
" udah yu jalan keburu magrib "ucap Febri
keduanya berjalan menyusuri tepian sungai
" ini ngga papa kita metik daun ini " ucap Febri
" lah emang kenapa ada yang larang bebas udah petik aja seperlunya"
setelah mendapat daun Dadap keduanya buru buru kembali kerumah karena hari hampir mulai gelap langit sudah kemerahan
"Tan jalan nya di percepat hari hampir petang bentar lagi magrib iseng saya Tan"
" Iyah ngga bakal ada setan' Febri takut banget "
"ya mana tau ketemu di jalan kamu berani ngga ngadepin "
" berani "
" bener kamu berani"
" Iyah siapa takut"tantang Tanti
Tiba - tiba Febri menghentikan langkahnya Tanti yang berjalan di belakang Febri menabrak punggung Febri seketika kaget
"kenapa berhenti" ucap Tanti
Febri merentangkan tangan Kananya
"ada apa sih " Tanti semakin penasaran
Febri memalingkan muka membisikan sesuatu ke telinga tanti
" kamu lihat di depan di pohon manga ada sesuatu " bisik Febri
" ada apa emang " ucap Tanti penasaran
__ADS_1
" perempuan tengah duduk di dahan yang menjorok ke sugai" ucap Febri
" pohon manga mana itu"
" jangan di tunjuk nanti tangan kamu asin coba kamu jilat asin ngga"kita Febri
Tanti menjilat jari telunjuknya
" iya asin ko bisa yah " ucap Tanti
"itu tandanya ada setan' disitu kamu mau lihat ngga" ucap Febri
Tanti ca mengangguk
" kamu pegang jari telunjuk ku kamu merem hitungan ketiga kalau kataku buka kamu buka mata kamu" ucap Febri
Tanti memegang jari telunjuk febri
Tanti yang baru kali ini melihat penampakan nyata di depan mata langsung keluar keringat dingin langsung mendorong Febri buru buru lari sejadinya meninggalkan Febri sendirian
Febri yang di tinggal Tanti langsung lari menyusul di belakangnya
" sialan kamu Tanti saya di tinggal"
Febri langsung lari menuju belakang rumah sementara Tanti langsung pulang kerumahnya
BRAAKk
Febri membuka pintu dengan kencang Nurmala yang tengah memasak di dapur kaget mendengar suara pintu bersamaan dengan Febri yang nongol di balik pintu
" Astagfirullahal adzim hehh bocah ngagetin bibi" hampir memukul Febri pakai soled
" maaf Bi ngga sengaja habis Febri takut"
" takut lihat apaan setan yang ada setanya takut sama kamu" ucap Nurmala
__ADS_1
" iiih bibi Febri beneran takut dibelakang lihat kuntilanak d.ipohon manga" ucap Febri
" lagian magrib bukanya ngandang ini malah keluyuran"
" ngandang emang nya ayam di kandangin
Febri kan nyari daun Dadap tadi" ucap Febri
" terus mana daunnya" ucap Nurmala
"ini" Febri mengangkat tangannya yang kosong
" bi daunnya Febri buang tadi pas Tanti ninggalin aku dibelakang terus gimana bi"
" ya sudah nga mau diapain balik lagi ngambil ke belakang "
"hiiii ngga takut " ucap Febri berlalu meninggalkan nurmala yang tengah masak
"Febri pintunya tutup dulu" teriak Nurmala
"bibi aja yang nutup Febri mau mandi sekalian sholat" teriak febri
selepas magrib keluarga berkumpul diruang tamu Febri seperti biasa duduk sebelah Utari di lantai
TOK
TOK.
TOK
" asalamualaiku "ucap orang diluar
"waalaikumsalam" ucap kakek sumo
"eh kamu Alfan ada apa"ucap kakek sumo
" Ki saya mau ngomong tadi habis magrib saya sengaja keluar rumah saya lihat di atas genteng rumah aki ada sinar merah seperti bola api muter muter di atas genteng hati - hati Ki kaya nya itu sinar terluh"
__ADS_1