
Keluarga besar Rafael memang setuju dengan Septin, mereka semua sudah tau sifat Septin seperti apa selama ini, Septin adalah hadis yang sangat baik dan juga sopan kepada semua orang, bukan hanya bagi orang tua nya sendiri, melainkan kepada semua orang yang nada di sekeliling nya, namun Rafael tidak berani mengatakan cinta kepada sahabat nya tersebut, takut nya Septin akan menolak dan persahabatan nya akan berubah menjadi musuh di kemudian hari.
Maka dari itu Bunda Rafael dan juga Ayah nya sepakat untuk menjodohkan mereka berdua, karena sejak dia mengenal Septin, Septin selalu pergi bersama putera nya tersebut dan itu di yakini oleh Bunda Rafael kalau ternyata putera nya mencintai gadis yang kini menjadi sahabat nya.
Sepeninggal Arlan, Paman dan kedua orang tua nya membicarakan tetentang cara menjodohkan Rafael dengan Septin. ''Apa kamu yakin cara ini akan berhasil Thom?'' tanya nya menatap sang adik yang tak lain adalah Paman Rafael.
''Ya kita harus melakukan dengan cara itu saja Bang, kalau harus bertanya mereka berdua yang ada mereka malah nggak mau, seperti yang kamu dengar tadi, Rafael bilang masih sekolah dan masih belum punya pekerja'an tetap, jadi? besok atau lusa Abang dan Mbak harus mendatangi rumah orang tuanya Septin, untuk membicarakan masalah semua ini dengan mereka berdua tanpa sepengetahuan Rafael maupun Septin itu sendiri. Biarlah itu semua jadi pembicara'an serius antara Septin dengan kedua orang tua nya Bang,'' kata Thomas kepada Abang nya yang tak lain adalah Ayah Rafael.
''Mbak coba ajak mereka ngobrol saja dulu untuk membahas masalah ini kepada mereka tanpa harus melibatkan mereka berdua, siapa tau mereka berdua sependapat dengan ide kita untuk menjodohkan anak anak kami berdua, iya kan Yah?'' sahut nya panjang lebar seraya meminta persetujuan dari suami nya.
''Yang di katakan kalian semua ada benar nya, tak ada yang salah kalau mereka berdua tunangan dulu sambil menunggu mereka lulus sekolah, setelah lulus sekolah baru kita pikirkan lagi untuk ke depan nya nanti,'' lanjut nya lagi membenarkan ucapan dari adik dan juga istri nya.
''Ya sudah kalau gitu aku pamit dan aku tunggu kabar baik nya di lain waktu,'' pamit nya dan mengulurkan tangan nya kepada Ayah Rafael dan juga Bunda Rafael.
Paman Rafael datang sendiri tanpa istri yang menemani nya, karena saat ini istri Paman nya tengah hamil besar dan tak memungkinkan kan untuk datang membahas masalah keluarga sumi nya.
...****************...
Pagi hari nya Septin bangun kesiangan dan dia juga tengah di buru waktu untuk segera membersihkan tubuh nya, sedangkan di teras rumah nya sudah ada Rafael yang tengah berdiri menatap ke dalam rumah Septin, agar wanita yang selalu bersama setiap hari segera muncul dan menampakkan wajah cantik nya di hadapan nya, namun sudah menunggu setengah jam lama nya Septin juga belum keluar dari rumah nya, namun setelah Rafael merasa frustasi dengan Septin yang tak kunjung keluar pun Rafael memutuskan untuk segera berangkat sendiri ke sekolah nya.
Tapi ketika Rafael menyalakan mesin motor nya Septin malah memanggilnya dengan suara yang memekakkan telinga nya.
__ADS_1
''Rafa tungguin!!'' pekik nya di saat melihat sahabat nya sudah ingin pergi dari rumah nya.
''Septin, aku kira kamu sudah berangkat tadi, soalnya aku sangat lama berdiri di teras tadi,'' Ujar Rafael ketika melihat sahabat wanita nya berlari dari dalam rumah nya.
''Iya, aku telat bangun nya? soal nya semalam aku ngerjain tugas yang di kasih pak Guru dan juga Bu Maya kemarin, jadi aku bangun nya telat,'' sahut nya lalu memakai hijab yang masih ada di tangan nya.
''Kamu nggak sisiran dulu?'' tanya Rafael ketika melihat rambut Septin yang acak acakan karena belum di sisir.
''Nggak sempat Rafa, ini saja sudah telat? ayo jalan sekarang nanti nggak bisa masuk ke dalam lagi gara-gara sudah lewat jam nya,'' tukas nya menaiki sepeda motor Rafael.
Septin menolak memakai helm nya karena dia masih akan memakai hijab nya terlebih dahulu, ''Emang kamu bisa pakek hijab kamu sambil berjalan motor nya,'' sela Rafael menatap Septin dari kaca spion motor nya.
''Bisalah Fa, kamu tenang saja? asal kamu tidak ngebut aku akan memakai nya dengan benar,'' ungkap nya dengan deretan gigi putih nya.
''Selesai mengerjakan tugas aku sih main game dulu, awal nya hanya berniat main sebentar saja, ta-pi nggak berhenti sampai jam 3 pagi, dan setelah itu aku memilih tidur?'' jawab nya dengan kekehan kecil, karena dia merasa tak enak hati sudah membuat Rafael menunggu lama di depan rumah nya sedari tadi.
''Emangnya Bunda kamu tidak ngebangunin gitu, sampai kamu bangun kesiangan?'' cecar nya.
''Mungkin tadi Bunda sempat bangunin aku sebelum beliau pergi ke sawah untuk menengok para pekerja di sana, tapi aku malah nggak ngerespon panggilan Bunda? jadi ya gini dech,'' jawab nya panjang lebar.
Dan tanpa terasa mereka berdua sudah sampai di sekolah nya dan untung nya gerbang swkolah belum terlalu tertutup sempurna hingga motor Rafael masih bisa masuk.
__ADS_1
''Kalian kenapa telat?'' tanya pak satpam yang bertugas di sana.
''Maaf Pak, ban motor saya tadi bocor di jalan? jadi saya harus mencari bengkel dulu dech untuk menambal ban nya yang bocor?'' jawab Rafael berbohong kepada sang satpam.
''Sudahlah, kalian masuk saja mumpung masih belum bel?'' balas nya yang langsung di angguki Septin dan juga Rafael. Septin sengaja menunggu Rafael yang tengah memarkirkan motor nya di parkiran sekolah nya.
''Kenapa masih di sini?'' tanya Rafael menggandeng tangan sahabat nya.
''Aku menunggu kamu di sini, agar kalau kita di hukum bisa barengan,'' Ujar nya membalas tangan Rafael, entah kenapa hari ini Septin merasa sangat nyaman beradandi samping Rafa sahabat nya, mungkin kah benih-benih cinta sudah tumbuh di dalam hati masing-masing.
Rafael bernafas lega ketika sampai di depan kelas nya tidak ada guru yang masuk ke dalam kelas nya saat ini, hanya saja semua teman nya sudah berkumpul di dalam sembari bergihlbah ria. Entah apa yang menjadi gibahn mereka semua Septin maupun Rafael tidak tertarik sama sekali.
''Ech Tin? lho baru datang,'' seru Nurul yang tengah duduk manis di bangku nya.
''Iya Rul, aku telat bangun tadi?'' jawab Septin berkata jujur kepada sahabat nya yang ada di depan nya.
.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih buat kakak yang selalu dukung karya receh ku selama ini, jangan lupa like komen ya kak, Terima kasih😘💕😘💕😘💕