Setan Budeg

Setan Budeg
Episode 88


__ADS_3

"pohon melinjo mana pohon melinjo saya nga lihat ada pohon melinjo"


" eta ta dipojok dekat toilet " Danang menunjuk pohon melinjo yg ada dipojok


" oh disitu iya kang keliatan singgup"


"singgup apa mba e"


"seram, saya lihat banyak sampahnya lagi jadi tambah seram tambah betah tuh setan disitu"


" ya masalah sampah di maklumi di sini pengontraknya kebanyakan bapa bapa nga ada ibu ibu jadi nga ada yang bisa bersih bersih ini baru mba e doang yang ngontrak disini perempuan "


" yang punya rumah nga pernah ngontrol apa tentang kebersihan di sini kang"


" ngontrol air doang kalau lagi mati"


" dulu disini ada yang ngontrak bapa penjual nasi goreng dia bawa istrinya kesini tapi sekarang udah pindah nga tinggal disini lagi "


"gegara di ganggu sama penunggu pohon melinjo hiii seram banget kalau diceritain"


" seremnya gimana kang orangya jadi gila apa meningal nga ketahuan" ucap Nurmala penasaran sampai nga nyadar air di ember udah luber

__ADS_1


" jadi gini mba e ceritanya"


FLASHBACK


" Bu cabe ,kemiri bawang putih yang dihaluskan sudah di masukin kedalam wadah"


"terus kol, Daun sawi langsung iris saja masukin kantong biar rapi jadi enak kalau ada yang beli bapa nga usah repot iris iris lagi" ucap Tarjo pada istrinya yang tengah membuat bumbu untuk berjualan nasi goreng sementara Tarjo tengah membersihkan gerobak nasi goreng sambil merapikan bahan bahan yang hendak di bawa untuk kepeluan ia berjualan nasi goreng


" nasi putih ,mie goreng mie rebus,kwetiau.hati ayam , baso udah semua tinggal bumbu belum masuk kesini"


"bu e bumbunya udah jadi belum Bu kalau sudah bawa sini mau tak rapihin sekalian "


" iya pa e sedikit lagi tinggal bawang gorengnya belum Mateng"


" iya pa e"


Sore dagangan sudah tersusun rapi di gerobak penjual nasi goreng bersiap siap hendak menjajakan dagangannya mangkal depan masjid raya deket lapangan


" Bu bapa jalan dulu ya "


" iya pa di laris laris ya pa"

__ADS_1


" ya Bu assalamualaikum "


" wa alaikum salam "


Tarjo mendorong gerobaknya menuju jalan raya sampai ditempatnya mangkal Tarjo merapikan kursi memasang terpal untuk menghindari ketika hujan turun setelah semua rapih Tarjo duduk sambil melihat lalu lalang laju kendaraan biasanya pembeli datang setelah habis magrib jam orang pulang kerja


sehabis sholat magrib isterinya tarjo datang ketempat suaminya berjualan mengantikan suaminya ketika menjalankan sholat magrib


malam kian larut pengunjung mulai berdatang ada yang membeli nasi goreng , mie goreng , istri Tarjo dengan cekatan membatu suaminya membungkus nasi para pembeli yang dibawa pulang


lelah membantu suaminya istrinya pulang terlebih dahulu menuku kontrakan


" pa e saya pulang duluan ya "


" iya Bu bernikan pulang sendirian"


" berani pa e masih sore baru jam 22:30 banyak anak muda pada nongkrong" ucap Ratih


" ya sudah kalau bu e berani hati hati Bu"


" iya pa e Bu e pulang ya assalamualaikum" Ratih berpamitan sambil mencium tangan suaminya

__ADS_1


"waalaikum salam Bu"


Ratih berjalan pulang sendirian menuju kontrakan lumayan berjalan kaki memakan waktu sekitar sepuluh menit memasuki gang menuju rumah kontrakan dilihat sudah sepi para penghuni kontrakan sudah pada terlelap tidur


__ADS_2