
Raka mengajak Velina pergi ke supermarket.
Setibanya di supermarket.
“Kamu mau beli apa memangnya?” Tanya Velina.
“Aku mau membeli bahan-bahan untuk membuat kimbab, aku ketagihan dengan kimbab buatanmu jadi aku ingin membeli bahan untuk membuat kimbab, lalu aku akan memintamu untuk mengajariku.” Kata Raka.
“Aku? Aku tidak begitu pandai memasak loh padahal, aku saja melihat resep itu dari internet.” Kata Velina.
“Tapi kamu mau kan mengajariku membuat kimbab?” Tanya Raka.
“Bagaimana caranya aku bisa mengajarimu membuat kimbab?” Tanya Velina.
“Nanti mampir ke tempatku sebentar ya, aku mohon please mau ya.” Kata Raka.
“Tapi kan aku harus segera pulang Raka.” Kata Velina.
“Nanti aku akan mengantarmu pulang kok.” Kata Raka.
“Bukan masalah itu tapi aku tidak enak saja jika harus ke tempatmu.” Kata Velina.
“Pasti kamu sungkan ya dan tidak enak dengan Jinwo kan? Hei kita ini sahabat sudah lama bahkan aku dulu sering ke rumahmu begitu pun sebaliknya.” Kata Raka.
“Bagaimana ya?” Kata Velina.
“Ayolah sebentar saja kok.” Kata Raka.
“Baiklah kalau begitu.” Kata Velina.
**
Setibanya ditempat Raka.
“Silahkan masuk, selamat datang di apartemenku hehe.” Kata Raka.
“Wah luas sekali tempatmu, bisa buat balapan motor nih hahaha.” Kata Velina.
“Kamu ada-ada saja deh, aku masak nasi dulu ya.” Kata Raka.
“Iya, aku boleh menyalakan tv tidak?” Tanya Velina.
“Boleh, kamu bebas mau melakukan apa saja disini.” Kata Raka.
__ADS_1
“Aku tidak boleh terlalu lama disini, bisa gawat kalau sampai Jinwo mengetahuinya.” Kata Velina dalam hati. Kemudian dia pergi ke dapur untuk membantu Raka agar segera cepat selesai.
“Aku cuci sayurannya dulu ya, sekalian aku rebus juga biar cepat selesai.” Kata Velina.
“Oh iya terima kasih ya.” Kata Raka.
“Soalnya aku harus segera pulang kan, aku harus mengerjakan tugas juga.” Kata Velina.
Velina pun segera mencuci sayuran dan bahan lainnya lalu merebus sayuran tersebut, dia juga sambil membuat telur dadar sebagai bahan isian untuk kimbab.
“Vel kamu ingat tidak dulu saat SMA waktu kita ada pelajaran wirausaha, dan kita satu keompok? Kita heboh sekali saat itu padahal hanya membuat burger loh hahahaha.” Kata Raka.
“Iya ingat kok, hampir saja kita tidak bisa ikut pameran kelas gara-gara bahannya ketinggalan di rumahku.” Kata Velina.
“Akhirnya aku mengantarmu pulang untuk mengambil bahannya, dan pas selesai pelajaran eh kamu tertidur di kelas hahahaha.” Kata Raka.
“Iya waktu itu aku sangat kelelahan soalnya, aku tidak sadar tiba-tiba sudah di uks. Aku tanya ke teman-temanku juga tidak ada yang tau siapa yang membawaku ke uks.” Kata Velina.
“Aku yang membawamu ke uks, aku bilang saja ke wali kelas kita kalau kamu sedang sakit.” Kata Raka.
“Kamu? Kamu yang membawaku ke uks? Bagaimana caranya? Kenapa aku tidak sadar ya?” Tanya Velina.
“Aku menggendongmu waktu itu seperti ini.” Kata Raka sambil mempraktekkannya dengan menggendong Velina yang membuat suasana menjadi canggung.
Raka masih menatap wajah Velina, lalu Velina memalingkan pandangannya.
“Oh iya maaf maaf aku saking seriusnya bernostalgia jadi terbawa suasana.” Kata Raka lalu menurunkan Velina.
“Sayurnya sudah matang, aku tiriskan dulu.” Kata Velina.
“Ok Vel.” Kata Raka.
Raka pergi ke ruang tamu dan dia melihat ponsel Velina bergetar, Raka pun melihatnya.
“Vel ada yang menelfonmu.” Kata Raka.
“Oh iya? Siapa?” Tanya Velina.
“Jinwo.” Kata Raka.
“Jinwo, aku terima panggilan dulu ya. Itu nasinya sudah matang, tolong taruh di wadah ya lalu siapkan sayurnya juga ya.” Kata Velina.
“Siap chef Velina.” Kata Raka.
__ADS_1
Velina menerima panggilan di balkon.
“Hallo ada apa?” Tanya Velina.
“Aku kangen loh hmmmmm, cepat buka pintumu aku diluar ini.” Kata Jinwo.
“Apa? Kamu diluar? Kamu datang ke Seoul?” Tanya Velina kaget dan bingung.
“Iya karena tadi aku disuruh atasanku untuk ikut pergi ke acara di Seoul makanya aku sekalian mampir ke tempatmu, cepat buka pintunya.” Kata Jinwo.
“Tapi aku tidak ada dirumah saat ini.” Kata Velina.
“Memangnya kamu dimana?” Tanya Jinwo.
“Aku dirumah temanku, dan sepertinya aku masih lama pulangnya jerapah sayang.” Kata Velina.
“Jadi kita tidak bisa bertemu? Hmmmmm aku kecewa.” Kata Jinwo.
“Maaf ya, kita bertemu di akhir pekan saja ya. Kamu baliknya bagaimana?” Tanya Velina.
“Atasanku menginap di hotel dekat sini, besok pagi aku balik.” Kata Jinwo.
“Lalu sekarang kamu mau kemana?” Tanya Velina.
“Aku balik saja ke hotel, atasanku baik banget loh menyewakan satu kamar untukku.” Kata Jinwo.
“Benarkah? Wah enak sekali, di hotel mana memangnya?” Tanya Velina.
“Di Kimchee Hotel.” Kata Jinwo.
“Wah itu salah satu hotel berbintang loh.” Kata Velina.
“Iya, nanti kalau kamu tiba di rumah telfon aku ya.” Kata Jinwo.
“Iya pasti kok.” Kata Velina.
Tiba-tiba Raka menghampiri Velina.
“Velina sudah siap semua loh, ayo kita mulai.” Kata Raka. Velina sangat kaget mendengar Raka, dia juga sangat takut jika Jinwo mendengar suara Raka.
“Sayang itu suara siapa? Kok sepertinya aku tidak asing ya, sayang sayang.” Kata Jinwo.
“Nanti aku telfon lagi ya.” Kata Velina lalu menutup panggilannya.
__ADS_1