Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 7


__ADS_3

Didalam mobil


Velina dan Jinwo terdiam dan sangat canggung.


“Dari mana kamu bisa tau kalau aku ada disitu bersama Hyewon? Hyewon menyuruhmu untuk datang?” Tanya Velina.


“Tadi aku menelfonmu, tapi Hyewon yang menjawabnya dan dia bilang kalau sedang bersamamu makanya aku langsung datang menjemputmu. Kamu minum ya?” Tanya Jinwo.


“Mau aku minum atau tidak juga bukan urusanmu kan?” Tanya Velina.


“Lain kali kalau butuh apa-apa tolong dong hubungi aku, aku kan masih pacarmu.” Kata Jinwo.


“Aku sangat kesal dan marah denganmu, bahkan melihatmu saja membuatku kesal.” Kata Velina.


“Maaf.” Kata Jinwo.


“Sekarang aku tanya lagi sama kamu, apa yang terjadi waktu itu? Apa yang kamu lakukan padaku? Setelah kejadian itu, perutku sakit dan terasa mual. Aku takut kalau tiba-tiba aku hamil bagaimana?” Tanya Velina.


“Memangnya kamu hamil anak siapa? Siapa yang menghamilimu coba? Jangan berlebihan deh, lagipula mana mungkin aku melakukan itu padamu disaat kamu tertidur. Aku akan melakukan hal itu sama-sama suka, kan sama-sama enak, sama-sama saling menikmati. Aku hanya ingin mengerjaimu saja saat itu tapi kamu malah jadi seperti ini.” Kata Jinwo.


“Kenapa kamu tidak bilang kepadaku kalau kamu mengerjaiku dan itu semua bohong?” Tanya Velina.


“Memangnya kamu mau mendengarkan penjelasanku? Aku belum selesai bicara tapi kamu langsung pergi begitu saja.” Kata Jinwo.


“Maaf, maafkan aku ya.” Kata Velina sambil menatap wajah Jinwo.


“Hyewon turun dimana?” Tanya Jinwo.


“Di apartemenku saja.” Kata Velina.

__ADS_1


 


 


**


Setibanya di apartemen Velina.


Jinwo membawa Hyewon masuk kedalam apartemen Velina.


“Taruh saja di atas kasurku.” Kata Velina.


“Huh huh huh akhirnya, aku balik dulu. Lain kali jangan pergi ke bar tanpa aku.” Kata Jinwo.


“Memangnya kenapa?” Tanya Velina.


“Karena ujung-ujungnya merepotkan banyak orang, untung aku yang datang. Coba kalau orang lain yang datang, pasti orang lain yang akan menolongmu.” Kata Jinwo.


“Tidurlah, aku pulang dulu.” Kata Jinwo.


“Jangan pulang dulu.” Kata Velina sambil menarik baju Jinwo.


“Aku ada urusan penting, aku pulang dulu.” Kata Jinwo sambil senyum-senyum dalam hatinya yang sedang kegirangan.


“Maafkan aku.” Kata Velina langsung memeluk Jinwo dari belakang.


“Tidak bisa, aku pergi dulu. Astaga kenapa bau mu sangat busuk.” Kata Jinwo.


“Aku tadi menabrak tempat sampah.” Kata Velina.

__ADS_1


“Pantas saja bau busuk, lepaskan aku.” Kata Jinwo.


“Jangan pergi, aku masih ingin bersamamu.” Kata Velina.


“Mandi dulu sana, sumpah bau mu seperti bau bangkai.” Kata Jinwo.


“Meskipun aku bau, tapi kamu suka nempel-nempel padaku kan.” Kata Velina.


“Itu beda cerita.” Kata Jinwo.


“Hmmmm banyak alasan.” Kata Velina.


“Cepat sana mandi.” Kata Jinwo.


“Mandikan aku.” Kata Velina sangat manja.


Kemudian Jinwo menarik tangan Velina dan masuk kedalam kamar mandi. Jinwo mengambil shower lalu menyemprotkan ke seluruh tubuh Velina, Velina pun teriak-teriak karena bajunya jadi basah kuyup namun dia justru tertawa terbahak-bahak.


“Aaaaaaaa stop stop stop, bajuku basah semua kan jadinya.” Kata Velina sambi melompat meraih shower yang dipegang oleh Jinwo.


“Hahaha makanya tumbuh itu ke atas, cepat bersihkan tubuhmu. Aku tunggu diluar.” Kata Jinwo lalu keluar dari kamar mandi.


“Tunggu dulu, jangan pulang dulu.” Teriak Velina dari dalam kamar mandi.


“Ada makanan tidak? Perutku lapar.” Tanya Jinwo.


“Ada, coba buka kulkasku. Sepertinya ada bahan makanan.” Kata Velina.


“Kamu mau mie instan tidak?” Tanya Jinwo.

__ADS_1


“Boleh, pakai telur ya sama irisan cabe.” Teriak Velina.


__ADS_2