Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 16


__ADS_3

Setibanya di bioskop.


“Mau lihat film apa?” Tanya Velina.


“Lihat film horor aja.” Kata Jinwo.


“Kok film horor sih? Aku kan takut jerapah sayang.” Kata Velina.


“Terus film apa?” Tanya Jinwo.


“Film romantis aja bagaimana?” Tanya Velina.


“Jangan.” Kata Jinwo.


“Loh kenapa kok jangan?” Tanya Velina.


“Aku takut.” Kata Jinwo.


“Takut? Takut kenapa memangnya?” Tanya Velina.


“Takut kalau adegan romantis mereka melebihi keromantisan kita sayang.” Goda Jinwo.


“Astaga kamu bisa aja, aku kan jadi tersipu malu.” Kata Velina menunduk malu tapi mau.


“Kan memang benar apa yang aku katakan.” Kata Jinwo.


“Lalu kita mau nonton film apa?” Tanya Velina.


“Film horor aja, kamu nanti kalau takut lari aja keluar.” Kata Jinwo.


“Hmmmm aku kira kamu bakal bilang aku akan memelukmu agar tidak ketakutan, jerapah jahat deh sama aku.” Kata Velina.


“Hahahaha itu kan pikiranmu, tunggu disini sebentar aku akan membeli tiketnya.” Kata Jinwo.

__ADS_1


“Jangan lama-lama, oh ya belikan popcorn sama minuman sekalian ya.” Kata Velina.


“Iya.” Jawab Jinwo.


Kemudian Jinwo segera memesan tiket film.


**


Didalam bioskop.


“Kita duduk di kursi nomor berapa?” Tanya Velina.


“Paling pojok nomor dua dari atas.” Kata Jinwo.


“Kenapa pilih pojok sih? Hayo kamu mau ngapain aku? Awas kalau kamu macam-macam kepadaku.” Ancam Velina.


“Justru kamu yang membahayakan, lihat saja nanti siapa yang mulai duluan.” Kata Jinwo.


Kemudian mereka segera menuju ke tempat duduk mereka.


“Kenapa bioskopnya sepi ya? Apa filmnya tidak terlalu bagus ya?” Tanya Velina.


“Semakin sepi semakin enak, kita bisa bebas melakukan apa saja.” Bisik Jinwo.


“Tuh kan kamu yang mulai, oh ternyata mulai banyak yang berdatangan.” Kata Velina.


“Sayang, sepertinya orang di sebelahku ini agak mes*m deh. Sepertinya mereka macam-macam nanti.” Bisik Jinwo.


“Bukankah hal seperti itu sering terjadi ya disini, hmmm daripada sembunyi-sembunyi kan lebih baik check in di hotel jadi lebih bebas melakukan apa saja.” Kata Velina.


“Mungkin mereka tidak mampu buat menyewa hotel makanya mereka melakukannya disini.” Bisik Jinwo.


“Jangan berisik nanti mereka mendengarnya loh.” Bisik Velina.

__ADS_1


“Eh filmnya sudah mulai, jangan bikin mali aku ya, jangan teriak-teriak apalagi sampai memukulku.” Bisik Jinwo.


“Berisik, fokus saja dengan filmnya.” Bisik Velina.


Tiga puluh menit waktu berjalan, mereka berdua masih dalam mode fokus sedangkan pasangan yang duduk di sebelah Jinwo sudah mulai bergerilya, mereka melakukan apa yang dilakukan layaknya seorang pasangan, mulai dari pelukan dan berciuman berkali-kali, tentu saja hal ini membuat Jinwo menjadi resah dan tidak nyaman. Sedangkan Velina fokus dengan film tersebut.


“Sayang.” Bisik Jinwo.


“Aduh ada apa sih? Berisik banget deh kamu.” Bentak Velina.


“Aku tidak nyaman dengan pasangan yang ada di sebelahku.” Bisik Jinwo.


“Bilang saja kamu pasti pengen kan?” Bentak Velina.


“Bukan begitu, aku ingin keluar dari sini saja rasanya. Ya meskipun aku pengen juga kamu pasti tidak mau melakukannya kan hmmmmm.” Gerutu Jinwo.


“Yasudah kalau begitu keluar saja dari bioskop, daripada kamu banyak bicara dan sangat berisik.” Bentak Velina.


“Kamu berani tidak kalau aku keluar?” Tanya Jinwo.


“Berani lah, kamu menunggu dimana?” Tanya Velina.


“Aku tunggu di kafe sebelah saja ya.” Bisik Jinwo.


“Iya.” Kata Velina.


Akhirnya Jinwo keluar dari dalam bioskop.


Tiba-tiba Velina tidak sengaja melihat ke samping dan ternyata pasangan tersebut justru semakin mesra, hal ini membuat Velina menjadi panas dingin.


“Astaga apa yang mereka lakukan, kenapa harus di dalam bioskop sih, aduh tangan si cowok masuk lagi kedalam bajunya si cowok, aduh tangan si cewek kemana itu ya? Astaga tangan si cewek sudah di dalam celana si cowok saja, hmmmm aku tidak kuat lagi melihat kelakuan mereka, lebih baik aku keluar saja.” Kata Velina dalam hati.


Akhirnya Velina pun keluar dari bioskop.

__ADS_1


__ADS_2