung memeluk kakaknya.


“Bagaimana kabarmu? Kamu baik-baik saja kan?” Tanya Melisa.

__ADS_1


“Not good kak.” Kata Velina.


“Kakak pesankan makanan untukmu ya, kita makan dulu. Lihat berat badanmu turun drastis pasti karena masalah itu kan?” Tanya Melisa.


“Aku benar-benar tidak tau lagi harus berbuat apa kak untuk menghadai papa.” Kata Velina.


“Lebih baik tinggalkan saja pacarmu itu dan ikuti semua ucapan papa, memangnya kamu tidak takut jika berakhir sepertiku? Aku dibuang oleh papa dan tidak pernah sama sekali mencariku.” Kata Melisa.


“Aku bingung apa yang harus lakukan saat ini kak, tapi hanya Jinwo yang aku butuhkan dan dialah yang selama ini menguatkanku kak.” Kata Velina.


“Dia yang membawamu kabur dari rumah kan? Dia datang jauh-jauh dari Korea untuk mengajakmu kabur?” Tanya Melisa.


“Aku yang menyuruhnya untuk membawaku keluar dari rumah kak.” Kata Velina.


“Dia tau tidak kalau kamu anaknya seorang yang bukan sembarang orang?” Tanya Melisa.


“Awalnya dia tidak tau tapi lama-lama dia tau dengan sendirinya kak, aku bingung harus melakukan apa kak.” Kata Velina.


“Kakak pernah di posisi yang sama sepertimu, kakak di usir dari rumah dalam keadaan hamil besar lalu akhirnya kakak menikah dengan dia, seiring berjalannya waktu ternyata dia punya banyak hutang dan kakak saat itu belum punya penghasilan makanya kakak seringkali merepotkanmu tapi asal kamu tau saja bahwa kakak tidak pernah memberitahu papa tentangmu, bahkan kakak juga tidak pernah mengadu kepada papa kalau kamu pernah tinggal bersama dengan pacarmu. Kakak mengajakmu bertemu karena kakak tidak ingin ada kesalahpahaman diantara kita saja.” Kata Melisa.


“Aku tau kok kakak tidak mungkin mengadukan hal ini kepada papa, tapi aku tidak tau siapa yang memberitahu hal ini kepada papa.” Kata Velina.


“Bisa saja ini ulah si Raka karena suruhan ayahnya. Ayahnya Raka kan selalu mendikte papa.” Kata Melisa.


“Tidak mungkin kak, hubungan Raka dengan keluarganya juga tidak terlalu akur kok dan dia jarang sekali berkomunikasi dengan ayahnya apalagi yang menyangkut masalah keluarga kita.” Kata Velina.


“Bisa saja dia berkompromi dengan ayahnya untuk bisa mendapatkanmu, Raka itu menyukaimu sejak lama dan dia tidak bisa mendapatkanmu makanya dia melakukan banyak hal untuk membuatmu jatuh ke tangannya sekalipun melibatkan banyak orang, jangan terlalu dekat dan percaya sama Raka.” Kata Melisa.


“Lalu aku harus bagaimana kak menghadapi masalah ini?” Tanya Velina.


“Kenapa kamu tidak kembali lagi saja ke rumah dan buat papa mempercayaimu lagi, bilang saja kalau kamu sudah putus dan kembalilah ke Korea untuk menyelesaikan kuliahmu.” Kata Melisa.


“Kalau aku kembali pulang pasti papa dan mama akan mengurungku dan memarahiku lagi kak.” Kata Velina.


“Tidak, percaya sama kakak. Mama pasti akan melindungimu.” Kata Melisa.


“Melindungi apanya, bahkan mama mengunciku didalam kamar dan mengambil dompetku beserta pasporku kak.” Kata Velina.


“Itu karena terpaksa, mama melakukan itu karena takut dengan papa. Percaya deh sama kakak, kembalilah kerumah agar masalah ini segera mereda.” Kata Melisa.


“Kakak yakin?” Tanya Velina.


“Sangat yakin, kakak tidak ingin kamu bernasib sama denganku.” Kata Melisa.


“Baiklah kalau begitu, lalu bagaimana dengan Jinwo kak?” Tanya Velina.


“Beritahu saja sesuai rencana kakak tadi, bilang padanya kalau ini juga untuk kebaikan kalian berdua. Lagipula nanti kalau kamu kembali lagi ke Korea kan kamu bisa bertemu lagi dengannya.” Kata Melisa.

__ADS_1


“Terima kasih ya kak atas sarannya.” Kata Velina.


“Iya.” Kata Melisa.


__ADS_2