Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 26


__ADS_3

Velina tiba di Jakarta dan dia sudah dijemput oleh supir pribadi ayahnya.


“Selamat datang nona, silahkan masuk kedalam mobil.” Kata supir.


“Apa yang terjadi? Ada masalah apa pak?” Tanya Velina.


“Nanti nona akan mengetahui sendiri.” Kata supir.


“Firasatku buruk loh pak.” Kata Velina.


“Kita langsung menuju ke rumah ya nona.” Kata supir.


“Iya pak. Oh iya selama aku di Korea apakah kak Melisa pernah berkunjung ke rumah?” Tanya Velina.


“Tidak pernah nona karena tuan dan nyonya melarang nona Melisa datang ke rumah sekalipun sedang ada perayaan dirumah.” Kata supir.


“Sebenarnya kasihan kak Melisa tapi dia selalu saja menyusahkanku tanpa ingin tau seperti apa keadaanku.” Kata Velina.


“Sebaiknya nona bicarakan saja nanti dengan tuan dan nyonya.” Kata supir.


“Sejak kapan papaku mau mengerti seperti apa kemauanku? Makanya aku akhir-akhir ini tidak pulang ke Jakarta karena keadaan rumah yang seperti itu.” Kata Velina.


Setibanya dirumah.


“Nona.” Panggil supir.


“Iya pak ada apa?” Tanya Velina.


“Kalau butuh sesuatu kabari saya ya, saya siap mengantar nona kemanapun yang nona inginkan dan siap membantu apapun.” Kata supir.


“Terima kasih pak, saya bisa sendiri kok pak. Saya masuk dulu kedalam ya pak.” Kata Velina.

__ADS_1


Kemudian Velina masuk kedalam rumah dan orang tuanya ada di ruang tamu.


“Aku pulang.” Kata Velina.


Ayahnya menghampiri Velina dan menampar pipi Velina hingga tiga kali.


“Ahhhhhh, apa yang papa lakukan? Memangnya aku salah apa pa? Aku lelah baru saja datang dan perjalananku juga cukup lama, giliran sampai rumah papa menamparku seperti ini, sebenarnya apa salahku sih pa?” Tanya Velina.


“Kamu masih bertanya salahmu apa? Kamu benar-benar membuatku malu saja, apa bedanya kamu dengan kakakmu itu hah? Kamu mau bernasib sama seperti kakakmu hah?” Bentak ayah Velina.


“Aku tidak merasa bersalah.” Kata Velina berusaha melawan ayahnya.


“Dasar tidak tau diri, berani sekali kamu berhubungan dengan laki-laki itu hah? Bahkan kamu tinggal bersama dengannya? Mulai sekarang papa tidak akan mengijinkanmu untuk kembali lagi kesana, kamu kuliah saja di Jakarta. Harus berapa kali papa bilang kepadamu untuk jangan berpacaran dengan dia apalagi malah tinggal satu rumah dengannya, lalu apa bedanya kamu dengan perempuan murahan diluar sana?” Bentak ayah Velina.


“Aku bisa jelaskan semuanya pa.” Kata Velina.


“Tidak perlu, kamu memang susah diatur, mulai sekarang kamu tidak boleh lagi kembali ke Korea.” Kata ayah Velina.


“Apa? Tapi aku sebentar lagi lulus, beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya pa.” Kata Velina.


“Aku akan menyelesaikan kuliahku sampai lulus, beri aku waktu pa.” Kata Velina.


“Kasihan dia mas, sebentar lagi dia lulus loh.” Kata ibu Velina.


Tiba-tiba sekretaris sekaligus ajudan ayah Velina masuk kerumah dan menghampiri ayah Velina.


“Pak ada sesuatu yang harus bapak lihat, berita buruk ini pak.” Kata Ardi sekretaris ayah Velina.


“Ada apa lagi?” Tanya ayah Velina yang bernama Trisna Andika.


“Ada berita tentang Velina pak.” Kata Ardi.

__ADS_1


“Berita apa?” Tanya Trisna.


“Ada sebuah artikel tentang Velina pak, artikel itu mengatakan bahwa Velina pernah bekerja di sebuah bar dan terlihat sedang bersama laki-laki yang sudah beristri.” Kata Ardi.


“Apa? Itu tidak benar pa, pa tolong dengarkan dulu penjelasanku.” Kata Velina.


“Tolong hentikan artikel itu agar tidak menyebar, hapus artikel tersebut dan beri klarifikasi bahwa berita itu tidaklah benar.” Kata Trisna.


“Tapi artikel ini sudah dibagikan oleh banyak orang pak dan di kantor juga sedang ramai karena menerima banyak telfon dari pihak-pihak yang telah kita ajak bekerjasama.” Kata Ardi.


“Siapkan mobil, kita akan menemui si Fandi untuk meminta bantuan.” Kata Trisna, Fandi adalah ayahnya Raka.


“Baik pak.” Kata Ardi.


“Puas kamu membuat malu keluarga hah? Kenapa hal ini bisa sampai menyebar hah?” Bentak Trisna.


“Itu tidak benar pa, aku sama sekali tidak seperti itu dan aku tidak pernah bekerja di sebuah bar.” Kata Velina.


“Kurung dia didalam kamarnya.” Kata Trisna kepada istrinya.


Velina pun akhirnya dikurung didalam kamarnya.


“Ma mama percaya kan sama Velina? Velina tidak seperti itu, itu hanyalah sebuah jebakan untuk menjatuhkan keluarga kita ma, ma aku mohon tolong percaya sama Velina.” Kata Velina.


“Kita lihat saja nanti, sekarang kamu didalam kamar saja.” Kata Santika ibu Velina.


Santika adalah ibu kandung Velina namun tidak dengan Melisa, Santika menikahi Trisna saat Melisa masih berusia lima tahun. Trisna berpisah dari istri pertamanya karena Trisna ketahuan selingkuh dengan Santika, kemudian Trisna berpisah dengan istri pertamanya kemudian menikahi Santika, saat itu Melisa tinggal bersama ibu kandungnya namun satu tahun kemudian mantan istri Trisna meninggal dunia sehingga Melisa pun ikut dengan ayah dan ibu tirinya. Hubungan Melisa dan Santika memang tidak terlalu dekat, bahkan terkesan tidak peduli dengan Melisa dan hanya mementingkan imej dia sebagai istri dari Trisna yang berasal dari keluarga terpandang.


“Ma jangan kunci pintu kamarnya ya ma, aku bisa jelaskan semuanya.” Kata Velina.


“Kamu mau menjelaskan sedetailpun juga percuma, karena mereka percaya dengan adanya bukti daripada penjelasanmu dan kalau sampai papa kamu gagal dalam pemilihan nanti gara-gara artikelmu itu, siap-siap saja kamu bernasib sama dengan kakakmu.” Kata Santika.

__ADS_1


“Memangnya mama tega dengan anak mama sendiri? Aku anak mama loh kenapa sih mama juga tidak percaya dengan Velina?” Tanya Velina.


Santika tidak menjawab pertanyaan Velina lalu segera menutup pintu kamar Velina dan menguncinya dari luar.


__ADS_2