Sepotong Nada Yang Hilang

Sepotong Nada Yang Hilang
Not-Not Indah (Versi Formal)


__ADS_3

“Tidak tahu kenapa sejak A Dreams gagal di bawa pulang, muncul lagi sebuah harapan tapi itu batas halusinasi doang.”


♡♡♡


Harris J sibuk buat sebuah potongan nada untuk sesuatu yang penting dijadikan hadiah kecil, sebagai minta maaf benar-benar tidak membawa A Dreams itu ke london.


Benar, rutinitas itu telah bercumbu dengan dirinya setelah lepas landas dari indonesia.


Ekspresi dipenuhi dengan keseriusan saat berkutat dengan selembar kertas, memang itu kebiasaannya kala bebas diatas panggung, hobi menulis lagu atau not-not yang suatu saat nanti bakal dimainkan lewat piano favorit.


Kali ini tertantang dengan sebuah mimpi yang sudah lama dinantikan oleh seorang gadis aksara, telah mengemaskan kado berbeda dari fans diluar sana.


Tersenyum sangat bangga.


Membaca pikiran Rara saat ini sedang memelihara nestapa, mengetahui dirinya tidak bawa kado yang sangat berarti dan menunggu respon lewat postingan di twitter atau instagramnya.


“Finish,” gumam Harris J sangat senang.


Tantangan terbaru sedang menanti, sembari melihat benda tersebut dengan wajah penuh semangat, masih belum ada pikiran untuk memberikan kado itu. Yang jelas tidak ingin secara terang-terangan melainkan lewat prantara.


Hm, bagaimana yak? Harris J masih berpikir lewat apa agar gadis itu segera melihat kalau itu adalah kado khusus untuk dirinya, sebagai minta maaf tidak bisa membawanovel yang terlanjur lupa dibawa oleh manager di indonesia.


Bule london malas memusingkan hal itu, lebih memprioritaskan kado tersebut segera selesai, karena bakal terperangkap sangat bersalah oleh orang yang sudah sangat buat dirinya berdecak kagum. Bahkan..Harris J masih mengingat dengan jelas saat kali pertama ingin mengucapkan terima kasih lewat vidio, ngakak tidak jelas sampai take ketiga kali baru bisa jadi.


Itu pun masih belum bisa menahan tawa yang menggelitik perutnya. Terharu bercampur senang dan bangga.


Ternyata sangat susah saat ingin memainkan alat musik itu, berbanding terbalik dengan piano sering dimainkan dengan sangat santai tanpa harus mengulangi beberapa kali.


Tidak. Bagaimana pun kesulitan dan kali pertama menggunakan alat musik itu, Harris J harus bisa menggantikan kesedihan di hati gadis aksara tersebut, yang sudah berjuang membuatkan sebuah novel dalam dua bahasa sekaligus.


“What are you doing?” Kata Yusha, dengan raut bingung.


Harris J hanya menoleh sambil tersenyum simpul, jelas mengundang rasa penasaran sang adik cowoknya itu.


“You go first, i can’t concentrate.” Pintah Harris J.


Membuat Yusha sedikit kesal, ingin bertanya lebih justru dibalas dengan senyum yang jelas bukan itu diinginkan Yusha.


Lagi. Mengulangi sampai membuat raut itu sedikit berubah, kesal.


“Arg..it’s a little hard.” Gerutu Harris J.

__ADS_1


Sepertinya alat musik itu mengukur batas kesabaran bule london yang sedang berjuang juga menjadikan sebuah kado istimewa buat orang yang telah diakui sebagai sahabat.


Mengira bakal mudah sesuai bayangan, ternyata realita sangat rumit. Apalagi melihat jari-jari itu sudah sedikit melepuh.


Kalau menunda berhari-hari, bisa bermalamkan luka dalam hati Rara.


Tidak. Jangan terjadi pada orang yang sudah jelas Harris J menjadikan sebuah resmi label sahabat pada seorang gadis aksara yang terpaut jarak sangat aksa.


Satu minggu kemudian..


Tidak menyangka kenapa bisa selama ini dalam membuatkan sebuah kado berupa nada-nada dari petikan gitar yang semakin buat jari itu hampir terluka.


Rahim Jung yang melihat ananda sibuk dengan gitar di ruang musik, menegur kala sorot mata menangkap jari itu lecet.


Dengan patuh, Harris J pun menunda kado yang bakal diberikan ke Rara. Sembari memulihkan jari-jari yang memang butuh istirahat.


Setelah penantian panjang, kado itu pun segera beredar di beranda youtube.


Belum ada beberapa menit, sudah banyak yang menumpukkan komen, masih menunggu sosok yang berhasil buat jarinya lecet.


“Shes be busy?” Pikir Harris masih memantau komen di beranda youtube.


♡♡♡


Kalimat itu kembali bermain di kepala Rara saat ini.


Terlalu percaya dan memberikan hati berharap sepotong nada mengajak ke jembatan taaruf, ternyata hanya batas kicauan pengen tidak benar-benar ingin menghalalkan Rara.


Sangat terekam jelas, mengenai kisah Luthfi dari kakak translation tersebut di kopi indonesia. Bohong, kalau ruas-ruas tak berdetak sumringah yang diselip mencak-mencak kesal depan mereka berdua.


Saat ini sedang tunggu dosen masuk mengawas, ujian semester. Daripada bosan, buka instagram menghilangkan rasa ketegangan sebelum isi kertas kosong sendirian tanpa harus menyontek, numpang otak teman.


Sekian lama sudah kau ada di sisiku


Temani setiap suka duka kita bersama


Tak pernah kau keluhkan wajah cantik walau terluka


Kau selalu ada untukku saat aku terjatuh


Alhamdulillah..allah telah berikan..istri yang sholehah

__ADS_1


Semoga nanti kita terus bersama...dunia dan akhirat.


Mendadak membeku, saat postingan pertama masuk ke aplikasi itu, Luthfi menyanyikan buat Novita?


Menyeruak penuh cemburu. Ada rasa sesak di dada, tak cukup dalam mengeluarkan bulir sebesar kacang hijau.


Apa benar, masih belum melupakan sepotong nada yang telah hilang bersama romansa lain, jauh lebih menarik hati Luthfi?Jika tidak, kenapa harus sesesak ini ketika lihat postingan itu?


Sweet sekali. Potongan yang di harapkan bakal berkolaborasi dengan puisi, justru lebih di dapatkan oleh orang lain yang bahkan tak membutuhkan hal itu, cuek.


Detak-detak waktu ujian telah usai, sekarang ingin segera menyumpal headset ke daun telinga, membuang semua penat dalam kepala dengan bertemu pulau mimpi.


“Eh?” Berdesir, masih terasa berayun-ayun dalam mimpi.


Ruas sakit tergantikan dengan satu hal lewat benda pipih tersebut. Bentar, bentar, Rara


kembali buka laptop menyamakan larik telah terproduksi lama.


“Hua..puisiku di jadikan lagu dong!” Spontan lompat dengan heboh dalam kamar.


Ketika lembar-lembar telah jadi fisik, belum juga berada dalam genggaman bule london, harus kah menggantikan dengan semua itu lagu? Memelihara sakit juga luka seorang diri takkan bisa tergantikan dengan apa yang sudah Harris hadiahkan.


Kok, tertawa hambar sih?


Hanya terpaut pada komentar percaya diri JJS yang seolah-olah nada tersebut untuk mereka.


“Dih! Lebay sampe!” Mendadak ketus sendiri sih?


Bersamaan dengan ucapan tadi tercetus, mendengar nama panjang terpanggil, bikin


nafsi salting.


Oh, sebagai permintaan maaf juga terima kasih ke saya toh. Pikir Rara dengan santai.


Cukup menghargai hal itu. Menjadi permasalahan adalah kenapa ketika nestapa telah lama di kemas seorang diri agar tidak terlihat bengis di destinasi imaji, Harris baru merespon semua itu dengan santai?


Yeah. Diakui, lagu tersebut bukan delusi lagi dalam cangkir-cangkir puisi sering tercipta seorang diri. Sangat nyata mengalun simfoni manis, takkan terlupakan oleh Rara begitu saja.


Kejutan penuh keindahan dari artis ternama berlokasi di london. Jarak bukan alasan dalam berkarya untuk menyatukan gadis aksara dengan artis termuka.


Not-not indah telah menggantikan luka sepulang kampus ingin segera berenang di pulau kapuk, akibat terlalu sempit dalam mengumpuli nestapa yang tadi sempat lewat di instagram.

__ADS_1


Tunggu, tidak salah kan, jika ingin lihat dua anak dalam bahasa berbeda sudah berada dalam dekapan Harris? []


__ADS_2