
" Febri duduk situ sebentar "
" ko kamu bisa bisa nya punya ide pengen hapus tato kan saya tidak pernah menyuruh , ibu kamu jadi nyalahin aku"
" aku cinta sama kamu aku benar benar mau berubah buat kamu tolong feb terima cintaku kali ini saja aku serius suka sama kamu kalau aku nga serius ngapain aku berkorban kaya begini" ucap Irwan memohon
Febri hanya diam bingung mau ngomong apa semuanya serba sulit
"duh gimana ya kalau say terim bibi bisa murka tahu aku pacaran sama Irwan" batin Febri
"ya sudah aku kasih kamu kesempatan 3 bulan kalau dalam tiga bulan cocok kita lanjut
kalau nga cocok kita putus tapi aku maunya sembunyi - sembunyi jangan sampai ada yang tahu kalau kita pacaran kamu mau ngaa" ucap Febri
" iya saya mau kalau memang mau kamu begitu makasih ya feb kamu sudah kasih aku kesempatan" jawab Irwan senang
" ya sudah kita pulang yu"
" ayo pri kita pulang"
semenjak jadian Irwan jadi rajin menjemput Febri pulang kerja dari sehabis magrib udah setia menunggu di jembatan
"ko cowok itu sekarang jadi rajin jemput kamu" ucap Yati
"nggak tau mbak Febri juga bingung Sama dia " bohong Febri
__ADS_1
" mbak duluan feb"
"iya mbak"
namanya bangkai diumpetin tercium juga Nurmala akhirnya tahu kalau
aku berpacaran dengan irwan bibi memarahi ku habis habisan karena aku merasa salah aku diam saja ketika bibi memarahiku memang aku salah aku sudah ingkar pada janjiku sendiri aku cuma bisa pasrah kalaupun aku mau dipulangkan ke kampung nga papa lah
suatu hari tumbenan aku bangun pukul 04:00 aku mendengar samar samar suara orang berisik Nga begitu jelas aku penasaran mendekati jendela kuintip lewat jendela dengan mata kepalaku sendiri aku menyaksikan Irwan tengah mencuri besi penjagaan kereta bareng teman temanya Irwan tengah menggoyang goyangkan besi depan rumahnya setelah besi itu roboh besi pun diangkut digotong beramai ramai
" ya Allah apa seperti ini calon imam ku mencuri mabok mabokan aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini sudah cukup bersabar "batin Febri
Febri duduk termangu sampai adzan subuh Nurmala dan Susi memperhatikan Febri bengong bukanya mandi
ketika berangkat kerja ditengah jalan berpapasan dengan Irwan
tak memberi jawaban Febri diam membisu ingat kejadian pagi
" hey kenapa diem aja
nga punya uang aku bagi kebetulan aku ada rejeki" kata Irwan
"tidak terima kasih " pergi meninggalkan Irwan
" feb ,,,Febri " teriak Irwan
__ADS_1
Febri terus berjalan tak menghiraukan teriakan Irwan memangil
"ogah amat dikasih uang habis mencuri," gerutunya
dikerjakan Febri tak banyak bicara moodnya hari ini sedang buruk bahkan ketika temanya mengajak makan Febri menolak lebih memilih tidur didalam gedung
sampai ketika pulang kerja
Irwan masih tetap setia menjemput febri
"aku pengen ngomong sama kamu ada hal penting yang harus kita bicarakan"
" aku nga bisa lanjutin hubungan lebih jauh sama kamu kita putusan saja "
"kesempatan yang aku beri sudah lebih dari cukup aku kira kamu beneran akan berubah ternyata itu cuma akal - akalan kamu saja
aku sudah tak percaya lagi sama kamu kamu pembohong"
" kata kamu udah tidak mencuri lagi tidak mabok mabokan lagi tidak nongkrong lagi" ucap febri
*
*
*bersambung
__ADS_1
,