
Velina mengobati bekas lukanya serta mengganti perban lukanya dengan sangat hati-hati karena dia tidak tahan dengan rasa sakit.
“Aduh sakit, hmmmm dulu aku pernah terjatuh dari tangga dan yang mengobati lukaku adalah Jinwo, sekarang dia tidak disini.” Kata Velina sambil menangis.
Dia semakin menjadi akhirnya dia pergi keluar untuk mencari udara segar, saat dia keluar ternyata ada sebuah tas plastik yang berisi makanan yang digantung di gagang pintu apartemen Velina. Velina tentu saja curiga bahwa Jinwo lah yang mengirim makanan tersebut, akhirnya dia pun segera berlari mengejar Jinwo. Hujan deras pun ia terjang sambil berteriak memanggil nama Jinwo.
“Jinwo Jinwo Jinwo aku tau itu kamu, kamu dimana?” Teriak Velina di tengah hujan deras sambil menangis, namun Jinwo tak kunjung keluar dari persembunyiannya. Jinwo dari kejauhan mengamati Velina yang sedang berteriak mencarinya di tengah hujan deras bahkan kini Velina berlarian di tengah jalan raya, akhirnya Jinwo pun tidak sanggup lagi melihatnya, dia pun turun dari mobil untuk menghampiri Velina. Saat akan menghampiri Velina ternyata Raka justru yang lebih dahulu menolong Velina, seketika Jinwo pun langsung memalingkan pandangannya dan segera berlari menuju mobilnya.
**
Raka membawa Velina kedalam apartemen Velina sendiri, Velina bahkan menggigil kedinginan.
“Aku akan mengeringkan rambutmu.” Kata Raka.
“Biar aku saja.” Kata Velina.
“Kamu selalu membuatku khawatir, lihatlah dirimu yang kehujanan seperti ini dan berlarian dipinggir jalan, kalau aku tidak menolongmu apa yang akan terjadi padamu?” Kata Raka.
“Jinwo menghampiriku, makanya aku berlari untuk mencari dan mengejarnya.” Kata Velina.
“Tapi dia tidak datang. Itu sama saja dia telah meninggalkanmu dan menelantarkanmu, dia sudah melupakanmu.” Kata Raka.
“Tadi aku ingin keluar untuk mencari udara segar, lalu aku lihat ada sesuatu yang tergantung di gagang pintu, aku yakin itu dari Jinwo makanya aku keluar untuk mencari dan mengejarnya.” Kata Velina.
__ADS_1
“Untuk mencari udara segar ditengah hujan lebat seperti itu, itu bahaya Vel. Kalau kamu masuk angin atau flu akibat kehujanan bagaimana? Kamu juga yang akan rugi loh. Oh iya bisa saja itu dari temanmu kan.” Kata Raka.
“Aku yakin itu dari Jinwo, karena itu berisi makanan kesukaanku dari restoran favoritku juga.” Kata Velina.
“Sekarang kamu istirahat dan jangan keluar.” Kata Raka.
Tanpa berkata sepatah katapun akhirnya Velina tidur, sedangkan Raka masih didalam apartemen Velina. Dia membuatkan minuman hangat untuk Velina, setelah itu dia simpan didalam penghangat, Raka juga menuliskan surat untuk Velina agar meminumnya setelah bangun tidur. Setelah itu barulah dia pulang.
**
Keesokan harinya.
Velina terbangun dan dia merasa badannya sakit semua, kemudian dia pergi ke dapur dan menemukan surat dari Raka. Namun Velina tidak meminum minuman yang disiapkan oleh Raka, Velina justru meminum minuman yang tidak seharusnya ia minum. Setelah itu dia pergi ke kampusnya.
“Bisakah kita bicara?” Tanya Velina.
“Masalah apa?” Tanya Jinwo.
“Tentang hubungan kita.” Jawab Velina.
“Hubungan kita sudah berakhir sejak kamu memblokir nomorku, oh iya selamat atas pertunanganmu dengan Raka.” Kata Jinwo.
“Itu bukan keinginanku.” Kata Velina.
__ADS_1
“Aku ada kelas tambahan.” Kata Jinwo lalu pergi.
“Semalam kamu datang ke tempatku kan?” Teriak Velina, seketika Jinwo menghentikan langkahnya.
“Untuk apa aku datang ke tempatmu?” Tanya balik Jinwo, akhirnya Velina mengajak Jinwo pergi ke taman untuk mengobrol.
“Kenapa membawaku kesini? Aku tidak ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Jinwo.
“Please be honest, kamu kan yang memberiku makanan itu lalu menaruhnya di gagang pintuku?” Tanya Velina.
“Aku semalam dirumah, bukankah semalam hujan lebat, jangan mengarang cerita.” Kata Jinwo.
“Aku bisa tau apakah kamu sedang berbohong atau tidak karena kita kenal tidak hanya satu dua hari saja, sampai kapan kamu berbohong kepadaku dengan berpura-pura tidak peduli denganku?” Tanya Velina.
“Terserah apa yang kamu katakan tentangku, yang pasti kita sudah tidak seperti dulu lagi.” Kata Jinwo.
“Aku sama sekali tidak pernah mengatakan untuk putus bahkan kita tidak pernah mengatakannya kan?” Tanya Velina.
“Anggap saja kamu telah mencampakkanku.” Kata Jinwo.
“Baiklah aku akan anggap begitu, asal kamu tau saja bahwa sampai saat ini pun aku tidak pernah menganggap bahwa kita berpisah.” Kata Velina.
“Selamat atas terpilihnya ayahmu sebagai kandidat presiden, semoga menang saat pemilihan nanti.” Kata Jinwo.
__ADS_1
Velina tidak mengatakan apapun lalu dia pergi. Namun dia sempat curiga terhadap Jinwo karena ayahnya belum mengumumkan bahwa ayahnya akan menjadi kandidat presiden saat pemilihan nanti, Velina curiga darimana Jinwo tau bahwa ayahnya akan menjadi kandidat presiden.