Setan Budeg

Setan Budeg
Episode 58


__ADS_3

"Febri boleh saya minta gabah tujuh butir dan segelas air putih" ucap ustad


"Febri dipanggil ustadz ramadhan'" binur menepuk pipi dan menggoyang goyang tubuh Febri yang tengah tertidur


" Heem apa Bi"


" dipanggil pa ustadz buruan bangun"


Febri bergegas bangun menghampiri ustad ramadhan


" Iyah pa ustadz ad apa"


" minta gabah tujuh butir dan segelas air "


"iya bentar saya ambilin"


Febri berjalan menuju ruang tamu menghampiri Nurmala


" bi pa ustad minta gabah temenin ke dapur Bi Febri iseng milih gabah di beras"


"udah ayo bibi temenin"


keduanya pergi ke dapur Febri mengambil tempat beras mencari gabah dibantu bibinya


mengaduk aduk beras mencari gabah setelah didapat Febri mengambil segelas air dan menyerahkan ya ke ustad ramadhan

__ADS_1


" nih pa ustad tujuh butir kan "


"Iyah " sambil menerima gabah dan air putih


ustadz ramadhan langsung mencelupkan ketujuh gabah itu kedalam air putih dan membacakan doa


membangunkan Utari yang tengah tiduran biar duduk


ki sumo membantu cucunya bangun di sandarkan tubuh Utari di dada ki sumo


lalu meminumkan ya ku cucu nya


" biarkan dia istirahat Alhamdulillah semuanya bisa diselesaikan dengan baik besok saya minta sekeliling rumah dibersihkan jangan ada yang terlewat setiap sudut rumah juga bersihkan sekarang kalian semua boleh beristirahat seminggu ini melelahkan


insha Allah semua akan baik baik saja


☀️☀️☀️☀️☀️


Esoknya seluruh keluarga melakukan bersih bersih sekitar rumah membuang bala yang tersisa para tetangga berdatangan menjenguk utar memberikan selamat atas kesembuhan Utari


" jangan banyak bengong ya nak besok mama mau berangkat ke jakarta ngga enak mama sudah ijin satu minggu nanti kalau kamu sudah terima ijazah kamu boleh nyusul ikut mama ke Jakarta ' ucap Nurmala


" iya ma tapi tari minta kak Febri jangan pulang temenin tari disini"ucap tari


". iya nanti bilangin Febri biar jangan ninggalin kamu" ucap Nuala sambil mengelus rambut utari

__ADS_1


sementara Febri dan Tanti tengah bermain di sendang


" Febri kamu sudah pernah naik pohon bambu belum " ucap Tanti


" naik pohon bambu ya ngga pernah lah kalau pohon karet ,pohon mangga ,pohon sirsak saya sering" ucap Febri


" enak banget tau Febri apa lagi kalau angin nya kenceng wiiiiih Enak banget diatas pohon bambu bergoyang kesan kemari berasa naik bianglala' ucap Tanti


'" ya sudah sekarang cobain yu naik pohon bambu" ajak Febri


" ngaco kamu kalau sekarang saya naik pohon bambu yang ada pohon bambunya patah itu dulu Febri waktu saya masuk kec umur delapan tahun lah" ucap Tanti membayangkan masa kecilnya


"sekarang ayo kita cobain penasaran rasnya gimana" ucap Febri


" coba sendiri saja nanti aku tadangin dari bawah kalau kamu jatuh


Eeh kamu pergi kesini bilang ngga ntar dicariin lagi " ucap Tanti


" Ngga bilang paling disangkanya aku lagi nyuci aku pengen manjain mata biar lihat Yanng seger seger" ucap Febri


" di sini mana ada pandangan yang seger ada tuh orang baru kelar mandi seger"


" kita mandi di sendang yu " ajak Febri


" ngga bawa ganti tadi kan niatnya cuma main ngga mandi " ucap Tanti

__ADS_1


like komen dan vote biar tambah semangat update


__ADS_2