
Hari magang pun dimulai.
Velina bangun pagi dan segera bersiap-siap untuk berangkat, dia sengaja berangkat lebih awal. Dia bahkan membawa bekal untuk dimakan saat makan siang nanti. Setelah itu barulah dia pergi menuju ke halte bus. Saat menunggu bus tiba, dia menyempatkan untuk berfoto selfie lalu mengirimkan foto tersebut kepada Jinwo.
“Lihatlah betapa cantiknya pacarmu, semangat ya magangnya. Sampai jumpa saat libur akhir pekan nanti.” Kata Velina dengan emotikon jerapah.
Tiba-tiba datanglah Raka.
“Selamat pagi.” Kata Raka.
“Loh Raka? Kenapa kamu ada disini?” Tanya Velina.
“Aku mau naik bus bersamamu.” Kata Raka.
“Kenapa kamu naik bus? Kenapa kamu tidak naik mobilmu?” Tanya Velina.
“Mobilku ada di bengkel, ayo kita naik bus sekarang.” Ajak Raka.
“Lets go.” Kata Velina.
Didalam bus tersebut sangat penuh penumpang, akhirnya terpaksa mereka harus berdiri.
“Aku akan memegangimu agar kamu tidak jatuh.” Kata Raka sambil menggandeng pundak Velina.
“Tidak perlu, aku sudah biasa kok naik bus seperti ini. Harusnya kamu berpegangan yang erat agar tidak jatuh karena kamu kan jarang naik bus. Gimana rasanya naik bus? Panas kan hahaha, lihat kamu sudah berkeringat seperti itu.” Kata Velina sambil tertawa.
“Hehehe ketahuan deh.” Kata Raka.
**
Jam istirahat tiba.
__ADS_1
Velina segera menuju ke ruang kosong untuk menunaikan ibadah, setelah itu barulah di pergi ke tempat istirahat untuk makan siang. Tiba-tiba Raka datang menghampiri Velina.
“Hai.” Sapa Raka.
“Hai, kamu sudah makan siang?” Tanya Velina.
“Belum, aku mau mengajakmu makan siang.” Kata Raka.
“Yah sayang sekali, tapi aku membawa bekal.” Kata Velina.
“Bawa bekal? Kamu masak tadi pagi?” Tanya Raka.
“Iya makanya tadi aku bangun pagi-pagi sekali. Kamu mau keluar mencari makan siang ya?” Tanya Velina.
“Hmmmm percuma aku keluar kalau sendirian.” Gerutu Raka.
“Sepertinya tadi aku membawa bekal cukup banyak, makan bersamaku yuk. Tapi aku hanya membawa sumpit satu saja, bagaimana dong?” Tanya Velina.
“Ok, kamu tidak keberatan memangnya makan menggunakan sumpit bekasku? Tapi aku rutin menyikat gigi kok jadi tidak bau.” Kata Velina.
“Hahahaha kamu ada-ada saja Velina Velina, aku tidak keberatan. Kamu bawa bekal apa hari ini?” Tanya Raka.
“Aku bawa bekal sederhana kok, aku membawa kimbab karena aku belum belanja kebutuhan sehari-hari dan aku hanya sempat membuat kimbab.” Kata Velina.
“Wah sepertinya enak, aku makan langsung saja pakai tangan. Pasti kimbab buatanmu sangat enak.” Kata Raka.
“Tentu saja, kalau aku menjual kimbab di Indonesia pasti bakal laku banyak deh hehe.” Kata Velina.
“Boleh juga tuh idemu.” Kata Raka.
__ADS_1
“Jangan deh, aku takut viral mendadak haha.” Kata Velina sambil menyantap makanannya.
“Makan pelan-pelan, lihat tuh sampai belepotan.” Kata Raka sambil mengelap bibir Velina yang belepotan.
“Biar aku saja, nanti banyak orang yang salah paham dengan kita. Nanti kalau kamu seperti ini padaku bisa-bisa terpesona deh denganku hahaha.” Kata Velina.
“Hahahahaha, memangnya kalau aku terpesona dneganmu tidak boleh?” Tanya Raka.
“Jangan ah, nanti kamu malu loh kalau punya pacar sepertiku. Aku itu memalukan loh aslinya.” Kata Velina.
“Mana mungkin aku malu.” Kata Raka.
“Dasar buaya pepet terus, padahal aku sudah punya pacar. Ayo Velina kamu harus memperkuat pertahananmu agar tidak terpancing dengan rayuannya.” Kata Velina dalam hati.
“Gimana magangmu hari pertama? Lancar tidak?” Tanya Velina.
“Lancar kok, kalau kamu?” Tanya Raka.
“Ya aku masih harus menyesuaikan diri lagi dengan baik.” Kata Velina.
“Oh iya nanti sepulang magang, ke supermarket sebentar yuk.” Kata Raka.
“Kamu mau beli apa memangnya?” Tanya Velina.
“Aku ingin membeli bahan makanan, kamu mau kan ikut denganku ke supermarket?” Tanya Raka.
“Iya tapi jangan terlalu lama ya.” Kata Velina.
“Iya, nanti aku tunggu di halte depan ya.” Kata Raka.
“Iya.” Kata Velina.
__ADS_1