
Septin pulang bersama orang tua nya tanpa menunggu yang lain nya pulang, Septin sudah meminta ijin sama semua Guru dan juga kepala sekolah nya untuk pulang lebih dulu.
''Tin, lho mau kemana?'' tanya Nurul yang melihat Septin mengambil tas punggung nya di dalam kelas.
''Gue mau pulang Rul, mau istirahat sebentar mungkin dia hari ini aku nggak akan masuk sekolah dulu?'' jawab nya lalu menghampiri Nurul sahabat nya yang duduk di depan bangku nya.
''Ya sudah kalau lho mau istirahat dulu sejenak, besok aku ke rumah lho dech?'' kata Nurul yang mengerti akan perasaan Septin hari ini.
Septin mengangguk dan melangkah keluar kelas dengan tas di punggung nya, sedangkan Ayah dan juga Bunda nya sudah menunggu di luar gerbang sekolah, karena puteri nakal nya sudah memberi tahu mereka tadi kalau dia ikut pulang sekarang.
''Yah, kamu yakin nggak sich kalau Septin mau ikut kita pulang sekarang?'' tanya sang Bunda yang sudah kesal karena posisi nya saat ini berdiri di samping suami nya.
__ADS_1
''Yakin lah Bu, kita tunggu saja sebentar lagi di sini, kalau belum juga keluar mungkin dia nggak jadi pulang sekarang dan seperti biasa dia pulang bersama Rafael,'' jawab sang Ayah kepada istri nya yang sudah mau cepat pulang ke rumah nya, dan ber selonjoran di teras rumah dengan camilan serta minuman dingin. Dan tak lupa juga suasana di sana sangat sejuk dan juga dingin, karena di halaman rumah Septin masih banyak pohon pohon hijau yang memang sengaja ia tanam agar tidak terlalu panas saat berada di dalam rumah.
Septin berlari dari sekolah nya menuju ke luar gerbang di mana di sana sudah ada Ayah dan juga Bunda nya yang sudah menunggu nya sejak tadi, mungkin sudah sangat lama juga mereka menunggu Septin, pikir nya dan segera naik ke atas motor bebek yang memang selalu di kendarai orang tuanya.
''Lama banget sich?'' Ujar bundanya yang sudah mulai sakit kakinya.
''Maaf Bunda, tadi Septin harus menjelaskan dulu kepada teman teman di kelas, karena mereka bertanya kenapa aku harus pulang sekarang? sedangkan jam pelajaran masih ada waktu dua jam lagi,'' terang Septin yang ingin menutupi sesuatu pun dari orang tuanya.
...****************...
Sesampai nya di rumah Septin segera membersihkan tubuh nya yang sangat lelah, bukan hanya fisik nya yang lelah, tapi juga hati nya yang lelah karena Rina selalu menyudutkan Septin selama berada di dalam ruangan, beruntung ada seorang Guru yang mungkin dia mau keluar dari ruangan Pak kepala sekolah, tapi langkah nya terhenti ketika melihat para siswa nya berkerumun di depan ruangan kepala sekolah, Guru itupun sudah mengerti kalau sampai salah satu Guru nya yang menyinggung Septin, maka urusan nya bakalan beda lagi, karena para siswa nya kini tengah mendukung Septin di luar sana.
__ADS_1
Balik ke rumah Septin
Septin membaringkan tubuh nya di tempat tidur yang ukuran nya tidak terlalu besar itu. Dalam sekejab Septin sudah berada di alam mimpi nya, mimpi yang kemarin sempat menghampiri dalam tidur nya kini malah terlihat kembali, Septin melihat seorang gadis cantik yang masih diam dan hanya mengeluarkan tangisan nya saja di tempat yang sama, di bawah pohon yangnadandi pinggir jalan raya.
''Lho kakak sedang apa di sini, dan kenapa kakak malah nangis sich,'' tanya Septin penasaran, karena dia masih betul dengan wajah kakak perempuan yang menangis kemarin di pinggir jalan.
''Kaka kok betah banget sich diam dan menangis juga di sini,'' tanya Septin lagi karena belum mendapatkan jawaban dari wanita di depan nya.
Wanita itu hanya menggeleng pelan dan segera menghambur ke dalam pelukan Septin, Septin yang mendapatkan serangan mendadak pun langsung jatuh ke belakang dengan kepala kepentok ke aspal, tapi untung nya jalanan kini tengah sepi tidak seramai seperti biasa nya.
'Anech banget sich, kenapa jalanan hari ini sangat sepi nggak seperti hari hari biasa nya, lagian ini juga nggak ada sama sekali mobil berlalu lalang di depan nya saat ini,' gimana Septin yang kini mulai di landa penasaran, mungkin semua nya nggak bisa melihat dan tidak akan percaya dengan alasan yang Septin bisa Dengan alasan dia tidak pernah menghendaki.
__ADS_1