Setan Budeg

Setan Budeg
Episode 75


__ADS_3

" iya sabar satpam lagi ke warung tadi kelupaan "


" paman Febri takut paman masa Febri harus menginap didalam sini "


" jangan takut nanti paman nemenin kamu di luar sini kalau ada apa apa tinggal panggil paman


" iya paman" jawab Febri pasrah


" ni lilin sama korek kamu hati hati didalam paman mau Antar bibi kamu dulu kasian Utari dirumah sendirian"


" iya paman hihks,,,hiks"


" paman pulang ya nak banyak banyak baca doa lama lama hilang rasa takutnya"


" hiks,,,,hiks,,, paman"


pamannya menuruni tangga setelah mengobrol dengan Febri


" pa satpam saya titip keponakan saya tolong jagain pa"


" iya pa bapa nga usah khawatir akan saya pantau dari luar walau tak bisa melihat langsung"


"makasih ya pa satpam ,,ayo nur pulang kamu nga usah khawatir Febri sudah ketauan keberadaanya masalah gelap mah dia sudah terbiasa ngurung dikamar"


Febri menyandarkan tubuhnya ditembok merosot kebawah kembali duduk dilantai menyalakan lilin yang diberi oleh pamannya stelah lilin menyala lumayan ruangan ad cahaya tidak gelap gulita lagi

__ADS_1


" lumayan lah ada cahaya ngga gelap kaya tadi"


Febri duduk mengapit kaki menenggelamkan mukanya dihimpit kaki


" duh ngga bisa tidur udah di meremin nih mata otaku masih traveling kemana mana" gumam Febri sambil menempelkan kedua telapak tangannya di muka


"ku jadi ingat ibuku kalau lihat lilin ini ingat waktu aku mainan lilin sambil bercermin bisa mendatangkan setan aku coba saja kali ya bener ngga omongan ibu tapi ngga ah iseng ntar beneran datang nyaho" batin Febri


" uuuuuuaaaaaaah " Febri menguap ditutupi dengan telapak tangannya


" ngantuk tapi di meremin nga bisa tidur"


Febri mencoba memejamkan mata menyembunyikan wajahnya himpitan kaki


" Hai,,,,,,,"


"si,,, siapa kamu"Febri langsung merubah posisinya lebih merapat ditembok


" jangan takut aku sama sepertimu juga" gadis itu mengulurkan tangannya


sementara Febri masih diam mematung memperhatikan sosok wanita yang ada dihadapannya


"beneran aku Sama sepertimu kalau tak percaya coba pegang tangan saya kalau tanganku dipegang. kamu dingin berati aku sama sepertimu tapi kalau tanganku hangat berarti aku bukan sepertimu" ucap perempuan itu


Febri masih terus memandangi sosok perempuan yang ada dihadapan ya ingin mengangkat tangannya meraih tangan gadis tersebut tapi keinginannya diurungkan diturunkan lagi tangannya

__ADS_1


"" ngga usah takut aku beneran Sama seperti kamu pegang tanganku" ucap gadis tersebut mencoba meyakinkan Febri sambil tangannya terus mengulur didepan meja Febri


Febri masih ragu ingin meraih tangan gadis itu akhirnya Febri memberanikan diri menggapai tangan gadis yang ada di depannya karena gadis itu terus menerus meyakinkan Febri


febripun akhirnya menjabat tangan gadis yang ada didepannya


" iya tangannya dingin berati dia manusia sama sepertiku" batin Febri


" benarkan tanganku dingin aku Sam seperti kamu "


Febri mengangguk tidak menjawab ucapan gadis tersebut


" boleh aku duduk di samping kamu"


Febri mengangguk tanda setuju tak


mengeluarkan sepatah katapun


" kenalkan namaku Desy bagian folding "


" aku Febri bagian sewing


" aku sama sepertimu ke kurung juga dari tadi aku dengerin kamu teriak teriak memanggil satpam aku diam saja aku sudah terbiasa dikurung didalam sini tapi aku tidak panik percuma teriak juga tak kan ada yang menolong" ucap Desy


***

__ADS_1


like komen dan vote tingalin


__ADS_2