
" kurang tau neng pagi udah ditemukan kaya gitu sedang duduk nga ada yang tau kalau anak itu sudah meningal" ucap ibu tersebut
" kasian amat tu bocah orang tuanya sedih banget pastinya"
" katanya sih anak gelandangan "
polisi memasang garis polisi biar warga tidak bisa dekat dekat dengan mayat
"udah yu kak pulang "ajak Keyla
"ayo gerah nih pengen mandi "
ketiganya meninggalkan kerumunan pulang menuju rumahnya melewati rumah Irwan di kejauhan
Febri melihat Irwan tengah duduk di teras depan rumahnya
Febri langsung pindah posisi berjalan tadinya sebelah kiri pindah ke kanan
"habis lari pagi neng "ucap Irwan
" iyah " jawab ika.
Febri tidak menengok atau merespon ucapan Irwan buru - buru mempercepat langkahnya
" assalamu'alaikum " ucap Febi
" kamu lari pagi apa main jam segini baru pulang "
"lari pagi bi tadi mampir dulu lihat orang mati"
" orang mati dilihat"
" penasaran bi ,,bi tadi di angkot febri hampir kecopetan untung tadi Febri nga sengaja lihat gerak gerik pencopet itu bi Febri injak kakinya"
__ADS_1
" terus apanya yang ilang"
" nga ada bi keburu ketahuan sama Febri "
" bi kaka mana bi "
" lagi nyuci bantuin sana "
"iya bi Febri juga pengen mandi"
buru - buru pergi menuju kamar mandi membantu Susi setelah kelar menjemur dan makan siang Febri duduk di bawah pohon sambil biakan rambut cari uban bibi yang baru tumbuh minta dicabuti
tak berapa lama ada beberapa pemuda lari lari
" ada yang tertabrak kereta "
teriaknya
aku langsung berhenti biakan rambut bibi penasaran pengen lihat
" pengen lihat bi" jawab Febri
"ngapain ke sana sana dari sini juga kelihatan" ucap Nurmala
" aahk bibi mah " Febri langsung berlari menuju TKP
"febri ,,Febri ,,ee yah bocah"
"ada apa sih mba nur teriak teriak"ucap bu Ade
"itu si Febri dibilangin jangan nonton orang kecelakaan malah lari " ucap Nurmala
Irwan yang tengah duduk di teras dengar obrolan ibunya dengan Nurmala langsung bangun menyusul Febri di TKP
__ADS_1
"ada apa lagi bi manggil manggil febri" susi muncul dibelakang Nurmala
"adikmu itu di bilangin ya ngeyel lari lihat orang tabrak kereta " ucap Nurmala sambil jalan masuk menuju kontrakan
" di pertigaan situ bi" ucap Susi
yang berjalan dibelakang bibi nya
sementara Febri yang tengah penasaran menonton mayat pengen tahu kronologinya Febri menguping pembicaraan orang yang tengah mengobrol
FLASHBACK ON
seorang pemuda usia 25 tahun tengah turun dari angkot berjalan pulang melewati perlintasan kereta api melihat tali sepatunya terlepas sebelah lelaki tersebut segera membetulkan tali sepatunya
posisi menunduk dengan satu kaki dinaikan di atas jalanan rel kereta lelaki tersebut tidak menyadari kalau bahaya sudah mengancamnya sebuah kereta melintas dari arah sebelah kiri lelaki tersebut masih sibuk dengan Tali sepatunya yang terlepas
seseorang seberang rel sudah memangil manggil lelaki tersebut
" BANG AWAS ADA KERETA " teriak orang di seberang
" BANG MINGGIR AWAS KERETA" teriaknya
lelaki tersebut benar benar sudah ditutup telinganya oleh setan budeg teriakan orang dari sebrang tidak didengarkan masih sibuk dengan tali sepatunya
ketika sudah selesai membetulkan tali sepatunya belum sempat berdiri kereta api sudah melemparnya
"wwuuess Ttooooooooooooooooot
"gujes gujes "
kereta api melintas dengan kencang menghantam tubuh lelaki itu
*******
__ADS_1
*
jangan lupa like komen dan vote