
pagi sekali pukul 04:30 aku bangun mandi dan berdandan bibi baru bangun pukul 05:00 melihat ku sudah rapi bingung
"tumben amat kamu sudah rapi sudah dandan mau kemana masih pagi"ucap bibinya
"pengen beli nasi uduk yang dikolong itu bi yang dekat pasar kalau siang takut rame ntar nga keburu mobil jemputan" ucap Febri
" hati hati kalau nyebrang rel kereta disitu rawan kena setan budeg baca baca
" iya bi "
aku pun pergi sendirian jalanan tempatku masih sepi sekitar pukul 05:15 baru ada tukang sayur
yang diluar lagi beres - beres dagangannya aku berjalan menuju pasar melewati jembatan dari batang pohon seorang diri sebelum menyebrangi rel akui menengok kiri kanan
"Bismillahirrahmanirrahim"
setengah berlari aku menyebrangi rel kereta
sesampainya ditempat penjual nasi uduk ternyata masih pagi pun sudah ada yang mengantri aku terpaksa mau nga mau ikut mengantri entah dapat giliran keberapa mendengarkan si penjual nasi yang tengah bercerita tentang nenek parto ditemukan lagi nungging nga bangun sampai sore katanya lagi malam dia keluar buang air di ****** pas lagi buang air pohon manganya ada yang goyang goyang kenceng nenek parto teriak teriak
" heh pohon mangga saya jangan di goyang goyang nanti rontok buahnya"
itu pohon mangga bukanya berhenti goyang malah makin kenceng goyang goyangnya nenek parto murka berjalan bertolak pinggang mendekati pohon sambil mencaci maki
__ADS_1
" dibilang jangan digoyang goyang malah kenceng yah kurang ajar sini kalau berani" teriak Nene parto
malah makin kenceng
"krossek ,,,krossek". bunyi daun dan ranting seketika suara tawa melengking keluar dari pohon mangga
" hihihi,,,,, hihihi, ,,, hihihi" keluar sosok perempuan rambut panjang
melayang layang di udara sambil tertawa Nene parto yang tengah memandangi pohon mangga langsung buru buru masuk kedalam rumah
sosok wanita berambut panjang mengikutinya terbang
" paku ,mana paku " ucap Nene parto
masih sibuk mencari paku di laci di dapur dikolong ranjang digeledah semua lelah mencari paku dan palu tidak ketemu akhirnya Nene parto nungging di atas ranjang dengan kepala tertutup bantal membelakangi kuntilanak sampai hari sudah berganti
aku serius mendengarkan ibu penjual nasi bercerita Hinga giliran ku dilayani setelah selesai aku pulang
masih teringat cerita penjual nasi aku sampai tak sadar kalau aku tengah menyebrangi rel kereta mata dan telingaku seperti ditutup seketika aku dikagetkan dengan bunyi klakson kereta api
" Ttooooooooooooooooot" aku langsung tersadar
__ADS_1
kulihat jarak kereta dari tempatku menyebrang kisaran 100 meteran masinis kereta membunyikan klakson mungkin dia lihat ada warna merah menyebrang pas kebetulan aku memakai kaos merah celana cream sontak aku kaget
langsung loncat
aku seperti dibawa terbang melewati jalan kereta yang berjarak,500 meter Tanpa luka Tanpa cacat aku jatuh berdiri tepat dipinggir kereta melintas di samping mungkin kalau aku gerak badanku sudah hancur keserempet kereta aku berdiri mematung menutup telinga
"Astagfirullah, "
"Astagfirullah "
sampai kereta habis melintas di sampingku
aku berdiri mematung dengan kaki
gemetar dan rambut yang acak acakan yang terkena angin kereta melintasi
*
*
*
__ADS_1
besambung