Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 8


__ADS_3

Velina bingung karena baju gantinya ada di lemari sehingga dia berteriak meminta tolong kepada Jinwo.


“Jerapah kamu dimana? Aku mau minta tolong ambilkan bajuku didalam lemari.” Teriak Velina dari dalam kamar mandi.


“Keluar saja, lagipula aku tidak akan tertarik denganmu meskipun tanpa memakai baju sehelaipun.” Kata Jinwo.


“Cepat ambilkan saja bajuku, ada di lemari. Ambilkan piyamaku saja.” Kata Velina.


“Hmmmm.” Gerutu Jinwo.


“Astaga aku baru ingat, lemariku kan berantakan, bahkan aku lupa memisahkan bajuku dan pakaian dalamku, aduh gawat.” Kata Velina dalam hati.


“Jerapah cepat keluarlah dari sini, aku lupa belum merapikan lemariku.” Kata Velina sangat malu.


“Bra milikmu tebal sekali? Biar terlihat berisi ya hahahaha, depan belakang rata semua sih.” Kata Jinwo tertawa terbahak-bahak menertawakan Velina.


“Jangan banyak bicara, cepat keluar dari apartemenku dulu.” Bentak Velina.


“Aku sudah didepan kamar mandi, buka pintunya.” Kata Jinwo.


“Tidak mau, aku kan tidak memakai apapun dan hanya terlilit handuk saja.” Kata Velina.


“Aku taruh di gagang pintu, aku tunggu dibawah. Lima menit tidak turun, aku akan kembali lagi untuk melihat isimu hahahahaha.” Kata Jinwo, lalu dia keluar dari apartemen Velina dan menunggu didalam mobilnya. Velina pun segera berganti pakaian lalu segera turun ke bawah untuk menemui Jinwo.

__ADS_1


**


“Buka pintunya.” Kata Velina mengetuk pintu mobil Jinwo.


“Hahahah, cepat masuklah.” Kata Jinwo yang tak henti-hentinya tertawa.


“Stop, tidak ada yang lucu.” Kata Velina kesal.


“Haha akhirnya ketahuan juga, heh asal kamu tau saja ya aku memacarimu bukan karena itu. Apa jangan-jangan kamu menggodaku dengan memakai bra super tebal itu?” Goda Jinwo.


“Kamu apa-apaan sih, jangan bikin malu. Lalu kamu memacariku karena apa?” Tanya Velina.


“Karena aku kasihan denganmu, laki-laki mana yang mau sama kamu kalau bukan aku?” Goda Jinwo.


“Hmmmm masih banyak laki-laki yang tertarik denganku selain kamu kok.” Kata Velina.


“Siapa? Oh itu yang tertarik denganmu? Hmmmm tetap saja aku pemenangnya, hmmm dia tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku, buktinya dia kalah dariku.” Kata Jinwo.


“Setidaknya dia punya keyakinan yang sama denganku.” Kata Velina sambil menjulurkan lidahnya ke Jinwo.


“Tapi kalau bertepuk sebelah tangan ya sama saja bohong.” Kata Jinwo.


“Memangnya kamu akan menikahiku? Bukannya kamu berpacaran denganku hanya untuk bersenang-senang saja ya?” Tanya Velina.

__ADS_1


“Angkat telfonnya.” Kata Jinwo, lalu dia keluar dari mobil sedangkan Velina masih didalam mobil.


“Hallo ada apa Raka?” Tanya Velina.


“Besok aku antar ke Bandara ya?” Kata Raka.


“Apa? Bandara? Memangnya ada apa?” Tanya Velina.


“Loh bukannya besok kakakmu datang ya bersama ibu dan ayahmu?” Tanya Raka.


“Apa? Tapi mereka tidak bilang apa-apa padaku.” Kata Velina.


“Bukannya waktu itu kamu sendiri yang bilang kepadaku ya kalau awal tgl 1 Desember keluargamu datang.” Kata Raka.


“Astaga besok tanggal 1 Desember ya? Ya ampun aku lupa, tidak perlu aku bisa pergi sendiri kok.” Kata Velina.


“Diantar sama siapa? Sama Jinwo? Bukankah orang tuamu menentang hubunganmu dengan dia ya?” Tanya Raka.


“Itu bukan urusanmu, aku bisa pergi sendiri kok. Terima kasih sudah mengingatkanku ya, aku benar-benar lupa kalau besok keluargaku datang.” Kata Velina.


“Mereka datang jam berapa memangnya?” Tanya Raka.


“Mereka tiba di bandara jam 1 siang.” Kata Velina.

__ADS_1


“Oh baiklah kalau begitu, salam untuk keluargamu ya.” Kata Raka kemudian Raka mematikan ponselnya.


“Aku tidak ingin Raka datang bersamaku, pasti mama dan papa akan membuatku canggung kalau Raka datang bersamaku besok. Lebih baik aku ajak Jinwo saja.” Kata Velina.


__ADS_2