Septin Sang Pemberani

Septin Sang Pemberani
Episode 45 Cerita yang sebenarnya


__ADS_3

''Malah masih sempat sempat nya untuk tersenyum sich kamu Mbak?'' kata Septin dengan mencebikkan bibir nya.


-''Merengut salah, tersenyum juga salah? lha terus aku kudu piye,'' jawab Lela kesal.


''Tuh Bu, Ibu lihat sendiri kan? seperti itu kalau gangguin Septin, mulai sekarang Septin tidak mau di ganggu lagi oleh makhluk seperti kamu lagi Lela,'' tukas nya asal.


-''Aku salah terus ya di mata kamu Tin, padahal aku sudah sangat berhati-hati agar tidak menyinggung mu lagi, tapi wajahku memang tidak bisa tersenyum Septin, memang kamu nggak lihat dengan jelas wajah ku seperti apa sekarang, kalau dulu aku sich cantik banget?'' ujar nya memuji diri nya sendiri.


''Iyalah cantik, kan di puji sendiri! coba tanya sama orang lain pasti jawaban nya akan beda kan?'' ledek nya, agar suasana yang mencekam tidak terlihat terlalu menyeramkan dengan wajah Lela yang rata itu.


''Ibu, tolong bilang sama Mbak Lela, jangan mengganggu aku lagi, sejak akun di teror sama Mbak Lela, tiap pagi aku selalu telat bangun pagi, dan itu akan berimbas ke sekolah ku juga yang telat,'' adu Septin kepada Ibu Lela.


Ibu Lela yang tadinya sedih dengan melihat wajah puteri nya yang seperti itu akhirnya mau menyunggingkan senyum nya melihat perdebatan ku dengan mbak Lela si hantu muka rata itu.

__ADS_1


''Nak? seharus nya kamu tidak mengganggu nak Septin, kasihan dia kalau harus telat datang ke sekolah nya, dia bisa di hukum oleh Guru di kelas nya nanti,'' Gumam sang Ibu mengingat kan Lela hantu muka rata.


-''Lela nggak pernah mengganggu dia kok Bu, Lela hanya datang ke mimpi nya saja, kalau dia tidak bisa tidur ya itu bukan salah Lela kan, itu semua salah dia sendiri? kenapa dia tidak tidur setelah Lela pergi dari mimpi nya,'' kata Lela panjang lebar.


Sedangkan Septin sudah memdelik mendengar penuturan nya keadaan Ibunda nya. ''Enak kali kamu ngomong ya, coba lihat penampilan kamu sekarang, sekua orang pasti akan setuju dengan pendapat ku kalau sampai tidak bisa tidur? karena terus teringat dengan wajah kamu dan juga penampilan kamu yang sekarang?'' balas Septin kesal, Rafael hanya bisa mendengus dan sesekali menatap ke arah keluarga Lela, takut nya mereka marah karena ucapan Septin,namun Rafael salah? mereka hanya tersenyum melihat perdebatan Septin dengan Lela.


''Maafkan tunangan saya Bu kalau dia ada salah kata, dia memang orang nya ceplas-ceplos, dan sejak tadi mereka berdua sudah berdebat di jalan, membuat aku pusing mendengar nya,'' Ujar Rafael kepada keluarga besar Lela yang sudah berkumpul di sana, karena mereka juga sebenarnya ingin mengetahui keada'an Lela, namun Septin tidak mau dengan alasan Lela sendiri yang tidak mau semua orang tau keada'an nya saat ini.


''Nggak apa apa kok nak Rafa, Ibu dan Ayah Lela senang kok dengan kedatangan kalian ke rumah Ibu, dan Ibu juga minta maaf kalau puteri Ibu selama ini selalu merepotkan kalian?'' jawab nya dan tersenyum ramah.


''Ibu, saya minta tolong sama Ibu, jangan terus menangisi seseorang yang sudah pergi dari hidup kita, kita tidak bisa berlama lama menangisi orang tersebut, kasihani dia Bu, bukan nya Septin menggurui Ibu, tapi inilah kenyata'an nya, mbak Lela belum bisa pergi jauh karena Ibu belum mengikhlaskan kepergian mbak Lela,'' Gumam Septin memegang tangan Bu Lela.


''Iya, Ibu salah? Ibu selalu berharap puteri Ibu datang menemui Ibu, dan malam ini dia beneran menemui Ibu, Ibu akan mencoba mengikhlaskan kepergian puteri Ibu, agar dia bisa pergi ke surga nya Allah, maafkan Ibu nak? Ibu egois yang selalu mikir kamu masih hidup selama ini,'' balas nya dengan tangisan nya.

__ADS_1


''Sudahlah Mbak, kita ikhlaskan saja kepergian puteri kita, agar dia bisa bahagia di surga dan akan menunggu kita kelak di sana, mulai sekarang kamu jangan egois lagi, kamu harus ingat dengan jelas puteri kita sebelum dia benar-benar pergi dari kita, yang penting kita selalu mendo'akan dia Mbak, agar dia bisa tenang di sisi Allah SWT,'' sambung sangat Paman yang sedari tadi hanya berdiam diri.


''Yang ndi katakan Paman benar Bu, mungkin kalau bisa besok sekeluarga datang lah ke tempat dia mengalami kecelaka'an kemarin, dia sangat ingin kalian menghampiri ke tempat itu, tempat di mana setiap malam selalu mengeluarkan tangisan nya dan membuka pengguna jalan di buat takut?'' sela Septin tiba-tiba.


''Kalian tau nggak? kemarin saat aku mendatangin tempat tersebut, sebagian orang mengira aku orang gila, karena ngomong sendirian di bawah pohon dan itu malam hari, di bilang aku sedang ngobrol dengan hantu cantik malah dia menyepelekan aku, dan bilang kalau anak muda jaman sekarang sering melakukan halusinasi saja, sehingga dia bilang lagi ngobrol dengan hantu. Tapi giliran aku perlihatkan dia yang sebenarnya dia malah kaget dan kencing di celana nya, iya kan mbak Lela,'' Ucap Septin meminta pendapat Lela hantu yang ia tunjuk kan beberapa hari yang lalu.


''Terima kasih ya nak? kamu sudah mengingat kan Ibu untuk melepaskan kepergian Lela puteri Ibu, tanpa kamu datang ke rumah hari ini, mungkin Ibu masih terus memilih mengurung diri di dalam kamar, Ibu sadar sekarang? kalau Ibu menghalangi perjalanan puteri Ibu ke tempat yang seharusnya nya dia berada saat ini, Ibu menyesal sudah bersikap seperti itu?'' Ucap nya lirih.


''Nggak apa apa kok Bu, itu hal yang sangat wajar sebagai seorang Ibu tidak akan pernah rela melepaskan puteri nya yang tiba-tiba meninggalkan kita begitu saja, bahkan Mbak Lela saja tidak sakit atau demam yang bisa Ibu rawat di rumah nya dengan kasih sayang, tapi Ibu kemarin hanya mendengar kabar kalau Mbak Lela sudah meninggal dunia, bahkan mungkin semua keluarga yang di sini tidak bisa melihat wajah Mbak Lela untuk yang terakhir kali nya, jadi Septin tidak menyalah kan Ibu dalam hal ini,'' jelas Septin panjang lebar yang langsung di benarkan oleh keluarga Lela yang lain nya, kalau mereka tidak tau persis wajah dan juga tubuh Lela yang sudah di bungkus dengan kain kafan dari rumah sakit.


''Saat itu kami di beritahu tetangga kalau ponakan saya mengalami kecelaka'an di jalan, dan kami semua segera pergi ke tempat kecelaka'an itu, tapi kaki tidak bisa menemukan jasad ponakan saya di sana? karena orang bilang sudah membawa nya kentumah sakit, dan istri saya yang melihat tumpukan daging yang berceceran di sana segera membersihkan jalan itu, semua daging yang dia ambil mungkin adalah sebagian dari tubuh ponakan saya yang tertinggal di sana, istri saya menaruh daging itu di hijab nya yang ia lepas, bahkan aku juga sempat meminjam emb wen kepada salah satu rumah yang ada di sana untuk menyiram tempat itu agar bersih, jadi hanya sebagian dari keluarga yang lain saja yang mendatangi rumah sakit, namun mereka melihat sudah di bungkus kain kafan, karena Pak Lurah di sini menyuruh segera mengkafani jasad Lela, agar semua keluarga tidak merasa kaget melihat penampilan Lela di sana, dan daging yang di bawa istri ku itu juga langsung di kubur dengan di bungkus kain juga di sana,'' sang Paman Lela menceritakan semua yang terjadi kepada Lela dengan gamblang malam ini, dia sudah tidak bisa menahan apa yang selama beberapa minggu ini ia pendam sendiri bersama sang istri, mungkin ceceran daging tersebut ada sebagian wajah Lela di sana, makanya wajah Ayu Lela menjadi datar seperti itu.


''Septin harap kalian semua bisa sabar dan ikhlas dengan semua ini, biarlah malam ini menjadi pertemuan kalian semua dengan Mbak Lela, agar Mbak Lela bisa segera pergi dari dunia ini, dan tinggal di tempat yang seharus nya,'' kata Septin melirik kearah Lela yang sedang menunduk seraya bergumam.

__ADS_1


-''Sok bijak? padahal jahat!'' Gumam nya pelan, namun masih bisa di dengar oleh Septin yang memang ada di samping nya.


''Nggak usah mengerundel dech, emang kamu sudah jadi hantu masih saja kepo dengan kehidupan manusia yang masih hidup, itu yang bikin Septin kesal, rasa kepo nya tinggi banget!'' balas Septin yang tak mau kalah, dan itu sukses membuat semua orang tertawa di sana, Septin yang melihat semua orang pada tertawa hanya mengerutkan kening nya saja, dia bahkan bingung mau bersikap seperti apa saat ini.


__ADS_2