
''Jadi gimana nich Yah? Bunda sich dateng-dateng nya malah menyela obrolan penting Septin,'' tukas Septin dengan bibir di gembung kan.
''Ya kali saja kalian berpacaran gitu, kan nggak apa apa juga kalau kalian berpacaran, Rafael juga ganteng tampan, baik dan juga sopan kepada Bunda dan Ayah,'' balas sang Bunda yang tak mau kalah dari puteri nakal nya itu.
''Bunda memang nyebelin?!'' kata Septin malah menyenderkan kepala nya ke bahu sang Ayah.
''Kamu itu sudah besar, tidak seharusnya seperti itu sama Ayah kamu sekarang, emangnya nggak malu,'' ledek sang Bunda, Septin menggeleng dengan cepat.
''Ngapain harus malu sich Bunda? lawong yang Septin sendiri Ayah Septin sendiri kok,'' elak Septin tak Terima dengan ledekan dari Bunda nya.
''Ya kali aja kamu jadi malu setelah Bunda ledekin,'' balas nya yang sama-sama nggak mau kalah dari puteri nya.
''Bunda kalau ngomong selalu menyebutkan kata kali, memang nya Bunda nggak tau apa? kalau kali itu sungai!'' balas nya dengan kekehan karena sukses membuat Bunda nya kesal.
''Sudah sudah, kenapa kalian ribut sendiri sich?'' kata Pak Arya selaku Ayah Septin.
''Bunda tuh Yah yang mulai duluan? bikin darah tinggi Septin naik saja,'' jawab Septin menatap wajah Ayah nya yang masih terlihat sangat tampan bagi Septin. Kalau menurut orang jelek biarlah toh ini Ayah Septin, pikir nya.
''Apa Ayah antar kamu saja nanti ke lokasi yang kamu sebutkan nak?'' tanya Pak Arya kepada Septin.
''Biar Septin sama Rafael sajalah Yah, Septin lebih enak bareng Rafael kalau kemana mana?'' sahut nya memainkan jari jemari nya, bodo amat lah di ledekin lagi sama Bunda nya.
''Sudah lebih baik kalian jadian sajalah, apa mau Bunda meminang Rafael untuk kamu sayang?'' goda sang Bunda kepada Septin, membuat yang di goda menjadi jengah mendengar nya.
Septin yang sudah selesai ngobrol dengan Ayah nya kembali ke dalam kamar, untuk menghubungi Rafael guna meminta antar ke tempat yang akan mereka tuju nanti malam.
__ADS_1
Sedangkan di luar Bunda nya tengah tersenyum puas karena sudah berhasil membuat pikiran puteri nakalnya berpetualang jauh.
''Kenapa Bunda meledek Septin sampai seperti itu sich,'' tegur Pak Arya yang sudah sangat kesal dengan kelakuan istri nya.
''Ya biarin sajalah Yah, toh puteri kita juga nggak jelek jelek amat untuk bersanding dengan Rafael yang ganteng dan juga tajir itu,'' bela nya membuat Pak Arya menggeleng kan kepalanya pelan, karena dia juga tidak mengerti apa yang sudah ada di dalam otak dan juga hati istri nya.
''Iya, Ayah mengerti kalau Rafael anak dari orang kaya Bunda, tapi apa Bunda berpikir bagaimana kalau mereka sampai menolak puteri kita karena kita nggak sepadan dengan mereka Bunda, kamu nggak mikir ke situ,'' Pak Arya mencoba menegur istri nya. ''Itu akan berakibat kepada persahabatan mereka yang sudah lama ia bina,'' lanjut nya lagi membuat istri nya memikirkan semua yang di ucapkan suami kepada dia.
''Mungkin Bunda tidak sampai situ Yah, tapi Bunda yakin kalau orang tua Rafael juga senang dengan kebersama'an mereka berdua, buktinya mereka sampai saat ini tidak pernah melarang Rafael untuk pergi dengan anak kita,'' balas nya, kini Pak Arya yang memikirkan ucapan dari istri nya.
''Sudahlah Yah, jangan terlalu di pikirkan lagi, yoh puteri kita juga masih kecil, dia juga belum lulus sekolah sekarang, masak iya kita memikirkan masalah untuk segera menikahkan mereka sich, toh ini bukan lagi jaman Siti Nurbaya lagi,'' kata Bu Anik Bunda Septin kepada suami nya.
Di dalam kamar Septin menghubungi Rafael. Dia mencari nomor sahabat dan menekan nomor untuk menyambungkan panggilan nya.
Tut tut tut
Sampai lama Septin menunggu panggilan nya di angkat oleh Rafael.
''Kemana sich kamu Rafa?'' gumam Septin ketika melihat panggilan nggak di angkat juga.
Panggilan di matikan dan Septin mencoba untuk menghubungi Rafael kembali.
Rafael yang baru selesai mandi melihat ponsel nya yang berdering, dia melihat nama Septin di layar ponsel nya, dengan segera dia segera mengangkat nya.
-''Hallo, ada apa Tin?'' tanya Rafael ketika sudah menggeser layar ponsel nya.
__ADS_1
-''Kamu kemana saja sich Fa, aku sudah dua kali menghubungi kamu lho, tapi nggak kamu angkat juga,'' jawab Septin dengan beberapa pertanya'an kepada sahabat laki-laki nya.
-''Memang nya ada apa Tin, aku baru selesai mandi nich? tadinaku juga sempat dengar kalau ponsel ku berdering, tapi aku kan lagi mandi masak iya aku harus keliar dengan tubuh yang masih banyak sabun nya sich?'' bela Rafael yang tak mau di salahkan oleh sahabat nya.
-''Kok baru mandi sekarang, bukan nya kamu sudah pulang dari tadi sekolah nya ya?'' tanya Septin sedikit posesif kepada sahabat nya.
Rafael yang mendengar ucapan Septin mengeulas senyum di kedua bibir nya.
-''Iya, pulang sekolah nya memang sudah dari tadi? tapi apa kamu lupa kalau sekarang aku ada jadwal latihan bola voli,'' sahut Rafael membuat seorang gadis di seberang tetdiam, mengingat ini adalah hari di mana sahabat nya melakukan latihan seperti biasa nya.
''Kok aku bisa melupakan nya ya?'' gumam Septin pelan namun masih terdengar ke seberang.
-''Kamu kan pulang lebih cepat? jadi mungkin kamu juga lupa kalau kegiatan aku sekarang ada latihan main bola voli juga,'' pungkas nya dengan senyuman smirk di bibir nya, yang bahkan Septin tidak tau kalau Rafael tengah tersenyum jahat.
-''Rafa-,'' Septin menghentikan ucapan nya membuat si empu merasa penasaran dengan perkata'an sahabat nya.
-''Ada Septin, apa ada sesuatu atau kamu punya masalah?'' tanya Rafael yang sudah mulai khawatir dengan sahabat nya itu.
-''Aku nggak apa apa kok Fa, tapi aku ingin minta tolong sama kamu? apa kamu bisa,'' tanya Septin dengan sedikit ada rasa malu yang tiba-tiba menyeruak di dada nya.
'Perasa'an apa ini, kemarin aku tak pernah merasakan perasa'an seperti ini sebelum nya, apa yang terjadi pada diriku,' gumam Septin dalam hatinya.
-''Kamu bilang saja Tin, apa yang bisa saya bantu buat kamu? lagian kamu kenapa sich seperti meminta tolong kepada orang lain saja, aku ini sahabat mu-,'' 'Sekaligus orang yang begitu mencintai mu Tin,' Ujar Rafael dengan panjang lebar dan juga bergumam dalam hatinya, kalau dia sesungguhnya sangat mencintai sahabat wanita nya.
Lagian mana ada sich persahabatan yang tidak di dasari dengan cinta, kalau kedua sahabat itu terdiri dari seorang wanita dan laki laki. Tak ada persahabatan yang akan langgeng diantara mereka berdua, ada nya benih benih cinta akan muncul dengan seiring nya waktu.
__ADS_1