
''Pak, yang di katakan anak ini ada benar nya juga, kemarin di sini ada kecelaka'an, orang orang pernah bilang kalau di sini ada wanita yang sedang menangis, wajah dia tidak nampak tapi hanya suara tangisan nya yang sempat ia dengar,'' kata istri Bapak yang ingin menghampiri Septin dan juga sempat mengatakan kalau Septin adalah gadis gila.
''Sudah ach Bu kita pergi dari sini saja,'' ajak suami Ibu itu.
''Kenapa bapak mau pulang secepat itu, tidak mau melihat wajah gadis yang sering menangis di jalan raya ini lagi, nanti Bapak jadi penasaran dan malah mendatangi tempat ini besok lagi,'' ejek Rafael yang masih dengan wajah datar nya.
''Aku nggak tertarik dengan semua itu, yang ada aku hanya ikutan gila seperti kalian yang sudah gila, ngomong sendiri di bilang ngomong dengan setan?'' pungkas nya dan ingin beranjak dari tempat nya, guna menuju motor yang ia parkir tak jauh dari tempat Septin berada.
Septin yang mendengar menoleh seraya berkata kepada sahabat nya yang selama ini sudah baik pada nya, dan di tambh lagi dia selalu menghalangi kedatangan orang orang yang ingin menghampiri nya sejak tadi. ''Rafael, kamu bawa saja Bapak itu ke sini, agar tidak selalu mengoceh yang bukan bukan? karena aku tidak suka dengan itu semua, biarlah dia bilang aku kurang ajar, karena memaksa seseorang untuk mendekat ke arah ku, tapi itu lebih baik dari pada terus menghina orang tanpa bukti, sekarang kita buktikan saja seperti apa wajah wanita di samping ku,'' Ujar Septin panjang lebar dan menarik sebelah bibir nya ke atas, karena dia sudah senang dengan pekerja'an Rafael.
''Jangan macam macam ya sama aku, sekarang juga aku akan laporkan kalian ke polisi,'' ujar nya meronta tinta di saat Rafael membawa Bapak yang keras kepala sejak tadi.
''Asal Bapak tau, aku juga bisa melaporkan balik dengan tuduhan pencemaran nama baik, jadi kita impas kan?'' jawab Septin dengan melipat tangan ke depan dada nya. 'Biarlah mereka bilang aku jahat, tapi ini semua untuk kebaikan ku juga karena orang itu sudah mengatai aku dan juga menganggap ku sebagai orang gila, kurang ajar sekali bukan?' gumam Septin dalam hati dan terus saja mengulas senyum jahat nya kepada tiga orang yang ada di depan nya.
__ADS_1
Septin memegang tangan Rafael, dan Septin menyuruh Rafael menyentuh mata Bapak itu dengan cepat, agar dia bisa melihat sosok gadis yang ada di depan nya.
''Astaghfirullah hal adzim!!'' pekik nya karena kaget dengan wajah wanita itu yang sudah tidak utuh lagi, karena saat kejadian kecelaka'an n wajah dia terkena aspal, sedangkan tubuh nya hancur di gilas ban mobil besar.
''Bagaimana Pak, apa aku terlihat gila dan hanya berhalusinasi saja dengan semua yang sudah Bapak lihat hari ini, dan aku juga merasa sangat salut karena Bapak berani melihat wajah mbak di depan ini, apakah Bapak sudah puas melihat nya,'' tanya Septin dengan nada sombong nya.
Bapak itu hanya bisa mengangguk pelan karena suara dia masih tercekat di lehernya ketika melihat wajah gadis yang di katakan gadis kecil di samping nya. ''Semoga Bapak bisa tidur nyenyak setelah ini?'' tambah nya lagi menyuruh Rafael mengusap kembali wajah Bapak tadi.
Sekarang dia sangat shock dengan kejadian yang di alami barusan, Bapak itu masih terus saja memikirkan wajah rata gadis yang ada di hadapan nya.
''Bapak tidak apa apa kan?'' tanya istri nya lagi, dan lagi lagi suami nya tidak menjawab pertanya'an istri nya.
''Suami Ibu masih sangat shock melihat wajah gadis di samping saya, jadi jangan di tanyakan dulu kepada Bapak nya, kalau Ibu bisa bawa sepeda motor, lebih baik Ibu saja yang mengendarai sekarang dengan suami di belakang bonceng Ibu,'' kata Septin masih tetap santai dengan cara menjawab pertanya'an dari Ibu di depan nya.
__ADS_1
Lagi lagi Septin membuktikan semua ucapan nya, ucapan nya adalah hal yang sangat benar dan tidak pernah berbohong kepada semua orang, bahkan Septin selalu berkata dengan jujur kepada semua orang, tapi semua kejujuran nya di salah artikan oleh semua orang yang ada di dekat nya, hanya Rafael dan juga Nurul yang selalu mempercayai setiap ucapan dari sahabat nya itu.
''Apa yang di lihat suami ku barusan neng?'' tanya sang Ibu masih terlihat tenang.
''Lebih baik Ibu tidak perlu tau dulu, mungkin besok atau lusa suami Ibu akan bercerita semua nya kepada Ibu dengan jelas,'' jawab Septin mengalihkan pandangan nya ke arah lain, Septin menatap sosok yang tidak mau di publish lebih lama lagi, namun pikiran dia salah, Bapak yang tadi melihat sudah tidak bisa lagi melihat sosok nya yang sungguh menyeramkan.
''Kalau gitu aku pergi dulu, dan aku akan segera menemui keluarga kamu dan juga tunangan kamu, jadi mulai sekarang lebih baik kamu jangan membuat orang orang semakin menghujat kamu dengan mengatakan ada hantu yang sedang menangis di sini, sebenarnya aku sangat sedih ketika mendengar utu semua kemarin? tapi aku tidak bisa melakukan apapun, kecuali tidak terlalu mempercayai semua yang di katakan oleh orang orang.
''Dan kamu harus berjanji akan hidup tenang setelah bertemu dengan keluarga kamu dan juga tunangan kamu, karena aku juga banyak pekerja'an dari sekolah? dan tidak akan punya waktu yang banyak untuk selalu mengurus masalah kamu ini,'' Ujar Septin panjang lebar, mengingat pekerja'an sekolah nya yang sudah menumpuk di dalam kamar nya, tapi Septin lebih memilih untuk pergi menemui sosok misterius yang ia jumpai di dalam mimpi nya. Bahkan Septin tidak mengenal wanita itu apalagi mengenal keluarga nya.
''Ayo Rafael kita pergi sekarang?'' ajak Septin menatap ke arah sahabat nya yang masih berdiri di tempat nya, dengan pandangan yang masih menatap wajah Bapak yang tampak masih sangat shock.
''Pulang lah Bu, kami juga akan pulang sekarang? karena hari juga semakin malam,'' kata Rafael kepada sosok Ibu yang masih menatap wajah ketakutan suami nya.
__ADS_1
''Maafkan sahabat saya Bu, dia memang tidak bisa di singgung apalagi seperti yang suami Ibu bilang tadi, dengan menyebutkan kalau dia gila karena berbicara sendirian, nyatanya sahabat saya berbicara dengan wanita yang 3 minggu lalu kecelaka'an,'' terang Rafael kepada istri Bapak yang tadi sempat menghina sahabat nya.