Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 44


__ADS_3

Jinwo dan Minhyuk kembali ke rumah nenek mereka. Setibanya dirumah, Velina membuatkan mereka makan dan minum.


“Kamu sedang apa? Jangan repot-repot, duduklah saja nanti aku akan memesankan makanan.” Kata Minhyuk.


“Tidak apa-apa kok kak, aku bisa masak kok. Tolong temani Jinwo dulu ya kak.” Kata Velina.


“Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak ya selalu ada untuk adikku.” Kata Minhyuk.


“Sama-sama kak.” Kata Velina.


Velina pergi ke dapur untuk memasak sedangkan Jinwo dan Minhyuk berada di ruang tamu sambil sesekali mengamati foto diri mereka bersama mendiang nenek mereka.


Tidak lama kemudian, Velina selesai memasak lalu mengajak Minhyuk dan Jinwo untuk makan.


“Kita makan dulu yuk, aku sudah membuat makanan.” Kata Velina.


“Maaf jadi merepotkanmu.” Kata Minhyuk.


“Tidak apa-apa kak.” Kata Velina, dia menghampiri Jinwo untuk mengajaknya makan.


“Makan yuk.” Ajak Velina.


“Aku tidak berselera makan, aku merindukan nenek.” Kata Jinwo.


“Nenekmu pasti sedih melihatmu seperti ini, nenekmu juga tidak ingin kamu kelaparan. Aku membuatkanmu masakan korea, mungkin tidak seenak buatan nenekmu tapi aku berusaha untuk membuat sesuai panduan kok.” Kata Velina.

__ADS_1


“Kamu membuat apa memangnya?” Tanya Jinwo.


“Aku memasak sundubujigae kesukaanmu, tadi aku lihat di kulkas juga ada kimchi, sepertinya itu buatan nenekmu ya. Jadi aku menambahkan kimchi juga.” Kata Velina.


“Benarkah? Berarti itu kimchi buatan nenek untuk yang terakhir kalinya.” Kata Jinwo lalu menangis.


“Sudahlah ikhlaskan, makan dulu yuk, aku akan menyuapimu.” Kata Velina.


Velina menyuapi Jinwo karena Jinwo terlihat sangat rapuh, sedih dan tak berdaya.


“Tolong jaga adikku, hanya kamu yang bisa menguatkan dia.” Kata Minhyuk.


“Jangan khawatir kak, aku pasti akan menjaganya.” Kata Velina.


“Tinggallah bersamanya, bukankah itu hal biasa disini.” Kata Minhyuk.


“Dia membutuhkanmu jadi aku mohon tinggallah bersama.” Kata Minhyuk.


“Maukah kamu tinggal bersamaku?” Tanya Jinwo sambil menatap Velina.


“Kita makan dulu yuk.” Kata Velina.


“Jawab dulu pertanyaanku.” Kata Jinwo.


“Kamu seharian belum makan, nanti kamu bisa sakit.” Kata Velina.

__ADS_1


“Setelah makan, aku akan antar kamu pulang.” Kata Jinwo.


**


Jinwo mengantar Velina pulang. Diperjalanan, Velina tampak diam saja dan menikmati pemandangan malam hari kota Seoul. Tiba-tiba Jinwo menggenggam tangan Velina.


“Ada apa?” Tanya Velina.


“Maukah kamu menikah denganku?” Tanya Jinwo.


“Apa? Kenapa kamu tiba-tiba membahas hal ini? Kita bahkan masih sangat muda.” Kata Velina.


“Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu, aku membutuhkanmu.” Kata Jinwo.


“Tapi kita berbeda dalam segi apapun dan kita tidak bisa bersatu, sulit bagi kita untuk bisa hidup bersama. Kamu tau sendiri kan kalau orang tuaku sangat menentangmu sangat menentang hubungan kita.” Kata Velina.


“Memangnya kamu masih ingin berharap dengan si Raka? Dia bahkan dengan tega menyakitimu.” Kata Jinwo.


“Aku melakukannya karena orang tuaku, orang tuaku sangat marah kepadaku karena aku melaporkan Raka ke pihak berwajib dan sebagai hukumannya aku harus menikah dengannya bulan depan, mungkin malam ini adalah malam terakhir kita bisa bertemu dan setelah itu aku akan pergi ke Bali untuk menikah dengan Raka dan aku akan tinggal disana. Aku tau ini keputusan yang sangat gegabah tapi aku tidak bisa menolaknya. Makanya aku menyempatkan untuk hadir di acara pemakaman nenekmu dan menghiburmu.” Kata Velina.


“No, please dont go dont leave me please. I love you i need you and i want to merry you.” Kata Jinwo.


“Aku yakin setelah ini kamu akan hidup bahagia bersama wanita yang jauh lebih baik lebih dari segalanya dibandingkan aku, maafkan aku tapi ini keputusan yang sudah bulat dan aku harus mulai menerima Raka sebagai calon suamiku.” Kata Velina.


Jinwo pun menangis, Velina memeluknya dengan sangat erat.

__ADS_1


“Maafkan aku, aku mencintaimu dan pertemuanku denganmu tidak akan pernah bisa aku lupakan sampai kapanpun, jaga dirimu dengan baik dan jalani hidupmu dengan baik. Kamu berhak bahagia, i love you.” Kata Velina lalu mencium Jinwo sambil menangis, mereka berdua pun terhanyut dalam kesedihan.


__ADS_2