
Minhyuk mengajak Velina makan malam di hotel. Awalnya Velina tampak canggung dan merasa aneh dan bingung dengan ajakan Minhyuk namun karena Velina menganggap Minhyuk seperti layaknya seorang kakak akhirnya dia mengiyakan ajakan Minhyuk. Setibanya di restoran hotel.
“Silahkan duduk.” Kata Minhyuk mempersilahkan Velina duduk.
“Terima kasih banyak kak, kakak kalau ingin kembali ke Korea tidak apa-apa kok, Jinwo pasti membutuhkan kakak.” Kata Velina.
“Jangan khawatir, kondisi Jinwo baik-baik saja kok bahkan dia sudah dirumah dan melakukan aktivitas sehari-hari. Dia tidak menghubungimu?” Tanya Minhyuk.
“Tidak kak, kapan hari aku mengirim pesan kepadanya namun dia tidak membalas pesanku. Lagipula aku sangat malu bertemu dengannya, aku tidak tau apa yang harus aku katakan kepadanya kak.” Kata Velina.
“Jadi yang dia tau tentangmu saat ini adalah bahwa kamu menikah dengan Raka, begitu ya?” Tanya Minhyuk.
“Iya kak, karena saat aku menghampiri Jinwo saat itu kan dia belum sadar bahkan kakak juga belum sempat ngobrol dengannya kak, maaf karena aku jadi merepotkan kakak.” Kata Velina.
“Tidak apa-apa, sebenarnya kemarin Jinwo menelfonku.” Kata Minhyuk.
“Dia bilang apa kak?” Tanya Velina.
“Katanya dia sudah melupakanmu dan merelakanmu dengan Raka.” Kata Minhyuk.
“Apa? Apakah dia tau kalau sekarang kakak sedang bersamaku di Jakarta?” Tanya Velina.
“Sebenarnya aku ingin memberitahunya tapi karena dia bicara seperti itu akhirnya aku tidak jadi memberitahunya. Sebaiknya temui saja dia dan kembalilah ke Korea.” Kata Minhyuk.
“Memang itu rencanaku kak, tapi keadaan telah berubah. Aku juga harus bekerja untuk bisa membantu orang tuaku kak, mereka hanya bisa pasrah.” Kata Velina.
__ADS_1
“Aku bisa membantumu. Tapi.” Kata Minhyuk.
“Tapi apa kak.” Kata Velina.
“Bisakah kamu membuka hati? Bisakah kamu melupakan Jinwo?” Tanya Minhyuk.
“Aku tidak tau kak, saat ini aku hanya harus fokus bekerja menghasilkan uang, nanti akan aku berikan kepada orang tuaku, karena kini mereka sudah tidak punya apa-apa lagi sedangkan masih ada beberapa hutang yang harus segera dilunasi. Tadi ibuku sempat berpesan kepadaku agar aku menikah dengan seseorang yang sukai begitu pula sebaliknya, setidaknya ada seseorang yang bisa melindungiku sekaligus menjagaku tapi Jinwo ternyata ingin melupakanku. Aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan kak.” Kata Velina sambil menangis, kemudian Minhyuk menenangkan Velina dengan menggenggam tangannya.
“Ada aku disini, aku akan melindungi dan menjagamu. Aku menyayangimu dengan tulus tapi aku juga tidak akan memaksamu.” Kata Minhyuk.
“Apa maksud kakak?” Tanya Velina.
“Aku ingin menikahimu.” Kata Minhyuk.
“Apa? Tapi aku tidak ada perasaan sama kakak, aku hanya menganggap kakak seperti layaknya seorang kakak. Aku masih menyukai Jinwo kak.” Kata Velina.
“Aku ingin mendengar jawaban dari Jinwo secara langsung apa benar dia ingin melupakanku.” Kata Velina.
“Baiklah, aku mengerti. Besok kita kembali ke Korea ya dan temuilah Jinwo. Aku akan menunggumu sampai kapanpun.” Kata Minhyuk.
**
Setibanya Velina di Korea. Velina di Jakarta selama dua bulan dan dalam waktu dua bulan itu Minhyuk selalu menemani Velina. Velina langsung menuju ke apartemen Jinwo. Saat dia tiba didepan gedung apartemen ternyata Velina melihat Jinwo sedang bersama wanita lain, Velina pun langsung menghampiri Jinwo.
“Jinwo.” Sapa Velina.
__ADS_1
“Sedang apa kamu disini?” Tanya Jinwo.
“Bisakah kita bicara?” Tanya Velina.
“Masuklah dulu nanti aku akan menyusul.” Kata Jinwo kepada wanita itu.
“Jadi kamu yang namanya Velina ya? Perkenalkan namaku Sooyoung pacarnya Jinwo.” Kata Sooyoung.
“Kamu bicara apa sih, cepat masuklah dulu.” Kata Jinwo.
Akhirnya Jinwo dan Velina pergi ke kafe yang tak jauh dari apartemen Jinwo. Jinwo memesan kopi lengkap dengan sepotong kue kesukaan Velina yaitu macarone.
“Terima kasih, ternyata kamu masih ingat dengan kesukaanku di kafe ini.” Kata Velina.
“Ada apa lagi kamu menemuiku?” Tanya Jinwo.
“Bagaimana kabarmu? Kamu baik-baik saja kan? Jadi kamu sudah memiliki pacar baru ya.” Kata Velina.
“Itu bukan urusanmu. Aku sudah bahagia dengan kehidupanku saat ini dan aku sudah melupakanmu jadi aku mohon jangan muncul lagi didepanku.” Kata Jinwo.
“Sebenarnya aku tidak jadi menikah dengan Raka, aku kembali pulang karena ada urusan.” Kata Velina.
“Itu bukan lagi urusanku.” Kata Jinwo.
“Apakah kita tidak bisa kembali lagi seperti dulu?” Tanya Velina.
__ADS_1
“Kau anggap apa aku ini? Aku sibuk dan jangan pernah muncul lagi didepanku.” Kata Jinwo lalu dia pergi dengan perasaan yang tidak karuan, sedangkan Velina menangis. Ternyata Minhyuk mengawasinya dari luar dan melihat Velina menangis, akhirnya dia menghampiri Velina lalu mengantarnya pulang.