Septin Sang Pemberani

Septin Sang Pemberani
Episode 23 Candaan Septin


__ADS_3

''Terima kasih banyak ya neng? sudah bantu Bapak dan juga Ibu,'' Ucap Ibu adik kecil yang ikut mengantar Selain kedepan rumah nya.


''Nggak usah sungkan Bu, Bu Maya yang sudah ngajak Septin kemari. Dan ini semua sudah jadi tanggung jawab kita bersama, selama Septin bisa kenapa nggak? asal jangan anggap Septin dukun saja, soalnya Septin bukan dukun?!'' kekeh nya yang di ikuti kekehan dari tetangga yang juga kebetulan ada yang duduk di teras rumah nya.


''Bayaran nya berapa neng?'' seru Bapak Bapak yang mengira Septin berbuat seperti itu karena demi bayaran.


''Nggak banyak kok Pak, tinggal Bapak tranfer saja seperti membeli seekor sapi,'' jawab Septin ngasal, Septin juga malas mendengar ucapan Bapak itu yang menurut Bapak itu di bayar oleh Bu Maya selalu yang membawa Septin datang ke mari.


''Ya sudah, Septin pamit dulu. Assalamu'alaikum?'' Ucap Septin yang naik ke atas motor Rafael.


Sepeninggal Septin dan juga Rafael, Ibu dari adik kecil yang tadi kerasukan segera pergi menghampiri Bapak Bapak yang sempat bertanya tarif kepada Septin.


''Bapak asal nyeblak saja dech, itu murid Maya? dan Maya nggak merasa membayar nya sama sekali, anak itu ikhlas bantuin kita Pak, bukan seperti dukun yang tidak ada hasilnya, tapi bayaran harus tetap utuh,'' tukas Ibu itu mengomeli tetangga nya yang tadi asal ceplos.


''Bukan nya tadi dia bilang di tranfer sejumlah uang setara dengan nilai membeli sapi, kalau seperti itu kan mahal banget,'' jawab Bapak utu yang masih tak mau kalah. Sampai akhirnya Bu Maya dan juga tetangga yang berangkat membeli mainan tersebut di buat kaget mendengar nya.


''Apa yang di maksud Bapak ini Mbak?'' tanya Bu Maya menunjuk ke arah Bapak yang masih terus saja nyerocos.


''Kamu bayar anak barusan itu berpa juta?'' sarkas Bapak Bapak yang juga kemarin sempat mengobati adik kecil itu namun gagal.


''Maksuda nya apa ya?'' tanya Bu Maya cengo'.

__ADS_1


''Adik barusan tu jawab pertanya'an dari Bapak ini barusan, dia mengatakan tinggal tranfer seharga membeli seekor sapi,'' balas sang kakak dari Bu Maya.


''Jangan di dengerin dia lah Mbak? anak itu emang suka bercanda, tapi percayalah dia anak yang baik dan tak mau di bayar, dia hanya niat membantu tanpa harus di gaji?'' sela Bu Maya menjelaskan, agar semua tetangga yang ada di sini tak salah faham terhadap Septin, seorang murid yang sangat pintar dan cerdas, dan juga memiliki kekuatan Superanatural juga.


''Kenapa dia bilang demikian,'' sambung tetangga yang lain nya.


''Mungkin dia tersinggung dengan pertanya'an dari Bapak ini,'' sahut Maya yang memilih masuk ke dalam rumah kakak nya, untuk menemui ponakan nya yang sudah tertidur pulas di atas tempat tidur nya, dia tidak lagi berada di lantai yang dingin hanya beralasan tikar.


''Bagaimana keada'an dia sekarang Mas?'' tanya Bu Maya kepada kakak ipar nya.


''Alhamdulillah, dia sangat baik? dan terima kasih kamu sudah membawa anak itu kemari untuk menyembuhkan Dani,'' jawab sang kakak ipar, Bu Maya hanya membalas dengan senyuman manis nya saja.


''Tapi dia sempat bilang bukan dukun kan?'' Ujar Bu Maya memastikan, kalau murid nya yang satu itu pasti mengatakan hal yang demikian.


Bu Maya hanya mengangguk pelan, dan tak lama kemudian, dia berpamitan untuk pulang ke rumah nya, dan tak lupa juga Bu Maya bilang akan datang lagi besok, melihat secara langsung murid nya ketika mengobrol dengan keluarga makhluk tak kasat mata tersebut.


...****************...


Di rumah, Ayah Septin tengah mencemaskan puteri nya yang tak kunjung pulang, bahkan hari sudah petang, ketika Adzan maghrib berkumandang? Septin dan Rafael tiba di halaman rumah Septin yang tak begitu luar.


''Kemana saja kamu ndok?'' tanya sang Ayah yang memang tak pernah marah dengan puteri nya.

__ADS_1


''Septin dari rumah ponakan Bu Maya yang kerasukan itu Pak?'' jawab Septin yang sudah turun dari atas motor Rafael.


''Nak Rafa masuk dulu,'' ajak sang Ayah menatap ke arah teman puteri nya, teman yang menurut Bapak A siarip selalu ada dan selalu menemani puteri kemanapun dia pergi.


''Terima kasih Pak? Rafael langsung pulang saja?'' Kata Rafael mencium punggung tangan ayah Septin.


''Hati hati dan terima kasih ya,'' seru Septin di saat Rafael sudah jauh dari hadapan nya.


Rafael tak menjawab, dia hanya mengangguk pelan, seraya melambaikan tangan nya dan setelah itu sudah tak terlihat ketika motor nya sudah menikung di jalanan menuju jalan beraspal.


''Bagaimana dengan anak kecil itu?'' tanya sang Ayah yang mulai di landa penasaran.


''Alhamdulillah Pak, semua nya aman terkendali, hanya masalah sepele saja sich kalau menurut Septin,''


''Masalah sepele?'' tanya sang Ayah lagi.


''Iya, adik kecil itu tak sengaja merusak mainan anak Bapak yang merasuki anak kecil itu, kan adik itu tidak tau kalau di sana ternyata ada anak kecil yang tengah bermain juga,'' jelas Septin membuat sang Ayah mengangkat satu alis nya ke atas.


''Maksuda kamu bagaimana sich ndok? Ayah tidak mengerti,''


''Adik yang kesurupan tengah bermain dengan ke empat teman nya, dan du sana tengah ada seorang anak kecil yang tak kasat mata tengah ikut bermain juga, adik utu kan nggak bisa melihat anak itu juga bermain di sana, tanpa dia sengaja adik yang kesurupan menginjak mainan dari anak yang tak terlihat itu Yah, tapi Bapak nya malah ngamuk dan merasuki tubuh adik kecil itu? karena tak terima gitu Ayah?'' ungkap Septin dengan jelas dan detail.

__ADS_1


''Jadi itu bukan salah adik itu seutuh nya kan, anak itu yang nggak mau pindah ketuka melihat ada anak manusia main di sana, jadi ya itulah kejadian nya,'' tambah Septin lagi, Septin yang sudah selesai bercerita pun segera menuju ke kamar mandi karena badan nya sudah lengket dengan keringat yang menempel di tubuh nya.


Septin menyambar handuk nya setelah mencium punggung tangan Bunda nya yang tengah mempersiapkan makan malam nya untuk keluarga kecil nya. Orang tua Septin tak pernah marah dengan kelakuan puteri nya, ketika itu semua membawa pengaruh baik, bukan pengaruh buruk bagi puteri nya. Ayah Septin sempat menegur Bapak nya juga karena Septin di umur nya yang masih belasan tahun sudah bisa melihat semua hal hal yang berhubungan dengan alam Gho'ib.


__ADS_2