Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 42


__ADS_3

Setibanya di resto Jepang.


“Duduklah.” Kata Raka.


“Aku tidak lapar, jadi aku minum saja.” Kata Velina.


“Cepat makan kalau kamu tidak ingin aku hajar lagi.” Kata Raka.


“Apakah kamu sekasar itu?” Tanya Velina.


“Jangan banyak bertanya dan lakukan apa yang aku perintahkan.” Kata Raka.


“Kamu kira aku apa bisa seenaknya kamu perlakukan seperti ini?” Tanya Velina yang membuat Raka menjadi sangat kasar. Tanpa banyak berkata-kata, Raka pun berdiri dan menyiramkan minuman ke wajah Velina, Velina berhasil menghindar dan gelasnya pun terjatuh dan pecah.


“Kamu benar-benar sangat kasar dan kejam.” Kata Velina lalu dia kabur dari restoran. Dia berlari lalu mencari taksi di sekitar ternyata tidak ada taksi, dia pun terus berlari sedangkan Raka mengejar Velina dengan mengendarai mobil.


“Aduh gawat ternyata Raka mengejarku, bagaimana ini?” Tanya Velina, akhirnya dia pergi ke kantor polisi setempat.

__ADS_1


“Tolong tolong saya, pacar saya akan menghukum saya dan menghajar saya.” Kata Velina.


“Ada apa nona? Apa yang terjadi? Dimana pacarmu?” Tanya petugas polisi.


“Itu dia pak, dia datang kemari. Lihat pipi saya memar dan dia baru saja menyiram saya dengan minuman. Tolong lindungi saya pak.” Kata Velina.


Ternyata Raka masuk ke dalam kantor polisi untuk menjemput Velina.


“Selamat pagi pak, perkenalkan saya Raka kekasih nona tersebut. Semua yang dibilang oleh nona Velina tidak benar pak. Saya justru ingin menjemput dan membawanya kembali pulang.” Kata Raka.


“Jangan mempercayainya.” Kata Velina.


“Ah bukti ya bukti aduh dimana buktinya.” Kata Velina kebingungan.


“Sayang ayo kita pulang saja ya.” Kata Raka.


“Jangan dekat-dekat aku, saya ada bukti melalui rekaman pak. Saat dia memukul saya, saya merekamnya. Ini buktinya pak kalau Raka melakukan kekerasan terhadap saya.” Kata Velina memberikan rekaman kepada petugas polisi, dan ternyata memang benar bahwa rekaman tersebut menunjukkan bahwa Raka menampar pipi Velina berkali-kali, hal ini membuat perbuatan Raka di proses dalam kepolisian. Kini Velina bisa kembali pulang dengan aman sedangkan Raka harus berurusan dengan pihak polisi.

__ADS_1


**


Velina kembali pulang ke apartemennya ternyata apartemennya telah diambil alih oleh Raka dan semua barang milik Velina ada di bagian resepsionis. Velina pun segera turun menemui resepsionis untuk mengambil barang miliknya. Kini dia tidak tau harus pergi kemana, karena memang Raka lah yang menyewakan apartemen untuk Velina. Dia menangis dan tidak tau harus berbuat apa, dia ingin sekali menelfon Jinwo namun dia merasa malu dan bersalah jika meminta tolong kepada Jinwo. Dia ingin menelfon orang tuanya namun dia takut, akhirnya dia memberanikan diri untuk menelfon Jinwo.


“Iya halo, ada apa?” Tanya Jinwo.


“Bagaimana kabarmu?” Tanya Velina.


“Aku baik.” Kata Jinwo.


“Syukurlah kalau begitu, kamu dimana sekarang?” Tanya Velina.


“Aku sedang dirumah duka.” Kata Jinwo.


“Apa? Memangnya siapa yang meninggal?” Tanya Velina.


“Nenekku, bisakah kamu kemari?” Tanya Jinwo.

__ADS_1


“Aku kesana sekarang.” Kata Velina, dia langsung pergi mengendarai bus menuju rumah duka untuk menghampiri Jinwo.


“Kasihan sekali Jinwo dia kehilangan neneknya, neneknya kan orang yang sangat dekat dengan Jinwo. Lebih cepat naik taksi tapi uangku habis jadi aku naik bus saja deh. Tunggu Jinwo, aku akan segera menghampirimu.” Kata Velina.


__ADS_2