Sepotong Nada Yang Hilang

Sepotong Nada Yang Hilang
45. INFORMASI SEKUEL SEPOTONG NADA


__ADS_3

Konnichiwa, Minna-san~


Kataomoi ternyata buat Rara bersitatap kembali dengan sepotong nada yang sempat hilang itu.


Ups~ Apa benar Rara bakal mendapati sepotong nada yang diharapakan dalam imaji?


Setelah tahu Luthfi kembali? Dan lebih mendahagakan rongga asa Rara mengetahui satu hal terbesar.


Ehm, apa benar?


Rara tidak ingin senang dulu, cukup lihat sepotong nada kembali, senyum sumringah dalam diam. Really!


Di sekuel selanjutnya nanti meet yak dengan Luthfi dan Rara lagi, ehehe.


Oh yah sedikit bocoran nih, nanti ada orang baru loh yang ternyata sudah lama Rara pendam.


Datang tanpa di duga-duga, cukup buat Rara senang loh~


Yok..baca cuplikannya dulu sebelum ke sekuelnya .. :)


.


.


Rara sadar setelah kehilangan sepotong nada, membludak dengan tertawa pongah kala sorot mata memotret KRSM.


Arg. Lagi, mengulang matkul yang sama.


Sampai kapan sih melulu mengulang? Bahkan..sahabat sendiri yang cerocos ke dosen setelah sakit malaria beberapa minggu.

__ADS_1


Masih tidak diberikan sebuah keringanan seperti menggantikan dengan buat makalah atau tugas apa yang bisa membersihkan angka terlanjur terjilat hangus oleh api.


"Sa su pernah bilang ke kam orang kalau sa otak nih tra mampu! Masih dorong sa untuk lanjut, buat apa kalau lihat matkul eror sampai kapan?! Su sampe mahasiswa abadi baru mo di kasih lulus sama dosen?!" Kesal Rara berkicau sendiri.


Tes..tes..tes.., tanpa sadar bulir-bulir itu melembabkan kedua wajah Rara saat ini. Sambil memegang kedua tangan pada jidatnya, menunduk sangat frustasi.


Sudah berapa lembar merah dihabiskan lagi, setelah lihat ada matkul meski di ulang?


Setelah melewati rasa berkecamuk dalam dada, Rara dipertemukan oleh sosok cowok datar, pelit bicara.


Disana .. Rara merawat cercah asa sembari semangat berdiri kejar ketertinggalan depan mata yang terlanjur tertawa belagu.


Kelas literasi yang semakin naik daun, semakin buat Rara bimbang memilih cita atau hobi?


Ditambah sahabat lebih dulu melangkah pada ibadah terpanjang, menikah lewat lamaran jantle sang suami.


Ah, sahabat yang sama dalam nestapa dengan cowok itu.


Bukan kah mereka di pertemukan karena mantan? Yang berarti tersakiti oleh kidung palsu dari orang yang sama.


Ugh. Rara tidak habis pikir, apakah ini sebuah karma?


"Sampe kapan ko mengulang sih, Ra?" Bukan hanya sahabat yang marah, tapi nafsi merutuki kesialan mnimba ilmu di sana.


Toh, otak tidak diatas rata-rata, gegayan pen lanjut kuliah.


Hah, mendesah sangat panjang.


Melihat perut yang buncit masuk lima bulan semakin menciptakan sebuah garis manis di wajah gadis itu.

__ADS_1


Rara berpikir sambil berimajinasi kalau saja sepotong nada yang hilang serius melantangkan taaruf ke murobbi, mungkin merasakan aroma surga bersama kekasih idaman, seperti Rai.


Sahabat yang satu itu memang sudah lulus dengan predikat camlaude dengan usaha sendiri tanpa copas atau contek saat ujian, sebelum masuk kehamilan lima bulan.


.


.


.


Oh yah, mau buat Rara nanti bagaimana di sekuel sepotong nada?


Apa kembali dengan Luthfi atau lebih baik sendiri sambil fokus dengan kuliahnya?


Segitu dulu yah cuplikannya, nanti akan saya lanjutkan sekuelnya :)


Sekuel dari Sepotong Nada berjudul Simfoni Tersembunyi.


Udah di upload tiga bab, yok guys mampir yah😊


Jangan lupa dibagikan ke teman lainnya ehehe.


Buat kalian yang sudah mengikuti Sepotong Nada yang Hilang sampai ending, arigato! Saranghae~


Peluk Online Yok,


🤗🥰


-Dinn-

__ADS_1


__ADS_2