
Jinwo mengantar Velina pulang.
Didalam mobil, Velina justru kepikiran dengan apa yang dilihatnya saat didalam bioskop tadi sehingga dia melamun.
“Hei hei kamu melamun?” Tanya Jinwo.
“Aku tidak habis pikir dengan pasangan di sebelahku tadi, mereka benar-benar sangat berani waaaah. Kenapa mereka tidak menyewa hotel saja, itu mengganggu penonton yang lain loh.” Kata Velina.
“Mungkin si cowok tidak punya uang untuk menyewa hotel.” Kata Jinwo.
“Bisa juga, oh iya besok aku dan Raka mau pergi ke tempat yang akan aku tempati untuk magang.” Kata Velina.
“Sama siapa saja?” Tanya Jinwo.
“Sama Raka, aku juga akan mentraktirnya makan karena dia telah membantuku mencarikan tempat magang untukku.” Kata Velina.
“Kenapa harus magang disana? Kenapa tidak mencari tempat lain saja?” Tanya Jinwo.
“Aku pikir disana sangat cocok dan sesuai dengan jurusanku, kamu tau sendiri kan aku selama ini terlalu pemilih sehingga kesusahan mencari tempat magang.” Kata Velina.
“Oh, memangnya mulai kapan magangnya? Kalau aku mulai minggu depan, dan tempatnya juga cukup jauh dari sini jadi aku akan mencari tempat tinggal yang dekat dengan lokasi tempat magangku.” Kata Jinwo.
“Aku juga mulai minggu depan, makanya besok aku dan Raka mau survey kesana. Bukannya dekat dengan kampus ya tempat magangmu?” Tanya Velina.
“Awalnya aku diterima di kantor pusat dekat sini tapi mereka menempatkanku di kantor cabang dan lokasinya lumayan juga dari sini, sekitar 3 jam dan bisa lebih, daripada aku bolak balik jadi aku akan cari tempat tinggal disana. Tapi aku sedikit khawatir denganmu jika aku jauh denganmu.” Kata Jinwo.
“Jangan khawatir, nanti setiap akhir pekan kita kan bisa bertemu, bagaimana?” Tanya Velina.
“Ok baiklah kalau begitu.” Kata Jinwo.
“Kapan kamu akan kesana? Kamu sudah dapat tempat tinggal memangnya?” Tanya Velina.
__ADS_1
“Belum, tapi aku dapat beberapa rekomendasi tempat tinggal di sekitar tempat magangku. Mungkin hari jumat aku akan pergi kesana sekalian membawa beberapa barangku. Kamu mau ikut?” Tanya Jinwo.
“Tentu saja aku harus ikut.” Kata Velina.
“Besok kamu dan Raka pergi jam berapa?” Tanya Jinwo.
“Setelah kelas jam 11, mungkin sekitar jam 2. Lokasinya dekat sini kok, kalau aku naik kereta express hanya melewati dua stasiun saja.” Kata Velina.
Tiba-tiba Jinwo memeluk erat Velina, Velina pun membalasnya.
“Jangan khawatir, kita harus sama-sama saling menjaga dan saling percaya satu sama lain kan. Aku juga tidak ingin kehilangan dirimu, aku terlalu menyukaimu.” Kata Velina.
“Padahal aku memelukmu bukan itu maksudku, tapi karena aku barusan kentut jadi aku ingin kamu merasakannya juga hahahaha.” Kata Jinwo.
“Apa? Dasar kurang ajar, lepaskan aku lepaskan.” Kata Velina sambil melepaskan pelukan Jinwo.
“Hahahhaa, cepat turun sudah sampai kita.” Kata Jinwo.
Dari kejauhan, Jinwo mengamati Velina sampai masuk kedalam lift.
“Aku tidak ingin kehilangan kamu, kamu segalanya bagiku meskipun aku sendiri tidak yakin apakah kamu juga menganggapku seperti itu, aku harap kamu juga begitu.” Kata Jinwo dalam hati, kemudian dia segera kembali pulang.
**
Raka dan Velina pergi ke tempat magang mereka.
“Cepat naik.” Kata Raka membukakan pintu mobil untuk Velina.
“Astaga, jangan seperti ini aku kan jadi sungkan denganmu.” Kata Velina.
__ADS_1
“Hehehe santai saja. Kita berangkat sekarang ya.” Kata Raka.
“Ya iya lah, masak tahun depan sih.” Kata Velina.
“Pakai sabuk pengamanmu.” Kata Raka.
“Iya.” Kata Velina.
“Kita magang mulai minggu depan.” Kata Raka.
“Iya, aku harus lebih bersemangat dan tidak boleh bermalas-malasan.” Kata Velina.
“Tentu saja, pacarmu magang dimana?” Tanya Raka.
“Di daerah Daegu, lumayan jauh kan? Makanya dia akan mencari tempat tinggal dekat tempat magangnya, dia ditempatkan di kantor pusat dekat sini awalnya lalu tiba-tiba dia ditempatkan di kantor cabang.” Kata Velina.
“Lumayan jauh dari sini.” Kata Raka.
“Iya, hmmm aku dan dia harus menjalani hubungan jarak jauh pasti kesepian.” Kata Velina.
“Kan ada aku, jadi jangan merasa kesepian. Kamu bisa manfaatkan aku kapanpun, kamu mau menyuruhku apapun juga silahkan.” Kata Raka.
“Kamu yakin? Si Jinwo saja pernah aku suruh membeli makanan jam 3 dini hari loh karena aku kelaparan dan dia membelikanku makanan dan mengantarnya ke tempatku haha.” Kata Velina.
“Aku bisa kok dan tidak keberatan.” Kata Raka sambil tersenyum.
“No no no, aku kasihan denganmu.” Kata Velina.
“Hehehe tidak apa-apa, tidak perlu sungkan apalagi kasihan padaku. Kita ini kan teman dekat bahkan keluarga kita juga sangat dekat.” Kata Raka.
“Tetap saja aku tidak enak denganmu.” Kata Velina agak canggung.
__ADS_1
“Kita sudah sampai, ayo kita turun.” Kata Raka.