Septin Sang Pemberani

Septin Sang Pemberani
Episode 42 Perdebatan


__ADS_3

''Tapi beneran ya setelah ini mbak nya jangan ganggu Septin lagi, Septin sudah pusing dengan sekolah dan ini malah di tambah dengan urusan mbak nya, padahal aku saja nggak kenal sama mbak nya,'' Ujar Septin yang sedikit kesal dengan tingkah laku si hantu.


''Kalau aku nyaman di dekat kamu bagai mana?'' jawab nya santai.


''Jangan macam macam ya mbak? Septin hanya ingin tenang dan damai di kehidupan yang akan datang, masak iya mbak mau gangguin pengantin baru juga sich kan aneh juga, sudah jadi hantu malah kepo, gimana hidup nya dulu,'' gerutu Septin sambil terus memainkan ponsel nya, mungkin karena kesal Septin tak lagi menyahuti ucapan apa yang di ucapkan oleh hantu wanita itu.


''Rafael lama banget sich, bisa bisa sampai subuh nich aku di sini, sama hantu kepo dan gila juga,'' lanjut nya lagi.


''Aku dengar lho Septin?'' sahut nya santai.


''Bodo amat, mau dengar atau enggak aku nggak peduli kok? lagian ya kamu itu hanya hantu dan bagiku tetap sama, hantu tetap lah hantu tidak akan berubah menjadi manusia lagi,'' Ucap nya kesal dan panjang lebar menjelaskan kepada si hantu yang belum di ketahui jelas namanya.


''Segitu benci nya sich sama aku sich Tin?'' jawab nya yang menambah volume kesal Septin.


''Nggak usah banyak bicara dech, bikin aku tambah kesel saja,'' tukas nya dengan suara yang sudah di naikkan satu oktaf.


Si hantu hanya cengengesan mendengar perkata'an Septin, biasa nya yang lain langsung kabur terbirit-birit mendengar ucapan Septin, lah ini malah semakin mendekat.


''Jangan dekat dekat kepadaku, kamu bau tau nggak sich!!'' Ujar Septin menepuk-nepuk bahu yang sudah kena tempelan si hantu.


''Kamu mah gitu sama aku Septin, aku hanya ingin memeluk kamu saja, nggak lebih kok?'' jawab nya masih dengan nada lirih nya.

__ADS_1


''Kalau kamu terus nempel seperti ini, aku akan pergi dan tak akan datang ke rumah kamu,'' balas nya menggertak si hantu. Hantu kok di hertak begitu sich nggak bakalan kabur yang ada dia malah cengengesan nggak guna.


''Maaf lama, kamu nggak marah kan?'' Ujar Rafael ketuka tida di tempat Septin berteduh.


''Iya nggak apa apa kok?'' sahut Septin dengan pipi yang di gembung kan.


''Tadi saja marah marah nggak jelas, sekarang malang bilang nggak apa apa, gimana sich nggak konsisten sama sekali dech,'' sambung sang hantu yang masih ada di dekat Septin.


''Kamu ya, sejak tadi kamu bikin aku kesal, kamu yang harus nya peegi bukan Rafa,'' pekik Septin membuat Rafael mengerutkan kening nya.


''Kenapa, apa kamu marah sama aku?'' tanya Rafael merasa tak enak hati.


''Ich bukan kamu kali Fa, ini nich si biang kerok dari tadi selalu gangguin aku, bikin aku kesal dan sekarang darahku mendidih? ingin rasanya aku mencincang cincang tubuh hantu ini kalau bisa, tapi sayang nya pisau tak ada yang bisa mengenai tubuh nya. Lihat saja tuh? badan yang gemuk saja di lewati begitu saja sama kendara'an, apalagi pakek pisau,'' sanggah nya menunjuk ke arah samping nya dengan dagu, padahal di samping nya tidak ada orang atau tidak ada siapa siapa.


Rafael melepas jaket nya untuk di pakaikan kepada calon istri nya, Septin tersentak dengan perlakuan Rafael yang menurut dia sangat tiba-tiba.


''Entar kamu yang kedinginan Rafa?'' Ujar Septin saat melihat jaketnya sudah ia oakaikan ke tubuh nya.


''Sudah nggak apa apa kok, aku sebagai laki-laki kuat? asala kamu nggak sakit aku sudah lega denger nya.


''Ciehhh.... yang lagi bucin? budak cinta,'' ledek sang hantu yang tengah terkekeh heli melihat kedua pasangan yang masih remaja itu, tapi jangan salah beberapa hari lagi mereka berdua akan menikah dan sahabat sebagai suami istri.

__ADS_1


''Hantu di larang meledek manusia, sana cari hantu juga untuk di ledekin,'' seru Septin kesal.


''Sudah jangan di tanggepin seperti itu lagi, nggak ada guna nya. Ayo naik?'' Ucap Rafael menyudahi obrolan Septin dengan sang hantu.


Rafael membawa motor nya ke jalan yang sudah di tunjuk oleh si hantu tersebut. ''Jauh bener rumah nya, sampai di sana apa langsung di ganti uang bensin ya,'' bisik Septin yang hanya bercanda dengan Rafael.


''Ngomong apa sich, kita kan cuma cari pahala saja tidak mengharap imbalan juga kan?'' jawab Rafael dengan kekehan nya.


''Iya, tapi yang di tolong malah hantu rese' suka ikut campur urusan orang, kalau saja dia pegang uang? sudah ku porotin dia biar nggak seenak nya sendiri nyuruh nyuruh orang!'' desis nya, Rafael yang mendengar ocehan dari calon istri nya hanya geleng-geleng kepala nya pelan.


''Setelah ini belok kiri Rafa,'' Ucap Septin masih dengan nada kesal nya.


''Iya sayang? aku ingat kok,'' jawab nya membuat yang di panggil sayang hanya melongo ke arah samping kepala Rafael.


''Lagian ini hantu dari tadi nyerocos terus, sudah aku bilang tadi kalau aku masih ingat jalan menuju ke rumah nya,'' cicit nya geram.


''Sudah nggak usah di dengerin lagi, yang penting sekarang? kita pikirkan ucapan apa yang akan kita ucapkan kepada keluarga nya nanti setelah sampai di rumah nya, nggak mungkin dong kita bilang datang ke sini di suruh hantu anak Ibu, yang badan kita di ketawain habis habisan kali Tin?'' Ujar Rafael tiba-tiba, Septin juga baru kepikiran kalau dia datang ke rumah mbak nya hanya ingin mengatakan kalau mbak nya belum bisa hidup dengan tenang sebelum keluarga nya melepas kepergian nya dengan ikhlas.


''Kok aku baru inget ya, terus kita mau ngomong apa dong? otakku lagi buntu nich nggak bisa buat mikir, lagian hantu nya terus terusan nyerocos,'' sahut nya.


''Bisa diem nggak, kamu sudah jadi saja cerewet nya minta ampun, paling tunangan kamu sekarang lagi bahagia karena kamu sudah tidak bisa cerewet lagi sama dia, mungkin sekarang dia sedang tidur nyenyak di rumah nya karena hidup nya sudah sangat tentram juga,'' ungkap Septin yang sudah kepalang kesal, karena di samping nya masih terus saja mengomel dan mengiceh nggak jelas.

__ADS_1


-''Septin? kamu nggak boleh ngiming seperti itu, dia sangat bahagia ketika aku ada di dekat nya,'' jawab nya pelan.


''Halah, paling cuma modus biar kamu nggak pergi dari dia,'' Septin tetap nggak mau kalah dengan si hantu yang terus mengikuti nya.


__ADS_2