Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 37


__ADS_3

Hujan reda, akhirnya Jinwo mengantar Velina pulang.


“Mau langsung pulang?” Tanya Jinwo.


“Iya.” Jawab Velina singkat.


“Aku lapar jadi kamu harus membelikanku makan malam.” Kata Jinwo.


“Aku tidak lapar.” Jawab Velina.


“Tapi aku lapar jadi kamu harus bertanggungjawab kepadaku untuk membelikanku makan.” Kata Jinwo.


“Tapi aku harus cepat-cepat pulang, aku belum menata barangku dan barang bawaanku juga sangat banyak.” Kata Velina.


Akhirnya Jinwo mengalah demi Velina, dia mengantar Velina sampai apartemen.


Setibanya di apartemen.


“Terima kasih, aku turun dulu.” Kata Velina.


“Aku bantu bawa barangmu ke atas.” Kata Jinwo.


“Aku bisa membawanya sendiri kok.” Kata Velina.


“Baru kali ini aku mendengarmu bersikap baik dan sopan kepadaku.” Kata Jinwo sambil menertawakan Velina, Jinwo pun turun lalu membawakan barang milik Velina.


Mereka masuk kedalam lift, bahkan Jinwo langsung menekan lantai kamar Velina.


“Ternyata kamu masih ingat juga.” Kata Velina.


“Tentu saja aku ingat.” Kata Jinwo.


“Kalau keluar sendiri jangan pulang larut malam.” Kata Jinwo.


“Aku bisa mengurus diriku sendiri kok.” Kata Velina.


“Yakin tidak akan membuat orang lain khawatir?” Tanya Jinwo.


“Tentu saja.” Kata Velina.

__ADS_1


Pintu lift mereka terbuka.


“Kamu turun saja, aku bisa membawanya sendiri kok.” Kata Velina.


“Minggir.” Kata Jinwo langsung membawa barang Velina menuju ke depan kamar Velina.


“Cepat buka pintunya.” Kata Jinwo.


“Hmmmm.” Gerutu Velina, Velina pun membuka pintu kamarnya lalu menyuruh Jinwo masuk untuk meletakkan barang milik Velina.


Setelah itu Jinwo merasa kelelahan dan seketika duduk di sofa sambil menghela nafas.


“Huh huh huh ternyata berat juga barang bawaanmu.” Kata Jinwo.


“Aku kan tidak menyuruhmu untuk membantuku, kamu mau minum apa?” Tanya Velina.


“Ada apa saja di kulkasmu?” Tanya Jinwo.


“Adanya air kran.” Jawab Velina yang membuat Jinwo tertawa.


Tiba-tiba petir menggelegar yang membuat Velina menjadi kaget dan menangis ketakutan.


“Tenang, tidak apa-apa kok.” Kata Jinwo yang spontan memeluk dan menenangkan Velina.


“Aku kaget sekali sekaligus takut.” Kata Velina sambil menangis.


“Tidak apa-apa.” Kata Jinwo.


“Jangan pulang ya, aku takut.” Kata Velina.


Tiba-tiba terdengar suara perut Jinwo yang berbunyi.


“Kamu lapar ya?” Tanya Velina.


“Aku masak sesuatu dulu ya, ada apa saja di kulkasmu?” Tanya Jinwo.


“Aku belum pergi ke supermarket jadi kulkasku kosong.” Kata Velina.


“Sama sekali?” Tanya Jinwo.

__ADS_1


“Cuma air kran saja sama mie instan yang aku bawa dari Indonesia.” Kata Velina.


“Duduklah di atas sofa dulu, aku mau masak mie instan dulu.” Kata Jinwo.


“Mau aku bantu?” Tanya Velina.


“Tidak perlu, aku tidak percaya dengan masakanmu.” Kata Jinwo.


“Memangnya kenapa sih dengan masakanku?” Tanya Velina.


“Masakanmu selalu asin, kalau tidak aslin ya hambar.” Kata Jinwo.


“Tapi selama ini kamu selalu menghabiskan makanan buatanku.” Kata Velina.


“Nanti kalau aku tidak menghabiskannya, kamu pasti marah dan kamu akan cuek kepadaku. Mana mungkin aku bisa menghadapimu yang sedang cuek kepadaku?” Tanya Jinwo.


“Sepertinya kamu terkena virus deh saat itu.” Kata Velina.


“Virus apa memangnya?” Tanya Jinwo.


“Virus bucin alias budak cinta.” Kata Velina sambil tertawa.


“Virus itu benar-benar membunuhku hingga aku seperti orang gila.” Kata Jinwo sambil tertawa.


“Tapi kamu meninggalkanku.” Kata Velina.


“Kamu justru bertunangan dengan Raka, kamu pikir saat itu aku baik-baik saja?” Tanya Jinwo.


“Aku tidak punya pilihan lain. Apakah kita tidak bisa bersatu lagi seperti dulu?” Tanya Velina.


“Aku juga ingin kita seperti dulu lalu bagaimana dengan tunanganmu si Raka?” Tanya Jinwo.


“Aku bingung, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan saat ini.” Kata Velina.


“Aku tau apa yang harus kita lakukan saat ini?” Tanya Jinwo.


“Apa memangnya?” Tanya Velina.


Jinwo mendekati Velina lalu menciumnya, seketika Velina pun menutup kedua matanya dan merasakan sensasi panas dingin dan dalam hatinya ia berkata “Kamu telah merebut my first kiss ku dasar jerapah.”

__ADS_1


__ADS_2