Septin Sang Pemberani

Septin Sang Pemberani
Episode 57


__ADS_3

Keluarga Septin mengobrol dengan keluarga Lela, mereka terlihat sangat akrab dengan kedua nya, itu semua berkat Lela dan juga Septin yang dengan serius menggabungkan dua keluarga menjadikan saudara walaupun tidak ada hubungan darah sama sekali.


Tapi tak kan menutup kemungkinan Septin akan selalu menjaga keluarga ini dengan sebaik mungkin, sampai malam pun tiba dan keluarga Lela kini tengah beristirahat di kamar tamu yang sudah di rapikan sebelum oleh Bunda Septin.


Septin begitu bahagia malam ini, dia bahkan mempunyai 3 Bunda sekarang, 3 Ayah dan juga 3 kakak sekaligus, bagaimana tidak senang dengan semua nya yang sudah ia dapatkan selama beberapa hati ini, suami yang tampan dan juga sayang dengan nya, bahkan dia juga sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena sudah mengirim kan keluarga yang sangat baik untuk diri nya.


''Kakak sudah siap belum?'' tanya Septin kepada Sifa kakak ipar Lela.


''Mau kemana nak?'' tanya sang Bunda yang mendengar panggilan puteri nya kepada tamu nya.

__ADS_1


''Kak Sifa bilang ingin melihat Mbak Lela Bunda, jadi Septin ajak sekarang saja? mumpung dia sedang nangkring di kamar Septin,'' celetuk Septin membuat Bunda dan Ayah nya mengernyit kan dahi nya.


Sedangkan di kamar tamu, Ibu Lela dan juga Ayah nya mendengar ucapan Septin yang mengatakan kalau Lela sedang nangkring di kamar nya segera beranjak dari tempat tidur nya, mereka berdua rencana nya ingin mengistirahatkan tubuh lelah nya, agar besok pagi dia bisa bangun pagi dengan keada'an yang segar bugar, tapi mereka malah terbangun ketika Septin memanggil anak menantu nya untuk bertemu dengan puteri nya yang sudah tiada sebulan yang lalu.


''Nak Septin bilang apa tadi?'' tanya Ibu Lela membuka pintu kamar nya.


''Ibu sebenarnya mau tidur, tapi ketika Ibu mendengar Sifa ingin bertemu dengn Lela, rasa kantuk Ibu jadi hilang?'' jawab nya berbohong, sebenarnya Ibu Lela ingin sekali melihat wajah sang puteri secara langsung, dia ingin tau perubahan yang bagaimana yang di maksud oleh Septin tadi siang ketika sedang mengobrol dengan Sifa menantu nya.


''Ya sudah, kalau gitu Ibu tunggu di sini saja, biar Septin panggil si biang inar untuk datang ke sini sekarang?'' gumam nya seraya melangkah pergi menuju kamar nya, yang di mana di sana sudah terdapat suami nya yang sedang berbaring, karena seharian ini dia sudah menerima tamu Bunda Bunda nya.

__ADS_1


''Kak Rafa sudah tidur?'' tanya Septin dengan melangkah menghampiri nya.


''Belum, ini mau memejamkan mata, memang nya ada apa?'' tanya Rafael mengerutkan kening nya, seraya menatap wajah cantik Septin yang kini sudah menjadi istri nya.


''Nggak cuma nanya saja, kalau mau tidur? tidur saja, Septin masih ingin main main dulu dengan Mbak Lela bersama keluarga nya di ruang tamu sebentar ya,'' Septin sengaja meminta ijin kepada suaminya yang sedang terbaring lemah karena kelelahan.


''Aku ikut ya,'' pintar Rafael yang sudah merubah posisi nya menjadi duduk.


''Nggak usah, kak Rafa istirahat saja di sini, aku hanya sebentar kok?'' jawab nya dengan lembut, namun Rafael tidak menghiraukan ucapan dari istri nya, dia melenggang pergi menuju ruang tamu yang di sana sudah ada beberapa orang yang ikut berkumpul di ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2