
Septin tak menghitauian semua yang di katakan olehh semua teman teman di dalam kelas nya, toh semua itu hanya Hoax dan tak ada yang benar sama sekali, Septin pergi ke kantin dengan sikap biasa biasa saja karena menurut dia tak perlu dia takut sama seseorang, jika orang tersebut cinta dengan kakak kelas nya, toh Septin tak merasa punya hubungan dengan dia juga kan, pikir Septin.
''Kak bakso satu dan es teh satu,'' kata Septin memesan makanan siang nya di kantin sekolah.
''Oke neng? tunggu sebentar ya,'' jawab nya dengan jari membulat 👌.
Septin memilih tempat duduk yang biasa ia duduki setiap hari, sedangkan Rafael dan Nurul sedang di panggil oleh sang guru ketika mereka berdua melewati ruangan guru nya.
''Hech anak sok cantik,'' seru kakak kelas nya yang memang menyimpan perasa'an kepada teman sekelas nya.
''Ada apa Mas mbak?'' tanya Septin santai dengan menatap ke wajah merey berlima, dua diantara nya laki-laki yang emang selalu mengikuti wanita yang menggebrak meja Septin.
__ADS_1
''Jangan pura-pura nggak tau kamu, kamu yang merebut calon pacar ku kan!'' sarkas nya dengan suara lantang.
''Maksud nya,'' tanya lagi Septin yang masih belum ngeh dengan ucapan wanita didepan nya.
''Haduch... kak? yang sopan dikit kenapa sich, mana kaki banyak panu nya lagi,'' sela Septin ketika melihat kaki wanita itu di angkat ke atas meja.
''Jangan banyak bacot dech lho, sekarang lebih baik kamu ngaku saja, dari pada gue ubek ubek tu rambut,'' Ucap nya lagi mencoba menggertak Septin, Septin yang mendapatkan gertakan hanya tersenyum simpul di bibir manis nya.
''Berani kamu sama aku!'' teriak nya dan memelototi Septin, namun Septin tak merasa gentar sama sekali menghadapi kakak kelas nya yang sudah buta karena cinta, tapi cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, karena laki-laki yang ia cintai tidak membalas cintanya, melainkan dia memilih mencari wanita wanita lain yang lebih lembut dan juga nggak songong seperti wanita di depan nya.
''Sudah lah kak, lebih baik kakak lepaskan cowok yang kamu suka, karena dia tidak menyukai kakak, lebih baik kakak mencari laki-laki yang lebih menghargai kakak dan juga menyayangi kakak, bukan mengejar laki-laki yang tak pernah menaruh perasa'an nya kepada laki-laki tersebut, itu hanya akan membuat kakak akan merasakan sakit hati karena cinta nya bertepuk sebelah tangan,'' jelas Septin panjang lebar, membuat kakak kelas nya tumbuh tanduk dan ingin mendorong Septin dalam kemarahan nya.
__ADS_1
Kakak kelas nya sudah nampak sangat kesal dengan Septin, bahkan dia sudah mengangkat tangan nya ke arah wajah Septin, tapi Septin tak merasa takut bahkan dia juga mengambil ancang-ancang untuk membalas wanita jahat di depan nya.
Septin memelintir tangan kakak kelas nya ke belakang sehingga dia merungis kesakitan, ''Jangan coba coba mengertakku kak, kalau kamu tidak terkena dampak dari kemarahan ku, atau mungkin kalian semua aku jadikan tawanan makhluk di belakang sekolah saja, biar kalian merasakan bagaimana berada di sana, menemani Genderuwo yang tengah berawmauam di pohon besar itu?'' Septin menggertak semua teman teman kakak kelas nya sehingga dia tidak bisa melawan Septin, lagian mana adil sich satu lawan lima.
''Jangan hiraukan ucapan gadis jelek ini, dia hanya menggertak kalian saja, lagian mana ada Genderuwo di belakang sekolah,'' seru wanita yang mencoba merundung Septin.
Septin yang sudah geram membawa nya ke belakang sekolah, dia segera mengikat wanita yang sudah jahat kepada nya.
''Bang Wowo, Septin punya mainan buat kamu di sini, selamat bersenang-senang,'' Ucap Septin menepuk pelan pohon besar di samping nya. Septin segera pergi menuju kantin di mana pesanan nya sudah terhidang di meja nya tadi.
''Septin, apa kamu nggak keterlaluan sama dia, bagaimana kalau dia balas dendam yang lebih dari tadi,'' ujar salah satu teman nya yang ada di kantin sekolah nya.
__ADS_1
''Sudah lah, bodoh amat?'' jawab Septin acuh tak acuh, dian memakan bakso dan meminum es teh nya juga sampai habis tak tersisa.