
Duh .. Gimana yak? Kenapa saya sebagai autors susah buat move on dengan Sepotong Nada yang Hilang? ðŸ¤
Autors berasa berada dalam cerita. Masih terasa karakter Luthfi dan Rara di hati autors.
Be the way, bagi kalian yang sudah dukung karya ini, beda dari lain, mulai dari logat yang membingungkan readers, makasih banyak yak!
Big hug!
Tanpa kalian, kisah Luthfi sama Rara tidak ada apa-apanya, karena cinta dan suport kalian dengan baca sampai tamat, cukup buat autors bersyukur bisa mendapatkan readers yang mau bertahan walau dialognya sedikit aneh di baca, hehe.
Oh yah, kesan kalian saat baca ini, bagi yang bertahan sampai ending, bagaimana?
Autors penasaran loh dengan kritik pedas kalian, yang sangat membangun untuk di sekuel Sepotong Nada yang Hilang nanti.
Karena tanpa kritik dari readers, autors sendiri bingung apakah karya ini bagus atau masih butuh revisi?
Jadi, autors tunggu komentar kalian yak!
__ADS_1
Maap banget yak kalau autors nggak bisa ngubah dialog dalam novel ini. Yah, karena memang mimpi autors, novel ini bisa terbit mayor tanpa harus perbaikan dialog menggunakan kata formal.
Masa Lo dan Gue bisa terbit mayor. Kok, dialog dan logat papua yang autors pake nggak diperbolehkan terbit mayor?
Iya nggak sih? Hehe, supaya nambah wawasan readers untuk lebih dalam mengenali logat kami dari Papua (:
Makasih loh, yang benar-benar ngedukung karya ini dari awal sampai akhir.
Be the way, ada nggak sih dari readers Sepotong Nada yang Hilang, menunggu sekuelnya?
Autors udah up kok di judul terbaru sekuelnya, Simfoni Tersembunyi.
Yok .. Saling ngedukung tanpa mampir lempar promosi lapak doang di kolom komentar tapi tidak baca dengan ikhlas karya autors ini, wkwk.
Oh yah, bukan hanya belum move on dari dua karakter dalam novel ini, melainkan ingin sekali bangun kelas literasi di tengah susahnya anak muda membaca, apalagi novel.
Pengen banget punya kelas literasi sendiri trus ada dua orang atau beberapa untuk temani ngurus mimpi autors yang satu ini.
__ADS_1
Sayang, minat baca disini, sangat minim walaupun ada beberapa, itu sangat susah untuk di dapatkan.
Yah, autors hanya bisa wujudkan mimpi itu lewat imaji doang, kek berasa nyata dan ikut membersamai bangun kelas literasi dengan mereka walau batas diksi ku cipta.
Huhu .. Jujur, autors masih belum rela kalau sih Luthfi bergandeng mesra sama sih Novita.
Kok rada-rada kaga ikhlas yak? Haha..lagian siapa sih yang bilang mau taaruf, nggak mau pacaran tapi jilat kembali ucapannya sendiri, bikin greget tahu.
Ada nggak sih yang sama di posisi Rara? Cinta dalam diam tapi berujung di orang lain?
Nyesek pasti kan yak?
Kasihan Rara harus bisa sembunyikan rasa seorang diri walaupun sudah tersampaikan lewat prantara orang, tetap bikin dia tersakiti.
Waktu autors buat Rara bersitatap dengan potongan naa yang hilang di plaminan sahabatnya, autors nyesek juga haha.
Tapi .. Kalau kalian ingin tahu sampai mana kisah Luthfi sama Novita di sekuelnya, langsung lempar spam komentar di Simfoni Tersembunyi, siapa tahu bisa memompa semangat autors untuk crazy up di sana wkwk.
__ADS_1
Yaudah sampai disini dulu, nitip Luthfi sama Rara yak dengan readers-ku wkwk.