Setan Budeg

Setan Budeg
episode 06


__ADS_3

setelah selesai mandi dan sholat subuh bibi nur pergi bekerja meninggalkan kami berdua di kontrakan sebelum berangkat kerja berpesan


" nanti kalau mau beli nasi Kaka kamu tahu tempatnya, nyebrang nya hati hati " ucap Nurmala


"iya bi" jawab febri


pukul 5:30 lalu lalang kereta listrik KRL jurusan Bekasi ke Kota sudah mulai beroperasi di jam sibuknya orang berangkat kerja mencari nafkah mengunakan jasa kereta


pagi sampai matahari terbit dari ufuk timur bisingnya suara kereta tiada henti benar -benar memekikkan telinga


aku yang belum terbiasa dengan Suara kereta menutup telinga


apalagi ketika kereta melintas dari dua arah benar - benar berisik banget bahkan kontrakan ku


yang notabene terbuat dari papan bisa bergetar bergoyang seperti duduk kasur empuk naik turun


karena jaraknya yang memang tak jauh


"gujes....gujes. "


" Ttooooooooooooooooot"


suara klakson kereta melintas depan kontrakan panjang bunyinya sepanjang keretanya


di luar sayup sayup kudengar obrolan pagi ibu ibu yang sedang mengerubuti tukang sayur penasaran ku balik badan mengarah Kedinding mengintip kegiatan


para ibu sedang belanja sayur


lewat lobang di papan bekas paku

__ADS_1


seorang ibu berbadan hitam rambut Bondol ikal tengah mengobrol sedang menceritakan anaknya yang lelaki katanya


"anak saya si Aryan kemaren janjian lari pagi sama teman nya jam 03:00 sudah bangun pake kaos kaki


pake sepatu pake baju olah raga keluar seorang diri menyebrangi rel kereta ditengah tengah katanya liat orang sedang berjalan pas sudah dekat dilihatnya orang tersebut tidak ada kepalanya


kepalanya ditenteng ditangan " ucap merpuah



"sontak saja si Aryan kaget langsung lari kencang pulang lagi ke rumah gedor gedor pintu


kenceng banget jam 03:00 wib disangkanya udah jam 05 :00 subuh"


"no bocah ya masih tidur langsung demam badannya anget kaga mau keluar ngerem aja"ucap marpuah aku mendengarkan obrolan pagi ibu - ibu dihari pertamaku berada di jakarta


turun dari ranjang berjalan menuju jendela melihat sebuah pagi


pemandangan bapa - bapa lagi


ada yg lagi mengupas buah ada yang lagi memecahkan es batu buat bikin es cream kulihat tulisannya di gerobak Es Duren


merasa bosan mondar mandir dikontrakkan ku yg cuma sepetak tidak ada televisi bahkan kipas angin Juga tidak ada


hawanya sudah mulai panas


gerah pengen keluar mandi masih malu nanti di omongin Langi sama ibu ibu seperti pagi hari


aku kembali duduk di atas ranjang aku lihat kakakku masih terlelap tidur aku berjongkok menggoyangkan badan Kakakku biar bangun

__ADS_1


" Kaka Bagun sudah siang matahari sudah tinggi tuh lihat" kata Febri menunjuk jendela


" apa sih dek ganggu aja Kaka masih ngantuk lagi ngapain masih pagi " ucap Susi menutup kepalanya pake bantal


"iiiiiiiiiih Kaka udah siang kak udah jam 10 " ucap Febri menarik bantal yang dipake Susi menutup mukanya


"iya ...iya " ucap Susi


karena merasa terganggu akan ulah adiknya Susi pun akhirnya bangun


" Kaka mau mandi dulu kamu udah mandi belum dek " kata Susi


"belum ,nunggu Kaka mandinya mau mandi malu jalanya " jawab Febri


" ya udah ayok bawa ganti sekalian sama handuk" ucap Susi


Febri pun bergegas mengambil ganti dan handuk mereka berdua pergi ke luar


*


*


*


*


like, komen


,

__ADS_1


__ADS_2