Seoul In Love

Seoul In Love
Episode 38


__ADS_3

Velina dan Jinwo benar-benar sedang dimabuk cinta, durasi mereka berciuman pun semakin panjang melebihi durasi drama korea satu episode.


“Aku tidak ingin kehilanganmu sayang.” Kata Jinwo.


“Aku pun begitu, bahkan saat itu aku setiap malam selalu menangis.” Kata Velina.


“Jangan menangis lagi, aku akan selalu disampingmu selamanya.” Kata Jinwo sambil mencium Velina berkali-kali.


“Ahhhh stop, kita sudah terlalu lama berciuman seperti ini bisa-bisa bibirku mengembang, oh tidak lihatlah wajah dan leherku yang dipenuhi dengan tanda merah seperti ini, ahhhhh ini gara-gara kamu. Bagaimana besok kalau aku ke kampus? Pasti semua orang akan menertawakanku huhuhu.” Kata Velina sambil melihat ke arah cermin.


“Hahahahaha its ok baby, atau kamu mau ditempat lain?” Goda Jinwo.


“Jangan macam-macam kamu ya, cepat pulanglah.” Kata Velina.


“Hmmmm nanti saja, kemarilah.” Kata Jinwo sambil mengulurkan tangannya ke arah Velina, Velina pun menghampirinya dan Jinwo memeluknya dan mendekapnya di atas sofa.


“Mucah muach muach i love you baby.” Kata Jinwo yang sedang dimabuk cinta.


“Au au au pelan-pelan dong, bisa lecet bibirku ini.” Kata Velina.


“Hahahaha tidak mungkin.” Kata Jinwo.


Tiba-tiba ada yang menekan bel pintu apartemen Velina.


“Siapa yang datang?” Tanya Jinwo.


“Aku tidak tau sayang, tunggu sebentar aku lihat dulu.” Kata Velina.


“Rapikan dulu rambutmu, sini biar aku rapikan rambutmu.” Kata Jinwo merapikan dan mengikat rambut Velina.


“Kamu disini dulu ya, aku buka pintu dulu.” Kata Velina.


“Lihat dulu siapa yang datang, biar aku saja yang melihatnya.” Kata Jinwo.


“Iya.” Kata Velina.


Jinwo melihat siapa yang datang, dan ternyata yang datang adalah Raka.


“Siapa yang datang?” Tanya Velina.

__ADS_1


“Raka yang datang, kamu menyuruhnya datang kesini?” Tanya Jinwo.


“Aduh bagaimana ini? Kamu cepat sembunyi dimana gitu.” Kata Velina yang terlihat buru-buru.


“Aku sembunyi dimana? Lemarimu saja kecil, apa aku sembunyi didalam kamar mandi saja ya?” Tanya Jinwo.


“Jangan dikamar mandi, didalam ada dalamanku.” Kata Velina.


“Terus aku sembunyi dimana?” Tanya Jinwo.


“Aku tau kamu harus sembunyi dimana, cepat ikut aku.” Kata Velina.


Velina membawa Jinwo ke balkon.


“Kamu sembunyi di balkon saja.” Kata Velina.


“Kamu serius? Tapi diluar kan dingin sayang, kamu tega sekali.” Kata Jinwo.


“Jangan banyak bicara, ayo cepat keluar.” Paksa Velina.


“Sayang tapi diluar dingin loh.” Kata Jinwo.


“Raka? Ada apa kesini malam-malam?” Tanya Velina berusaha tampak tenang.


“Jinwo datang kesini ya?” Tanya Raka.


“Apa? Jinwo datang kesini? Kamu bicara apa sih? Mana mungkin dia datang kesini, dia saja tidak peduli kepadaku.” Kata Velina.


“Kamu kedinginan ya? Kok memakai jaket musim dingin bahkan memakai syal segala? Kamu yakin Jinwo tidak datang kesini?” Tanya Raka.


“Jadi kamu datang kesini tujuannya apa sih? Hanya untuk mengecek bahwa Jinwo datang kesini begitu? Aku lelah jadi aku mau tidur, lebih baik kamu kembali pulang saja.” Kata Velina.


Tiba-tiba terdengar suara dari balkon, Raka pun segera masuk untuk mengeceknya.


“Tunggu, kamu tidak bisa masuk kedalam sembarangan, itu namanya tidak sopan.” Kata Velina mencegah Raka.


“Minggir, aku hanya ingin memastikan saja.” Kata Raka, lalu dia segera masuk kedalam dan langsung menuju ke balkon.


“Aduh gawat jangan sampai Raka melihat Jinwo.” Kata Velina dalam hati, kemudian Velina berlari mengejar Raka.

__ADS_1


“Raka, tidak ada apa-apa diluar, diluar sangat dingin loh.” Kata Velina.


“Aku hanya ingin memastikan ada orang atau tidak diluar, bagaimana kalau ada orang yang ingin menyusup masuk kedalam kamarmu.” Kata Raka.


“Aku menguncinya kok dengan rapat, lagipula apartemen ini dikenal sangat ketat kan keamanannya jadi tidak mungkin ada penyusup, aku mohon jangan seperti ini.” Kata Velina.


“Aku khawatir kepadamu, aku tidak ingin kamu terluka lagi apalagi gara-gara si Jinwo, aku tidak ingin dia kembali lagi kepadamu.” Kata Raka sambil menggenggam tangan Velina.


“Aku baik-baik saja kok dan aku aman saat ini jadi sekarang kembalilah pulang ya.” Kata Velina.


“Jika kamu mau, aku bersedia kok menginap disini malam ini.” Kata Raka.


“Aku yang tidak bersedia, please kembalilah pulang.” Kata Velina.


Akhirnya Raka pun kembali pulang, setelah itu Velina segera membuka pintu balkon untuk Jinwo.


“Sayang sayang cepat masuk kedalam.” Kata Velina.


“A a a ku mem be ku brrrrrrr.” Kata Jinwo yang menggigil kedinginan.


“Cepat masuk, aku akan buatkan minuman penghangat untukmu.” Kata Velina.


“Dingin sekali diluar.” Kata Jinwo.


“Tadi suara apa? Hampir saja Raka membuka pintu balkon loh.” Kata Velina.


“Tadi aku hampir saja terpeleset jatuh ke bawah, lalu aku berusaha menyelamatkan diri namun pot bungamu terjatuh.” Kata Jinwo.


“Yaaaaaah itu bunga mahal loh sayang.” Kata Velina.


“Heh aku hampir terjatuh dan kamu malah lebih mengkhawatirkan bunga? Wah kamu keterlaluan.” Kata Jinwo.


“Ya maaf, kalau begitu kamu harus ganti bunga dan pot bunga milikku.” Kata Velina.


“Kamu juga harus ganti rugi.” Kata Jinwo.


“Ganti rugi apa memangnya?” Tanya Velina.


“Peluk aku, kamu harus mengembalikan suhu tubuhku sampai keadaan normal, aku kedinginan loh.” Kata Jinwo manja.

__ADS_1


“Astaga sayang.” Kata Velina, dia pun memeluk Jinwo dengan erat dan mesra.


__ADS_2