Septin Sang Pemberani

Septin Sang Pemberani
Episode 27 Tak merasa bersalah


__ADS_3

Sedangkan di bawah pohon besar kakak kelas nya tengah ketakutan, dia kini tengah menangis di bawah pohon, dia merutuki kesalahan nya karena telah menyinggung Septin, dan akhirnya dia sendiri yang mengalami ini semua.


''Gadis cantik kenapa menangis?'' tiba-tiba Rina mendengar suara aneh dari pohon besar tersebut.


''Siapa di sina!'' seru Rina dengan nada takut nya.


''Jangan gitulah neng, aku hanya ingin menyapa kamu saja tak lebih, mumpung ada kamu di sini jadi Om Wowo ingin bermain dengan kamu sebentar saja,'' jawab nya santai.


Tubuh Rina semakin bergetar ketika mendengar kata ingin bermain tadi, ''Jangan macem macem dech sama aku, akan aku aduin ini semua sama orang tuaku di rumah, agar orang tuaku merobohkan ini pohon,'' ancam Rina congkak.


Di dalam kelas tengah gaduh gara-gara Septin mengikat Rina di pohon besar, dan Wali kelas Septin mendatangi kelas nya untuk meminta bantuan agar Septin melepaskan ikatan Rina di pohon besar itu.


''Septin, Ibu mohon buka ikatan Rina sekarang, dia saat ini sudah sangat menyesal telah menyinggung kamu tadi,'' kata Bu Maya pelan, sang Guru tau kalau murid satu ini tidak akan mau di singgung oleh orang lain, apalagi sampai di buat malu seperti tadi di kantin saat jam istirahat sekolah.


''Ibu tinggal buka saja tapi nya, kenapa harus Septin juga yang buka tali nya, manja banget jadi orang?'' balas Septin asal dan masih sama dengan posisi nya saat ini.


''Itu masalah nya Septin, taki itu nggak bisa dibuka sama sekali sama semua Guru di sekolah ini, mungkin yang sering kamu sebut Om Wowo itu sudah menahan Rina di pohon besar itu, jadi Ibu mohon kamu lepasin ikatan itu sekarang ya,'' pinta Bu Maya setengah memohon kepada Septin.


''Ibu tinggal ngomong sama Om Wowo kalau Ibu mau melepaskan ikatan Rina, dan suruh Rina minta maaf juga kepada Om Wowo, karena mungkin dia sudah berbuat jahat kepada dia tadi,'' pesan Sania kepada Wali kelas nya. ''Septin masih malas bertemu dengan Rina itu Bu Maya, jadi Bu Guru saja yang buka tali nya, aku malas banget dan tak mau bertemu dia,'' tambah Septin kepada Guru nya.


''Baiklah?'' kata Bu Maya dan melangkah pergi dari kelas Septin.


Septin masih berdiam diri di tempat nya, masih dengan menelungkupkan wajah nya dari semua teman teman nya. Septin memang keras kepala orang nya, apalagi sampai dia di singgung bdan di hina seperti tadi di kantin sekolah nya, bahkan dia tidak masalah dengan kabar miting yang menimpanya karena orang orang menyebut dia adalah pacar kakak kelas nya, namun saat dia di hina dan di permalukan di depan banyak orang, maka Septin tidak akan tinggal diam dengan semua itu.

__ADS_1


Di belakang sekolah Bu Maya tengah berusaha melepaskan tali yang mengikat di tubuh Rina di pohon besar yang di katakan ada penunggu nya, Bu Maya masih terus berupaya membuka nya, namun semua itu gagal. Seakan-akan tali itu sangat lengket dan susah untuk di buka, Bu Maya akhirnya ingat dengan yang di katakan Septin tadi, yang mengatakan kalau Rina harus meminta maaf dulu kepada nya.


''Rina, kamu minta maaf dulu sama penunggu pohon besar ini, mungkin kamu tadi salah ucap dan menyinggung nya juga kan,'' kata Bu Maya dengan nada lembut nya.


''Buat apa aku harus minta maaf sama pohon ini Bu,'' sarkas nya tak menyadari semua kesalahan nya.


Tali itu semakin erat di tubuh Rina, dan Rina merasakan sakit di tubuh nya karena tali yang mengikat di tubuh nya.


''Sekarang kamu mengerti kan yang Ibu bilang barusan,'' balas Bu Maya mendesah kesal.


''Yasudah kalau kamu tidak meminta maaf sekarang juga, jangan harap kamu bisa lepas dari ikatan ini selama nya,'' kata Bu Maya mulai meninggalkan Rina sendirian.


''Bagaimana Bu Maya,'' tanya kepala sekolah ketika melihat Bu Maya menghampiri nya.


''Terus kita harus bagaimana Bu Maya, nggak mungkin juga kita harus tetap di sini kan, sedangkan jam pulang sebentar lagi,'' sambung guru lain yang tak mau lama lama di sekolah, karena dia juga mempunyai masalah masing-masing dan juga keluarga nya yang tengah menunggu nya di rumah nya.


''Yang di katakan Pak Muchlis ada benar nya, kita harus segera membuka ikatan itu,'' sambung yang lain juga.


''Tapi kita nggak bisa maksa Rina untuk meminta maaf Pak, dia sangat keras kepala sekali, kalau sampai dia terus terusan nggak mau minta maaf sama penunggu pohon besar itu, ya terpaksa kita tinggalin saja di sana sendirian, toh salah dia sendiri kan nggak mau meminta maaf,'' ucap Bu Maya panjang lebar. ''Aku juga hari ini ada acara dengan Septin di rumah ponakan Pak, jadi aku harus mengajar sekarang agar saya bisa menyelesaikan tugasku sebagai Guru,'' tambah Bu Maya melangkah pergi menuju kelas Septin untuk mengajar murid murid nya.


Septin menatap ke arah Bu Maya yang sudah berdiri di depan nya, Septin kira Bu Maya akan marah dengan dia, karena tidak mau membuka tali ikatan Rina di pohon besar di belakang n sekolah nya.


''Bagaimana Bu sudah bisa di buka ikatan nya,'' tanya salah satu teman Septin kepada Bu Maya yang masih berdiri di depan Septin.

__ADS_1


''Masih belum bisa di buka ikatan nya, Rina masih nggak mau meminta maaf kepada penunggu pohon besar itu,'' jawab Bu Maya masih menatap ke arah Septin.


''Septin, ayolah kamu bantuin buka ikatan nya, sebentar lagi pulang dari sekolah,'' tukas salah satu teman nya kepada Septin.


''Kalau Rina nggak mau minta maaf sama Om Wowo, jangan harap bisa lepas dari pohon itu, walaupun aku yang meminta nya pun tak akan dia lepaskan begitu saja, sampai dia benar-benar minta maaf sama Om Wowo. Makanya jadi orang angkuh nya kebangetan, bukan hanya kita yang selalu di bully, tapi dia juga sudah ngebully Om Wowo dengan mengatakan akan menutup orang tuanya memotong pohon besar itu, kalau itu kalian yang berada di dalam pohon itu, apa kamu mau melepaskan orang seperti itu sebelum meminta maaf pada kalian,'' jawab Septin tegas kepada semua teman di dalam kelas nya, Septin juga nggak mau ambil pusing lagi memikirkan Rina, toh dia juga nggak mau di lepaskan oleh Om Wowo dengan syarat meminta maaf padanya, pikir Septin.


''Bu Maya, kalau sudah nggak ada mata pelajaran yang harus Septin ikuti, Septin mau pergi ke rumah ponakan Ibu sekarang, lebih cepat lebih baik sebelum sosok itu masuk kembali ke dalam tubuh ponakan Ibu, karena Septin nggak tepat waktu menatuh mainan itu di tempat nya.'' tukas Septin menatap Bu Maya.


''Septin ada apa?'' tanya Rafael yang baru datang dari sekolah lain bersama Nurul tadi.


''Nggak ada apa apa kok Fa, cuma ada lalat saja yang mengganggu ku tadi, tapi semua sudah beres,'' jawab Septin mengalihkan pandangan nya kepada sahabat nya.


''Ya sudah kalau begitu kita tutup pelajaran hati ini, dan kalian boleh oulang semua nya,'' Ujar Bu Maya yang langsung di soraki oleh semua murid nya.


''Jangan berisik, kalau kalian masih berisik Ibu akan menghukum kalian untuk menjaga Rina di belakang sekolah,'' ancam Bu Maya kepada semua murid nya yang masih berisik.


''Ich, Bu Maya nggak asik ach?'' gerutu salah satu murid nya yang kini tengah merajuk.


''Sebenarnya ada apa Septin,'' tanya Rafael lagi, Rafael membalikkan tubuh Septin agar gadis di depan nya bisa menatap ke wajah nya, wajah yang begitu lelah setelah mengikuti lomba dadakan di sekolah lain tanpa pemberitahuan dulu.


''Tadi, Rina ngebully Septin, dan Septin yang marah langsung mengikat Rina di pohon besar belakang sekolah, sampai sekarang ikatan nya belum bisa di buka,'' kata Bu Maya menjelaskan perihal masalah yang menimpa Septin sahabat baik Rafael.


''Sudahlah Rafa, kita ke rumah ponakan Bu Maya saja, takut nya sosok itu masuk lagi ke tubuh ponakan Bu Maya, malah semakin sulit keluarin nya, karena mengira kita sudah membohongi dia,'' ajak Septin kepada Rafael yang masih duduk di samping nya.

__ADS_1


Rafael mengangguk pelan dan mengambil tas punggung nya, sebelum beranjak dari kursinya, Rafael mengambil tangan Septin yang terasa dingin ketika di pegang. Mereka berdua menuju parkiran untuk mengambil motor sport Rafael. Bu Maya, Septin dan juga Rafael kini tengah menuju ke rumah ponakan nya untuk menaruh mainan yang sudah ia janjikan kemarin sore kepada sosok makhluk halus yang sempat menguasai tubuh ponakan Guru nya.


__ADS_2