
" mekap mesin mekap bukan dandan kalian berdua ikut saya " kata bapa seragam
biru telor asin
Susi dan Febri saling pandang akhirnya keduanya mengikuti langkah bapa berseragam itu sesampainya didalam
" Pardi Pardi kesini kamu tes dua anak ini suruh pegang mekap" kata pa Tatang
Susi dan Febri saling pandang
"kak kita kan belum pernah pegang mesin Kaya gitu aku gemetaran kak " bisik Febri
Susi cuman mencolek paha Febri
"ayo kalian ikut saya " ucap Pardi
Febri dan Susi dibawa kedalam ruangan tempat mesin mekap
"kak gimana ini kalau kita dites aku takut liat mesinya gede gitu"bisik Febri
" kalau nanti dites nga bisa ya kita pulang"kata Susi
giliran Febri suruh maju didepan mencoba mesin mekap memperhatikan cara menjahit pardi yang memberi arahan pada Febri
Febri pun duduk memegang kain menjalankan mesin dengan kaki gemetar keringat dingin keluar
"duh gimana ini aku nga bisa" batin febri
setelah selesai dites giliran Susi yang dites mesin mekap
__ADS_1
"gimana padri bisa mereka pegang mekap"kata pa Tatang
"ngga bisa pak masih kaku tangannya" jawab Pardi
" ya sudah kalian boleh pulang" kata pa Tatang
"kita diterima kerja ngga pak " ucap Susi
" nanti kalian ditelepon"kata pa Tatang
" kami nga punya nomor telepon pak" jawab Susi
"nanti diberi tahu lewat pos tinggalin alamat kalian"
"ya sudah kalau gitu saya permisi "
" iya sama sama" jawab pa Tatang
" kak kita pulang saja yu udah sing jam 12:00 lamar juga nga bakal ada yang terima" ucap Febri
"jam segini sudah ngga ada jemputan kaya pagi kita ngecer aja pulangnya dek dua kali naik angkot" ucap Susi
kedua pulang kerumahnya sesampai dirumah keduanya langsung tidur karena lelah mengelilingi kawasan industri
satu bulan Susi dan Febri rajin mencari pekerjaan dari gedung Ke gedung belum menemukan hasil
dalam doanya Febri selalu memohon biar cepat dapat kerjaan tiada henti memohon dan berdoa
"sudah tiga bulan kita di jakarta belum menemukan hasil kak besok mau lamar dimana lagi kak " ucap Febri
" gimana besok saja dek" ucap Susi
"gimana kalian lamar kerja sudah dapat belum kalian sudah keliling belum ke gedung depan tempat bibi kerja" kata Nurmala
__ADS_1
"udah semua udah saya puteri"kata Susi
"kemaren bibi lihat ada tulisan diblok B jalan Jawa ada coba saja kesitu kali saja ada rejekinya"
" besok kalian jalan bareng bibi nanti bibi kasih tahu tempatnya"ucap Nurmala
Esoknya Susi dan Febri sudah rapi hendak melamar ditempat yg ditunjukin Nurmala menaiki jemputan khusus menuju kawasan keduanya turun tempat Nurmala bekerja
"nanti setelah sarapan kalian jalan kebelakang gedung ini lowongan dibuka pukul 09:00"kat Nurmala menunjuk gedung tersebut
" bibi tinggal dulu habiskan sarpan kalian "
" iya bi " jawab susi sementara Febri cuma mengangguk
pukul 8:30 keduanya meninggalkan kantin menuju tempat yang ditunjuk bibinya sudah tampak orang berdiri didepan gedung Febri dan Susi pun ikut bergabung menunggu depan gedung
jam menunjukan pukul 9:30 seorang satpam wanita dan perempuan berkaca mata keluar menemui para pelamar
"YANG BiSA JAHIT ,,,,,,,,"
" YANG BISA JAHIT MAJU KEDEPAN KUMPULIN LAMARAN KALIAN"
teriak satpam wanita
" YANG BISA JAHIT YAH" kata ibu personalia
*
*
*
*TBC
__ADS_1