Septin Sang Pemberani

Septin Sang Pemberani
Episode 61


__ADS_3

Fajar telah meninggi namun Septin belum keluar dari kamar nya, bahkan dia masih tertidur pulas ketika Sifa masuk ke dalam kamar nya setelah meminta ijin kepada Rafael yang sedang duduk di teras rumah Septin.


''Bangun dah siang nich?'' seru Sifa ketika sudah ada di samping kasur Septin, ya Difa tahu benar kalau Septin semalam tidur nya sampai larut malam, sedangkan Septin tidak bisa tidur sampai selarut itu, hanya saja dia merasa tak enak hati kalau sampai meninggalkan keluarga baru nya yang sedang duduk di ruangan keluarga nya.


''Eeeemmmm,''


''Bangun sudah siang, kakak juga akan balik hari ini dan semua nya sudah siap juga tuh di luar, tapi mereka masih menunggu kamu dari tadi, tapi yang di tunggu malah belum bangun juga,'' Ujar Sifa membuat Septin mau tak mau harus membuka mata nya yang masih terasa berat.


''Kak Sifa kenapa buru buru pulang nya, ini juga masih pagi kok?'' jawab nya dengan suara serak khas orang bangun tidur.


''Ini kamu bilang masih pagi, sedangkan jam di dinding kamu sudah menunjukkan pukul 12 siang?!'' sela Sifa menunjuk jam dinding yang di gantung di tembok tepat di atas pintu kamar nya.

__ADS_1


''Astagfirullah, aku kesiangan dong? tapi kenapa kak Sifa tidak bangunin Septin dari tadi sich, kenapa kak Sifa baru bangunin Septin sekarang! memang ya orang orang di sini semua nya jahat jahat,'' Ujar Septin dengan berbagai perkata'an yang menyudutkan semua orang yang ada di luar.


''Bukan nya tega seperti itu dek? tapi semua orang sudah beberapa kali membangunkan kamu, tapi apa? kamu malah menarik selimut nya dan menutupi semua wajah kamu,'' jawab Sifa dengan apa adanya, memang dari pagi tadi semua orang sudah mencoba membangunkan Septin, tapi semua nya gagal dan Rafael menyuruh agar membiarkan Septin untuk tetap tidur, Rafael juga bilang kalau Septin pasti sangat kelelahan dan juga ngantuk berat, jadi semua orang mengiyakan ucapan Rafael.


''Tunggu sebentar kak, Septin mau mandi dulu sebentar ya,'' seru Septin buru buru bangun dari tempat tidur nya dan berlari ke kamar mandi di dalam kamar nya. Dengan kecepatan dia untuk mandi jadi Septin hanya membutuhkan waktu 5 menit saja untuk mandi, sedangkan Septin yang terburu-buru lupa membawa baju ganti ke dalam kamar mandi nya, dengan terpaksa dia hanya membungkus tubuh nya dengan handuk yang di lilitkan di dada nya sampai paha nya.


Septin pikir kalau Sifa masih ada di dalam kamar nya, tapi ternyata Sifa sudah keluar dari dalam kamar nya dan nampak lah Rafael yang sedang berdiri di samping tempat tidur nya untuk mengambil ponsel yang tadi dia lupa di bawa keluar.


Rafael meneguk saliva nya melihat tubuh Septin yang begitu menggiurkan, pikir Rafael.


Septin langsung menutupi dadanya yang hanya tertutup dengan handuk, ''Kak Rafa bisa nggak keluar dulu dari dalam kamar, Septin ingin ganti baju,'' ucap nya setengah memohon kepada Rafael yang sudah menyandang status sebagai suami nya.

__ADS_1


''Memang nya kenapa kalau aku ada di dalam kamar, ini kan kamar ku juga?'' jawab Rafael dengan santai nya seraya mendudukkan bokong nya di pinggiran tempat tidur nya.


Rafael menggoda Septin dengan mata genit nya, ''Sudah lah,'' Septin mendengus dan berjalan ke arah lemari dengan masih menutup dada nya dengan tangan nya, dengan cepat Septin menarik baju dari dalam lemari dengan asal, sehingga membuat tumpukan baju baju nya roboh dan keluar dari dalam lemari.


''Menyebalkan?'' gumam nya pelan membiarkan baju baju yang jatuh tadi berserakan di lantai, Rafael menatap istri nya dengan penuh keheranan karena meninggalkan baju baju yang jatuh tadi.


Rafael menggelengkan kepalanya pelan sembari beranjak dari duduk nya dan membereskan semua baju baju Septin yang jatuh tadi, Rafael melipat kembali baju baju Septin yang terjatuh, dan memasukkan kembali ke dalam lemari dengan rapi, Septin keluar dari kamar mandi dan menatap di sana masih nada Rafael yang sedang memasukkan semua baju Septin ke dalam lemari baju nya.


''Kak Rafa ngapain beresin baju baju Septin, Septin bisa sendiri kok,'' gumam nya melangkah menghampiri Rafael yang sedang menutup lemari baju nya.


''Nggak apa apa kok sudah selesai juga kan?'' jawab nya dengan menunjukkan dalam lemari nya. 'Aku pikir Rafael masukin baju baju ku begitu saja tanpa melipat nya dulu, tapi ternyata dia melipat nya dengan rapi dan dia juga sudah menyusun semua pakaian nya ke lemari,' Ucap Septin dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2