
Velina tiba di apartemennya.
“Masuklah, langsung istirahat ya. Selamat malam.” Kata Jinwo.
“Sepertinya aku akan pindah tempat tinggal.” Kata Velina.
“Loh kenapa?” Tanya Jinwo.
“Biaya sewanya katanya naik mulai bulan depan. Aku tidak mampu untuk membayarnya.” Kata Velina.
Jinwo tidak tau bahwa ayah Velina saat ini sedang mencalonkan sebagai seorang pemimpin daerah dan Jinwo juga tidak tau bahwa keluarga Velina kaya raya dan sangat terhormat, memang ayahnya dikenal sangat galak dan tidak mentolerir apapun yang akan menghalangi jalan atau kariri keluarganya, intinya keluarga Velina tidak akan mentolerir apapun yang menurut ayah Velina tidak cocok untuknya terlebih lagi jika itu mengganggu jalannya. Ayahnya akan menyingkirkan apapun yang dianggap mempengaruhi keberhasilannya, bahkan ayahnya rela menyingkirkan Melisa kakak Velina karena ayahnya menganggap bahwa Melisa adalah aib dan beban keluarga. Selama ini ayah Velina selalu mengirimkan banyak uang untuk Velina namun cepat habis karena diberikan kepada kakaknya, sehingga dia sampai bekerja paruh waktu untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
“Aku yang akan membiayai apartemenmu.” Kata Jinwo.
“Jangan, aku tidak mau menyusahkanmu lagi.” Kata Velina.
“Aku sama sekali tidak keberatan, memangnya kamu mau pindah kemana?” Tanya Jinwo.
“Aku tidak tau, kakakku lagi-lagi menelfonku untuk meminta uang, aku bahkan sudah menjual mobilku tanpa sepengetahuan orang tuaku, aku bilang kalau mobilku waktu itu mengalami kecelakaan sehingga mereka tidak tau. Mereka waktu itu menawarkanku mobil lagi tapi aku menolaknya karena pasti kakakku akan menyuruhku untuk menjualnya dan memberikan uang hasil mobil itu ke dia lagi, aku lelah jerapah.” Kata Velina.
“Pasti ada solusi kok.” Kata Jinwo.
__ADS_1
“Aku sudah buntu dan tidak tau harus berbuat apa. Besok aku akan mencoba mendaftar di asrama kampus lagi saja, siapa tau aku bisa mendapatkan diskon karena dulu pernah tinggal disana.” Kata Velina.
“Aku ada kenalan orang yang menyewakan tempat tinggal semacam studio begitu, jadi ruangan ukuran sedang yang cukup lah untuk seorang mahasiswi, banyak kok mahasiswi yang tinggal disana. Lokasinya cukup dekat kok sama kampus kita.” Kata Jinwo.
“Boleh juga, aku mau deh tinggal disana.” Kata Velina.
“Nanti aku telfon pemiliknya ya, sekarang kamu masuk lalu istirahat besok kan kamu harus magang lagi. Setelah ini aku harus kembali ke rumah.” Kata Jinwo.
“Kamu tidak balik lagi ke Daegu?” Tanya Velina.
“Atasanku menyuruhku untuk magang di kantor pusat, aku sih senang sekali jadi bisa dekat denganmu dan bisa tinggal ditempatku sendiri.” Kata Jinwo.
“Karena hari ini aku lelah, jadi aku akan membiarkanmu. Tapi ingat kamu punya hutang denganku untuk menceritakan semuanya termasuk kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu seorang fotografer.” Kata Velina.
“Aku kan bisa foto ala model secara gratis.” Kata Velina.
“Hmmm mana ada model tingginya nanggung sepertimu, aku balik dulu.” Kata Jinwo.
“Masuklah sebentar, aku akan membuatkanmu makan malam.” Kata Velina.
“Wah kode baru nih. setelah makan malam kita bobok bareng deh.” Kata Jinwo.
__ADS_1
“Iya boleh, tapi kamu bobok didalam kamar mandi.” Bentak Velina.
“Hahahaha jahat sekali sih kamu.” Kata Jinwo sambil mencubit pipi Velina. Kemudian mereka masuk kedalam apartemen Velina.
“Di kulkasku cuma ada telur doang, sama ada mie instan.” Kata Velina.
“Bukan anak kos kalau tidak ada mie instan.” Kata Jinwo.
“Enak saja, aku tinggal di apartemen ya bukan di kos-kosan.” Kata Velina.
“Hanya sementara, setelah ini juga kamu pindah karena tidak mampu bayar biaya sewa apartemen kan hahahaha.” Ejek Jinwo.
“Hmmmmm benar juga apa katamu. Aku masak mie instan dulu ya.” Kata Velina.
“Aku saja, aku kapok makan mie instan buatanmu.” Kata Jinwo.
“Hahahaha kan waktu itu aku salah masukkan bumbu saja sayang.” Kata Velina tertawa.
“Tetap saja hasil itu lebih utama, minggir biar aku saja yang masak.” Kata Jinwo.
__ADS_1
Kemudian Velina memeluk Jinwo dari belakang.
“Jangan tinggalkan aku ya sayang, kamu satu-satunya alasanku bisa tinggal disini, kamu yang selalu menguatkanku.” Kata Velina dalam hati.