
pagi sehabis sholat subuh aku bangun memakai kaos olah raga sepatu hendak berolah raga di gelanggang olah raga bareng cabe - cabean Ika dan Keyla
biasanya Febri tiap Minggu pergi ke GOR berdua dengan Irwan kali ini berbeda pergi dengan anak SMP 😁
dari rumah menuju GOR mereka berlari kecil hari Minggu banyak yang lari pagi jadi jalanan ramai orang berolah raga
sampai di gelanggang mereka berlari kecil lelah mengikuti senam aerobik
" kan febri lapar beliin bubur dong kak"
" sana pesan tiga mangkok punya Kaka jangan pake daun bawang sama kedelai sambalnya yang banyak" kata Febri
"ayo key Ama kamu susah bawanya kalau sendiri"ajak Ika
selesai menikmati bubur ayam ketiganya langsung pulang
" kak pulangnya naik angkot aja lagian udah siang udah naga ada yg lari" ucap Keyla.
"itu kak angkotnya "
kami bertiga menaiki angkutan
aku duduk bersebelahan dengan Ika belakang jok supir sementara keyla duduk dipojok sendiri didalam angkot cuma ada kami bertiga tak tak lama ada dua orang laki - laki naik duduk dekat pintu bangku panjang yang biasa diisi empat orang yang satu lagi dekat keyla lelaki yang duduk dekat pintu duduknya menyamping mukanya menghadap jalan tak lama ada satu naik angkot sembari naik mulutnya komat Kamit entah baca apaan duduk depanku di bangku tambahan belakang supir depan ika ketika tanpa sengaja aku melihat gerakan tangannya telunjuk orang itu memberi kode pada lelaki yang duduk dekat pintu supaya pindah benar saja tak lama lelaki itu tersebut pindah sebelah ku
__ADS_1
mataku fokus melihat gerak gerik orang yang duduk depan ika mulutnya masih komat Kamit tiba - pindah duduk ditengah antar aku dan ika
aku pun terpaksa geser memberi ruang orang itu aku masih waspada memperhatikan orang di samping ku mataku tak pernah lepas memperhatikan gerak geriknya detik derik berikutnya orang tersebut mengangkat kedua tangannya
pura pura kakinya keram Dan hendak memegang kaki ku seketika aku langsung teriak
"KIRI PIR " aku langsung bangun menginjak kaki lelaki yang duduk sebelahku karena kakinya menghalangi jalan
" MINGGIR !!! " kataku aku langsung menyerahkan uang kesopir tak lama Ika dan Keyla ikut tak lama mobil angkot pun jalan
" ka k ko kita turun disini kan masih jauh" ucap Keyla
"kamu ikuti aja Kaka dengerin Kaka ngomong tadi yang di angkot itu komplotan copet dia hendak mengambil dompet modusnya pura pura keram kakinya tapi yang dipegang bukan kaki sipencopet tap kaki korbannya untung duit Kaka taruh sebelah kiri "
" kak takut " ucap keduanya-bersamaan
ketiganya kembali naik angkot selang berapa menit dari dalam angkot Febri melihat komplotan pencopet sedang berjalan
" kalian menunduk orang itu lagi jalan " ketiganya langsung menunduk bersembunyi
sampai di fly over ketiganya langsung turun
dari kejauhan Keyla melihat orang berkerumun
__ADS_1
" kak itu ada apa kita lihat yu "
" paling juga jualan obat " sahut Febri
" masa jualan obat ada pak polisi "
"ayo kak lihat " Keyla menarik tangan febri mendekati kerumunan yang ada di kolong jembatan
" ada apa si Bu ko ada polis";ucap Febri penasaran
" ada anak kecil umur sepuluh tahun meninggal tanpa busana meninggalnya duduk" ucap ibu berbaju merah
" perkosa atau dibunuh Bu"
*******
****
**
*
*
__ADS_1
*
*