
setelah selesai mandi dan sholat subuh bibi nur pergi bekerja meninggalkan kami berdua di kontrakan sebelum berangkat kerja berpesan
" nanti kalau mau beli nasi Kaka kamu tahu tempatnya, nyebrang nya hati hati " ucap Nurmala
"iya bi" jawab febri
pukul 5:30 lalu lalang kereta listrik KRL jurusan Bekasi ke Kota sudah mulai beroperasi di jam sibuknya orang berangkat kerja mencari nafkah mengunakan jasa kereta
pagi sampai matahari terbit dari ufuk timur bisingnya suara kereta tiada henti benar -benar memekikkan telinga
aku yang belum terbiasa dengan Suara kereta menutup telinga
apalagi ketika kereta melintas dari dua arah benar - benar berisik banget bahkan kontrakan ku
yang notabene terbuat dari papan bisa bergetar bergoyang seperti duduk kasur empuk naik turun
karena jaraknya yang memang tak jauh
"gujes....gujes. "
" Ttooooooooooooooooot"
suara klakson kereta melintas depan kontrakan panjang bunyinya sepanjang keretanya
di luar sayup sayup kudengar obrolan pagi ibu ibu yang sedang mengerubuti tukang sayur penasaran ku balik badan mengarah Kedinding mengintip kegiatan
para ibu sedang belanja sayur
lewat lobang di papan bekas paku
__ADS_1
seorang ibu berbadan hitam rambut Bondol ikal tengah mengobrol sedang menceritakan anaknya yang lelaki katanya
"anak saya si Aryan kemaren janjian lari pagi sama teman nya jam 03:00 sudah bangun pake kaos kaki
pake sepatu pake baju olah raga keluar seorang diri menyebrangi rel kereta ditengah tengah katanya liat orang sedang berjalan pas sudah dekat dilihatnya orang tersebut tidak ada kepalanya
kepalanya ditenteng ditangan " ucap merpuah
"sontak saja si Aryan kaget langsung lari kencang pulang lagi ke rumah gedor gedor pintu
kenceng banget jam 03:00 wib disangkanya udah jam 05 :00 subuh"
"no bocah ya masih tidur langsung demam badannya anget kaga mau keluar ngerem aja"ucap marpuah aku mendengarkan obrolan pagi ibu - ibu dihari pertamaku berada di jakarta
turun dari ranjang berjalan menuju jendela melihat sebuah pagi
pemandangan bapa - bapa lagi
ada yg lagi mengupas buah ada yang lagi memecahkan es batu buat bikin es cream kulihat tulisannya di gerobak Es Duren
merasa bosan mondar mandir dikontrakkan ku yg cuma sepetak tidak ada televisi bahkan kipas angin Juga tidak ada
hawanya sudah mulai panas
gerah pengen keluar mandi masih malu nanti di omongin Langi sama ibu ibu seperti pagi hari
aku kembali duduk di atas ranjang aku lihat kakakku masih terlelap tidur aku berjongkok menggoyangkan badan Kakakku biar bangun
__ADS_1
" Kaka Bagun sudah siang matahari sudah tinggi tuh lihat" kata Febri menunjuk jendela
" apa sih dek ganggu aja Kaka masih ngantuk lagi ngapain masih pagi " ucap Susi menutup kepalanya pake bantal
"iiiiiiiiiih Kaka udah siang kak udah jam 10 " ucap Febri menarik bantal yang dipake Susi menutup mukanya
"iya ...iya " ucap Susi
karena merasa terganggu akan ulah adiknya Susi pun akhirnya bangun
" Kaka mau mandi dulu kamu udah mandi belum dek " kata Susi
"belum ,nunggu Kaka mandinya mau mandi malu jalanya " jawab Febri
" ya udah ayok bawa ganti sekalian sama handuk" ucap Susi
Febri pun bergegas mengambil ganti dan handuk mereka berdua pergi ke luar
*
*
*
*
like, komen
,
__ADS_1