Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 43


__ADS_3

Setibanya Velina dirumah duka, dia melihat Jinwo sedang menangis didepan foto neneknya. Velina pun menghampirinya lalu memeluknya.


“Maaf aku baru datang, ikhlaskan kepergian nenekmu agar dia bisa pergi dengan tenang. Aku yakin pasti nenekmu di atas sana tidak ingin melihatmu menangis seperti ini, pasti nenekmu ingin kamu bahagia, kamu pasti bisa kamu pasti kuat.” Kata Velina sambil memeluk Jinwo.


“Nenek adalah orang yang sangat dekat denganku. Aku tidak bisa hidup tanpa nenekku.” Kata Jinwo.


“Dimana ibumu? Apakah ibumu tidak datang di pemakaman nenekmu?” Tanya Velina.


“Aku tidak tau, tadi kakakku menelfon ibuku tapi dia bilang dia masih sibuk. Aku tidak menyangka nenek pergi secepat ini meninggalkanku, bagaimana aku bisa hidup tanpa nenek.” Kata Jinwo terus menangis.


“Menangislah sepuasmu, aku akan selalu ada disampingmu.” Kata Velina.


Malam harinya, Jinwo masih saja terlihat lesu dirumah duka, Velina menyuruhnya untuk istirahat namun Jinwo tidak ingin istirahat.


“Hei kamu seharian belum makan, aku suapi makanan ya. Kamu harus makan agar bisa tetap kuat, besok kan hari pemakaman nenekmu, kamu harus tetap kuat dan tegar untuk melepas kepergian nenekmu, jangan sampai besok kamu tumbang.” Kata Velina.


“Aku tidak berselera untuk makan, kamu pulang saja. Aku baik-baik saja kok.” Kata Jinwo.


“Mana mungkin aku tega untuk pulang disaat kondisimu seperti ini, kamu makan ya sedikit saja. Buka mulutmu, aku mengambilkan makanan untukmu.” Kata Velina.


“Cepat makanlah.” Kata Minhyuk.


“Aku tidak berselera makan kak.” Kata Jinwo.

__ADS_1


“Kamu harus tetap sehat minimal sampai besok lah, cepat makanlah. Terima kasih sudah hadir ya Velina.” Kata Minhyuk.


“Sama-sama kak, ayolah makan sedikit saja.” Kata Velina, akhirnya Jinwo mau memakan makanan yang diambilkan oleh Velina.


**


Keesokan harinya.


Semua pihak keluarga bersiap-siap untuk mengantarkan mendiang ke tempat peristirahatan terakhir. Velina berada disamping Jinwo untuk menguatkan Jinwo. Jinwo dan Minhyuk membantu membawa peti mati sedangkan Velina berjalan dibelakang peti mati tersebut. JInwo tak kuasa menahan tangis akhirnya dia kembali menangis.


“Sayang jangan menangis, kasihan nenekmu. Pasti dia sedih melihatmu seperti ini.” Bisik Velina.


“Aku masih membutuhkan nenek.” Kata Jinwo.


“Aku akan selalu berada disampingmu.” Kata Velina.


“Iya pasti.” Kata Velina.


Kemudian mereka segera menuju ke tempat pemakaman umum.


Setibanya di tempat pemakaman.


Upacara pemakaman pun segera dilaksanakan dan berlangsung dengan suasana penuh duka. Selesai pemakaman, Jinwo masih saja menangis di atas pusara neneknya, begitu pula dengan Minhyuk. Tidak lama kemudian datanglah ibunya Jinwo dan Minhyuk.

__ADS_1


“Nenekmu sakit apa?” Tanya Minah ibunda Jinwo dan Minhyuk.


“Kenapa ibu baru datang? Ibu sibuk apa saja sih sampai tidak sempat datang ke pemakaman nenek?” Tanya Minhyuk.


“Banyak yang harus ibu kerjakan, dimana ayahmu Jinwo?” Tanya Minah.


“Ayah baru saja pulang kerumah.” Kata Jinwo.


“Sepertinya ayahmu bahagia ya setelah menikahi wanita itu.” Kata Minah.


“Ayah dan istrinya datang ke pemakaman nenek kemarin dan juga hari ini.” Kata Jinwo.


“Benarkah? Ayo kita kembali saja, ibu ingin makan siang bersama.” Kata Minah.


“Apa ibu bilang? Bahkan ibu tidak memberi penghormatan terakhir untuk nenek? Ibu tidak mendoakan nenek? Bahkan saat nenek sakit saja masih memikirkan ibu.” Kata Minhyuk.


“Aku pulang saja, ibu makan saja sendiri.” Kata Jinwo lalu mengajak Velina pulang.


“Jadi seperti inikah perlakuan kalian kepada orang yang telah melahirkan kalian? Apakah nenekmu menyuruhmu untuk membenci ibu?” Tanya Minah.


“Terserah apa kata ibu, jika aku mau aku tidak ingin dilahirkan oleh ibu.” Kata Jinwo.


“Sombong sekali kamu ya, jadi seperti inilah cara ayahmu mendidikmu hah? Jangan karena ayahmu saat ini menjadi seorang mata-mata jadi dia bisa seenaknya termasuk menyuruhmu untuk membenci ibumu.” Kata Minah.

__ADS_1


“Ayah dan istrinya sama sekali tidak pernah menyuruhku untuk membenci ibu, bahkan mereka selalu menyuruhku untuk menghampiri ibu tapi aku yang tidak mau.” Kata Jinwo.


“Sebaiknya ibu kembali pulang saja.” Kata Minhyuk.


__ADS_2