
kerja di pabrik yang tak jauh dari kontrakan rumahnya Febri bangun ngga begitu pagi sedikit santai ngga terburu buru
ditempat kerja yang baru Febri belum memiliki teman ketika istirahat siang pun Febri lebih memilih pulang ke Kerontokan ketimbang makan dilingkungan pabrik membuat Febri lama tak mendapat teman
setiap pagi Febri mengantar Utari dulu ketempat pamannya yang berjualan mie ayam
pulang kerja Febri menjemput tari di rumah pamannya
begitu kebiasaan Febri sampai tak terasa Febri bekerja di tempat tersebut sudah hampir tiga bulan lamanya
"tari buruan nanti Kaka terlambat Kaka ada meeting pagi pagi" ucap Febri
"iya ka bentar lagi ni lagi ganti baju" jawab tari
tak lama kedua pergi di persimpangan jalan keduanya berpisah ketempat tujuannya masing masing
Febri berlari ke loker menaruh tas
" Astagfirullahal adzim seragam sama absen ketinggalan di rumah gara gara Utari ni ah saya jadi lupa kan " batin febri
buru buru Febri masuk kedalam menemui supervisor guna minta izin sebentar
" Mak ijin sepuluh menit saya pulang absen ku ketinggalan Mak di rumah " ucap Febri
" ke ADM sana minta surat ijin dulu" ucap supervisor
" makasih ya mak " ucap Febri meninggalkan supervisor
__ADS_1
lalu menghampiri ADM guna meminta surat ijin keluar setelah mendapat surat ijin Febri segera pulang menuju kontrakan
sampai di kontrakan Febri menuju lemari mengambil seragam yg masih bersih
" absenku Taruh dimana ya lupa saya menaruhnya " batin Febri celingukan dikamar mencari absen
" cucian kotor kali yah" di seragam yang kemaren ku pakai " batin Febri
menghampiri cucian kotor Febri mengaduk aduk baju kotor
"KEEEEKkk,,,,,,,KEEEEKKK,,,,,,,,KHOOOkHHH"
"suara apa sih tuh " batin Febri menghentikan tangannya yang tengah mengaduk aduk cucian kotor
Febri bangun dari duduk mencari sumber suara yang begitu jelas terdengar suaranya makin lama makin kencang memilukan
Febri menempelkan telinganya di dinding sebelah kontrakan
" suaranya dari kontrakan sebelah kenapa yah kaya kambing lagi disembelih masa di dalam kontrakan ada yang masukin kambing " batin Febri
Febri semakin menekan telinganya menempel di dinding papan sebelah
" KOOOOOKHHHH,,,,,,, KHOOOOOKHH "
" coba saya lubangi dindingnya penasaran suara apa " batin Febri
berjalan kerak piring mencari pisau untuk melubangi dinding tembok
__ADS_1
setelah mendapat pisau Febri menghampiri dinding tempat suara itu berasal dengan hati hati Febri melubangi dinding dikontrakkan nya pelan pelan Febri memutar pisau hingga membentuk lubang kecil
Febri menempelkan muka nya didinding mulai mengintip kontrakan sebelah
didalam kontrakan sebelah terlihat seorang wanita tengah tergeletak di lantai memegangi lehernya sambil mengeluarkan suara seperti hewan disembelih
"Astagfirullahal adzim,,,,,,, Astagfirullahal adzim" Febri buru buru keluar rumah menghampiri kontrakan sebelah
"TOK,,,,,TOK,, ,TOK"
Febri mengetok pintu sebelah kontrakan
" MBAK,,,,,,TOK,,,,,TOK,,,,,TOK,,, MBAk,,,," Febri terus mengetuk pintu
" Dikunci lagi ,,,,,TOK,,TOk,,,,MBAK,,,,,,,"
"TOLONG,,,,,,,TOLONG" ,,,,Febri berteriak minta tolong pada tetangga
"tak ada cara lain minta tolong tetangga saja biar dobrak pintu rumah ini " batin Febri
"TOLOONG,,,,,TOLOOONG Febri kembali teriak
tak berapa lama orang berdatangan menghampiri febri
" ada apa neng teriak teriak minta tolong" ucap bapa bapa
" tolong dobrak pintu ini didalam kayaknya ada yang bunuh diri " ucap Febri
__ADS_1
"ayo kita dobrak neng minggir dulu" ucap bapa tersebut