Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 9


__ADS_3

Velina pergi ke bandara untuk menjemput keluarganya dengan diantar oleh Jinwo. Sebenarnya dia sangat khawatir karena diantar oleh Jinwo tapi dia tidak peduli.


“Jam berapa mereka tiba?” Tanya Jinwo.


“Jam 1 siang.” Jawab Velina.


“Kamu yakin mau menjemput mereka dengan baju terbuka seperti itu?” Tanya Jinwo.


“Memangnya kenapa? Lagipula sekarang sedang musim panas kan.” Kata Velina.


“Apa kata keluargamu jika kamu memakai baju telanjang seperti itu? Cepat ganti bajumu.” Kata Jinwo.


“Enak saja baju telanjang, aku masih memakai baju kok.” Gerutu Velina.


“Lihat pahamu lalu perutmu, pasti orang tuamu akan berpikir bahwa kamu disini bergaul dengan sangat bebas kan hmmmm. Jangan pakai baju pendek apalagi kelihatan perutmu.” Kata Jinwo.


“Hmmmm bukannya laki-laki suka jika melihat wanita memakai pakaian seperti ini?” Tanya Velina.


“Iya memang suka, mereka enak dipandang tapi tidak untuk dimiliki. Cepat gantilah bajumu.” Kata Jinwo.


“Kamu kenapa jadi dewasa seperti ini sih jerapahku, aku kan jadi baper alias bawa perasaan.” Kata Velina.


“Dasar baperan, cepat ganti bajumu.” Kata Jinwo.


“Iya iya, kita balik lagi ke apartemenku? Kita sudah sampai sini loh.” Kata Velina.


“Kamu bagaimana sih? Pacarmu ini kan banyak uang, tinggal sebut saja kamu mau beli baju dimana?” Kata Jinwo dengan sombongnya sambil tertawa.


“Hmmmm kalau begitu aku mau beli baju di vhanel ya? Itu loh brand yang sangat terkenal.” Kata Velina.


“Kita ke rumah sakit dulu ya kalau begitu.” Kata Jinwo.

__ADS_1


“Hah? Mau ngapain ke rumah sakit?” Tanya Velina.


“Kita jual ginjal kita bareng-bareng hahahaha.” Kata Jinwo yang membuat tertawa terbahak-bahak.


“Astaga g*bl*k banget pacarku ini ya, bukannya ginjalmu murahan ya hahaha.” Kata Velina.


“Enak saja, ginjalku lumayan mahal kok, cukup lah buat beli baju merk vhanel.” Kata Jinwo.


“Dasar g*bl*k.” Kata Velina.


‘Meskipun aku g*bl*k, kamu masih saja mau denganku huuuuuuuu.” Kata Jinwo.


“Ya bagaimana lagi, sepertinya tidak ada laki-laki pandai yang mau denganku selain laki-laki g*bl*k sepertimu.” Kata Velina.


Kemudian mereka tiba di sebuah toko baju.


“Biar aku yang memilihkan baju untukmu.” Kata Jinwo.


“Aku saja yang memilih.” Kata Velina.


“Hmmmm baiklah, aku sedikit meragukan seperti apa seleramu kali ini.” Kata Velina.


“Kalau hanya jalan denganku saja, aku akan membelikanmu lingerie, tapi karena dengan keluargamu jadi aku akan membelikanmu karung dan kamu akan kumasukkan kedalam karung hahaha.” Kata Jinwo.


“Terus kamu akan menggelindingkan karung itu?” Tanya Velina.


“Tidak, aku akan mengawetkanmu pakai formalin.” Kata Jinwo.


“Lalu kamu akan menjadi seniman hebat dong? Karena membuat karya yang sangat fenomenal.” Kata Velina.


“Hmmmm tentu saja, dengan begitu aku akan menjadi kaya raya berkat dirimu hahaha.” Kata Jinwo.

__ADS_1


“Hmmmm repot juga punya pacar g*bl*k dan super imajinatif seperti dia.” Kata Velina.


Jinwo memilihkan baju untuk Velina.


“Coba pakai baju ini, pasti sangat cocok denganmu.” Kata Jinwo.


“Kamu yakin? Tapi baju ini sangat mahal loh.” Kata Velina.


“Jangan khawatir, nanti kalau uangku tidak cukup, aku akan menggadaikanmu.” Bisik Jinwo.


“Dasar kurang ajar, bisa sampai milyaran dong kalau kamu menggadaikanku.” Kata Velina.


“Apa? Paling juga cuma dapat sejuta, apa coba bagus-bagus nya dirimu sampai ada yang membayra milyaran.” Kata Jinwo.


“Kamu mau tau apa yang membuatku mahal?” Bisik Velina sambil membuka satu kancing kerahnya dan sambil mengedipkan matanya ke arah Jinwo untuk menggodanya.


“Hmmm rata semua depan belakang, tidak empuk sama sekali.” Kata Jinwo.


“Dasar kurang ajar.” Gerutu Velina sambil menendang kaki Jinwo.


Kemudian Velina segera mengganti pakaiannya, dan setelah selesai dia langsung keluar dari ruang ganti.


“Hei bagaimana? Cantik tidak? Cocok tidak denganku?” Tanya Velina.



“Waw bidadariku kenapa aku baru menyadari betapa cantiknya dirimu.” Rayu Jinwo.


“Hush jangan berlebihan, jangan bikin malu. Bagaimana? Cocok tidak?” Tanya Velina.


“Mbak bagaimana pacar saya? Cantik kan? Cocok kan bajunya?” Tanya Jinwo kepada mbak SPG.

__ADS_1


“Sangat cocok dan cantik sekali.” Kata mbak SPG sambil menahan tawa melihat kelakuan pasangan g*bl*k.


“Maaf ya mbak, pacar saya memang seperti ini, dia terjangkit virus cinta, dia seperti ini karena saking cintanya dengan saya hehe, harap maklum.” Kata Velina.


__ADS_2