
sudah hampir siang kamar mandi tidak begitu ngantri seperti tadi pagi Paling ada satu orang yg tengah sibuk nyuci
"permisi Bu " ucap Susi
" oh iya neng silakan mau mandi yah " " kata Bu mail
"kamu mandi duluan dek kaka tunggu disini" kata susi
" kaya kenal kamu Susi bukan yang dulu kerja di PT Peony"ucap ibu mail
"iyah " jawab Susi
" lah kapan Dateng kamu lama ya di kampung sejak pengurangan di Peony" kata Bu mail
" ibu ko ingat Sama saya emang ibu ini siapa yah lupa" kata Susi
" Mama mail yang bagian packing " ucapnya
" oh iya iya ingat yg kalau makan bareng Fatimah "kata Susi
" nah iya betul banget ,sekarang Fatimah udah pulang kampung ngga balik lagi udah punya suami nga boleh merantau lagi" kata Bu mail
Susi cuman senyum doang dengerin ibu mail ngomong
" ini siapa sus cantik " kata Bu mail
"adik saya yang nomer dua " jawab susi
" ko beda sama kamu nga mirip biasanya kalau adik Kaka suka mirip" " kata Bu mail
" masa sih Bu nga mirip " kata susi
__ADS_1
" iya bener nga mirip Ade kamu sipit matanya sipit mirip orang cina" ucap Bu mail
Susi tak menjawab cuma cengar-cengir tak berapa lama Febri keluar dari kamar mandi berjalan menghampiri kakaknya
"udah ka Kakak mau ditunggui apa di tinggal." ucap febri
" kamu pulang duluan tunggu aja dirumah " jawab Susi
Febri pun pulang meninggalkan kakaknya yang tengah mandi
selesai mandi dan berdandan mereka keluar membeli nasi di sebrang jalan
"ayo dek "kata Susi mengandeng
Febri menyebrang rel kereta
Febri yang digandeng menyebrang matanya sibuk memperhatikan pohon besar ya ng ada didepannya
"merhatiin apa si dek dari tadi Kaka perhatiin nengok ke kiri mulu" kata susi
"enggak" jawab Febri
di warteg mereka memesan makanan
"Bu nasi dibungkus yah dua "
"pake orek tempe sama telor dadar kamu pake apa dek " kata Susi
"saya tumis kacang sama ikan mujaer" kata Febri
" nih neng jadi 24.000 semuanya"ucap penjual nasi
__ADS_1
" kak buat sore sekalian beli lauknya dipisah biar tidak basi " ucap Febri
" dua lagi deh Bu lauknya pisah kentang balado Sama telor asin dua Bu " kata Susi
"nih neng jadi 45.000 semua " kata ibu warteg
keluar dari warteg mereka bejalan menuju rumah kontrakan
" kak ko jalannya beda lagi bukanya lewat sana " kata Febri
" lewat sini bisa dek biar nanti kamu tau jalan mau ke kontrakan ada tiga gang nya cuman kalau lewat sini harus hati - hati disini sering terjadi kecelakaan banyak yg tidak tahu kalau ada kereta lewat soalnya ketutup pandangan sama pohon asem itu" kata Susi
" iiih Kaka jangan nakut - nakuti "kata Febri
" kamu nga percaya tunggu saja kalau kamu udah lama tinggal disini juga pasti tahu yang sering terjadi kecelakaan di sini sama di ujung dibawah kolong jembatan " meraih tangan Febri
"bismillahirrahmanirrahim,,, pang numpang anak Bagong mau lewat " ucap susi mengandeng Febri
setengah berlari menyebrangi rel kereta api
"Alhamdulillah selamat ternyata seram lewat sini ya kak dibanding sama yang semalam kita lewati " kata Febri
"terus kita belok apa lurus kak " tanya febri
*
*
*
*
__ADS_1
*TBC