
Pertemuan keluarga.
Minhyuk mengajak Velina bertemu dengan ibunya yaitu Minah di sebuah restoran.
“Hai silahkan duduk.” Kata Minah.
“Terima kasih bu.” Kata Velina.
“Aku dengar kamu dari Indonesia ya, kamu sangat cantik.” Kata Minah.
“Iya, terima kasih banyak.” Kata Velina sedikit heran karena terakhir bertemu saat di pemakaman nenek Jinwo tampak seperti tidak peduli. Sebenarnya Minah memang sangat menyayangi dan peduli dengan anak-anaknya namun setelah pernikahannya yang ketiga kali membuatnya dia sangat sibuk dengan urusannya, dan dia tinggal diluar negeri bersama suami barunya, namun untuk urusan asmara anak-anaknya, Minah tidak pernah ikut campur dan selalu mendukung dengan siapapun anak-anaknya berkencan dan akhirnya menikah, sehingga Minah tidak pernah sekalipun melarang anaknya berhubungan dengan siapapun, oleh karena itu Minah sangat mendukung hubungan Minhyuk dengan Velina, Minah juga tidak tau jika sebenarnya Velina pernah memiliki hubungan dengan Jinwo, bahkan Jinwo sendiri juga tidak tau jika saat ini Velina adalah calon istri Minhyuk.
“Dimana adikmu? Katanya dia datang.” Tanya Minah kepada Minhyuk.
“Katanya dia terjebak macet bu.” Kata Minhyuk.
“Jadi dia datang?” Bisik Velina.
“Iya, jangan khawatir ada aku. Dia sendiri kan bilang padamu kalau dia sudah melupakanmu.” Kata Minhyuk.
__ADS_1
“Tapi aku tidak siap bertemu dengannya apalagi dalam situasi seperti ini.” Kata Velina.
Tiba-tiba datanglah Jinwo.
“Maaf aku terlambat tadi dijalanan macet parah kak.” Kata Jinwo.
“Duduklah.” Kata Minhyuk.
“Pacar kakak sudah datang?” Tanya Jinwo tiba-tiba kaget melihat Velina.
“Kamu? Sedang apa kamu disini? Jangan bilang kalau kamu adalah.” Kata Jinwo.
“Jadi kalian bertiga saling kenal ya?” Tanya Minah.
“Maaf aku harus pergi, aku pergi dulu bu, kalian lanjutkan saja tanpa aku.” Kata Jinwo lalu dia pergi. Velina tampak bingung dan takut, akhirnya dia berpura-pura pergi ke toilet.
“Maaf saya permisi ke toilet dulu ya.” Kata Velina, lalu dia berlari keluar mengejar Jinwo sampai ke basement.
“Jinwo tunggu dulu.” Kata Velina mengejar Jinwo.
__ADS_1
“Bagaimana mungkin kamu menikah dengan kakakku? Kenapa harus kamu yang menikah dengan kakakku? Kamu ingin membuat hubunganku dengan kakakku menjadi hancur? Aku sudah bilang kepadamu untuk tidak muncul lagi dihadapanku tapi kamu justru muncul menjadi calon istri kakakku, apa memang dari awal kamu mengincar kakakku hah?” Bentak Jinwo.
“Bukan begitu, itu karena kamu tidak pernah mau mendengarkan ceritaku dan aku sama sekali tidak mengincar kakakmu, dia hanya ingin menolongku.” Kata Velina.
“Apa? Menolongmu? Pergi dari sini karena aku tidak akan pernah mau melihatmu lagi, jangan harap aku akan hadir di pesta pernikahan kalian.” Kata Jinwo, dari kaca spion ternyata Jinwo melihat ada Minhyuk dari kejauhan sedang mengamati dirinya.
“Keluargaku sedang jatuh lalu kakakmu datang membantuku dan ingin menikahiku, tapi aku tidak mau karena aku hanya ingin menikah denganmu tapi ternyata kamu sudah bersama wanita lain dan kamu telah melupakanku, aku sedih sekali rasanya dan menangis histeris lalu kakakmu datang menghampiriku dan mengajakku menikah.” Kata Velina.
“Lalu apakah kamu pada akhirnya jatuh cinta kepada kakakku?” Bentak Jinwo, namun Velina terdiam dan menangis sambil menunduk. Kemudian Minhyuk menghampiri mereka dan mengajak Velina pergi.
“Ayo kita masuk, ibu sudah menunggumu.” Kata Minhyuk.
“Seharusnya kamu yang menjelaskan hal ini kepada Jinwo.” Kata Velina.
“Bukankah sudah jelas kalau dia sudah tidak menyukaimu lagi.” Kata Minhyuk.
“Sepertinya benar dugaanku kalau memang dari awal kamu sudah mengincarnya, benar kata ibu kalau kita tidak bisa tinggal satu rumah dengan akur karena kamu selalu mengambil apapun yang menjadi milikku.” Kata Jinwo lalu dia pergi.
“Jinwo Jinwo jangan pergi.” Kata Velina.
__ADS_1
“Ayo kita masuk kedalam.” Ajak Minhyuk.