
Semingu berlalu hari yang ditunggu pun tiba
aku mengemas pakaian kumasukkan kedalam tas ransel termasuk surat lamaran tak ketinggalan
berpamitan dengan keluarga tetangga
sehabis magrib kami berangkat bertiga menaiki bus jurusan terminal Pulo gadung
bus melaju melintasi jalan raya duduk samping jendela melihat pemandangan di luar tak ada yang menarik di luar gelap menoleh ke samping kulihat bibi dan Kaka ku sudah terlelap tidur aku pun ikutan tidur bersandar di pundak kakakku delapan jam perjalanan dari kampung menuju kota lumayan lelah kami sampai di terminal pukul 02:00 wib
"Susi..,. Febri ...,ayo bangun sudah sampai kemasi barang barang kalian jangan sampai ada yang tertinggal "ucap Nurmala
menurunkan tas di bagasi bus yg ad di atas tempat duduk berjalan keluar menuruni bus menenteng bawaan masing - masing aku dan Susi mengikuti langkah bibi
berjalan ke depan mencari angkutan umum
tiga puluh menit berlalu kami sampai ditempat tujuan fly over menyeberangi jalan raya yg masih sepi menyusuri trotoar aku melihat di sekelilingku
"Jakarta ko begini mana gedung gedung bertingkat ko tidak ada seperti yang di tv dan sinetron Jakarta bagus banget" batin Febri
tiba- tiba bibi mengagetkan lamunanku memasuki gang mengingatkan kalau sebentar lagi hendak menyebrang rel kereta api
__ADS_1
"jangan bengong jangan Meleng baca- baca sebentar lagi menyebrangi rel kereta awas kena setan Budeg " ucap Nurmala
ini adalah pertama kalinya aku menginjakan kaki di kampung orang
aku sontak langsung siaga merapat ke badan Kaka ku mengandeng tangannya
jarak dari tempatku menuju rel sekitar lima meter lagi sedikit menanjak jalanya kulihat masih perkampungan banget
masih banyak ditumbuhi pohon dan semak belukar kanan kiri banyak ditumbuhi pohon pisang
ku arah kan pandanga ku tengok kiri dan kanan sebelah kanan aku dikagetkan sosok bayangan hitam di balik pohon
bulu kudukku langsung berdiri dengkul ku gemetar terasa lemas keringat dingin membasahi telapak tangan ingin rasanya aku lari sekencang mungkin tapi aku belum tau tempat tinggal ku di mana aku eratkan genggaman tanganku keluar dari mulutku apa saja aku baca
"Astaghfirullah adzim.... "
"Astaghfirullah adzim ... "
"Bismillahirrahmanirrahim ...... "
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim" terus ku baca berulang kali ku pejamkan mata berharap bayangan itu cepat hilang sampai aku selesai menyebrang rel kereta api setengah berlari mengikuti bibi didepan
" apa sih dek tangan kamu dingin banget kaya habis lihat setan saja "
"kamu lihat apa memang barusan jangan bikin Kaka penasaran dek "ucap Susi
Febri cuma menggelengkan kepala masih mode diam tak menjawab pertanyaan kakaknya
Susi berhenti sejenak berjongkok mencolek tanah mengunakan telunjuk menaruh di kening Febri seperti tanda perkalian
" biar ngga sawan ayo jalan lagi udah Kaka kasih penangkal tuh " ucap susi
Nurmala pun berhenti memperhatikan ke dua keponakanya yg menurutnya konyol
" ada ada sja nih bocah masih saja pake dipake ajaran kakeknya "batin nur menggelengkan kepala
*
*
*
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
pas nulis di episode ini aku benar benar nyesek tapi demi kelarnya episode ini aku lawan biar kelar seperti ada aura mistis yang datang karena di episode ini benar nyata adanya pertama kalinya aku melihat mahluk tak kasat mata jelas banget tunggu di episode dimana sosok hantu budeg itu bener adanya